July 5, 2012

SMP oh SMP

Tiba-tiba jadi teringat masa SMP. Dari sekian tahun masa sekolah, masa SMP yang paling banyak kisah pedihnya yaelah ahaha. Tapi saya cukup senang karena bisa tumbuh secara normal ahaha. Secara garis besar, masa SMP saya tidak terlalu penuh dengan kenangan kecuali kenangan di hari pertama masuk. Saya ingat benar, di hari pertama sudah jadi bulan-bulanan senior karena penampilan saya cupuuuu sekali - dengan rambut kepang dua, dasi kupu-kupu, dan seragam yang kebesaran dari bahan kain yang kakunya minta ampun sampai harus disetrika nenek saya berkali-kali baru bisa rapi huksss. Pulang dari hari-hari pertama sekolah saya selalu nangis, mengevaluasi diri, halah, daaan saya semakin nangis karena saya ditempatkan di kelas yang paling dekat dengan kantin. Kelas itu mitosnya kelas horror dimana murid-muridnya suka kabur ke kantin waktu jam pelajaran dan gelaaap penuh sarang laba-laba. Huaaa ini kelas atau gudang. Aaaa but life must go on.

Beberapa hari kemudian muncul jerawat pertama di pipi. Sangat jelas. Dan saya jadi bulan-bulanan lagi. Ceritanya, kalau punya jerawat berarti sudah punya pacar atau sudah ada orang yang disukai. Huoooo saya digodain setiap hari. Alhasil, ini pertama kalinya saya menggunakan produk pembersih wajah dan itu pun sample hadiah dari majalah gadis remaja. Ahaha.

Saya punya beberapa sahabat baik tapi pada akhirnya saya merasa diabaikan, halah - karena saya tidak dimasukkan dalam gang. Mungkin saat itu saya cupuuu sekali jadinya dianggap tidak pantas huksss. Tapi ya sudahlah, again life must go on ahaha.

Pelajaran favorit saya waktu SMP adalah Biologi. Salah satu alasannya adalah Pak Tedy - guru Biologi saya sekaligus wali kelas saya di tahun pertama. Beliau cukup membuat saya tidak depresi dengan kondisi kelas. Satu kalimat beliau yang masih saya ingat adalah "Emas di manapun itu akan tetap menjadi emas, jadi bersemangatlah!". Beliau pula yang membimbing saya untuk berani ikut olimpiade Biologi dan ikut kompetisi-kompetisi tingkat SMP lainnya. Again, life must go on right?

Saya tidak punya kisah cinta ahaha kecuali satu atau dua moment yang tidak menyenangkan dan kedua-duanya dengan adik kelas. Moment pertama adalah ketika adik kelas saya mengejar-ngejar saya setiap jam masuk dan pulang sekolah, sampai akhirnya menuliskan nama saya di dinding sekolah. Daaan melihat aksi coret-coretnya ini, dia dimarahin deh sama guru BP. Kapok deh diaaa ahaha. Dan yang kedua, masih, adik kelas saya yang satu lagi memaksa saya untuk bilang saya sayang padanya - atau dia tidak akan berhenti meneror. Yaelah, kali ini, mama saya yang marah ahaha. Gitu aja sih. Saya masih terlalu muda untuk kisah cinta saat itu :p

Selama SMP, saya selalu diantar ke sekolah, dan kalau pulang naik angkot yang bentuknya kayak kaleng. Angkot ini pintunya di bagian belakang, namanya Sudako, dan cara memberhentikannya adalah dengan memencet bel atau menyatukan dua kabel di langit-langitnya sehingga lampu di depan si pak sopir menyala tanda berhenti. Suka deg-degan deh saya kalau duduknya jauh dari bel ahaha ribeeet.

Nah ada cerita waktu saya diantar, saat itu sepeda motor abah sering kambuh alias sering tiba-tiba mogok di jalan. Karena sudah hampir telat, saya memilih melanjutkan perjalanan ke sekolah dengan naik becak motor. Alhasil, tetap telat ahaha dan hukumannya nama saya ditulis di buku hitam dan dihukum membersihkan pekarangan sekolah. Nah, waktu itu saya belum punya handphone, teman-teman sekelas saya lantas menghubungi rumah untuk menanyakan apakah saya tidak masuk atau sakit. Mereka menghubungi handphone abah saya dan nenek saya yang mengangkat. Beliau kaget sampai menjatuhkan handphone tersebut dan antenanya patah. Waktu itu handphone masih pake antena wekeke. Nenek takut saya diculik dan menyuruh mama dan abah untuk melihat keberadaan saya di sekolah. Yaelah, mereka datang waktu saya baru saja selesai dihukum dan masuk kelas. Hahaha.

Moment favorit saya waktu SMP adalah saat saya ikut lomba cerdas cermat dan masuk tivi lokal dan menaaaang ahaha. Selanjutnya ikut lagi lomba cerdas cermat tingkat provinsi dan harus menginap beberapa hari di asrama. Tantangan terberat saya bukan harus ikut lombanya, tapi saya bingung gimana nyisir rambut sayaaa ahaha soalnya selama ini mama yang sanggup nyisir rambut saya yang panjang dan kusut dan keriting pula. Dan di asrama itu, saya terpaksa harus nyobain durian weeeew padahal mualnya ga kuat. Sekarang, salah satu teman sekamar saya itu satu kampus dan satu instansi sama saya.

Dan begitulah secuplik kisah SMP saya. You got them too, right? :p

*tulisan ini penuh dengan kata 'ahaha' -_____-

No comments: