September 24, 2012

#23 Self Note: Ada yang Salah

Akhir-akhir ini saya sering marah pada diri sendiri. Ada saja sebabnya, entah karena lelah atau terlalu banyak mendengar opini. Padahal diri sendiri tak baik diperlakukan seperti itu.
Karena meremehkan diri sendiri itu tugas orang lain :)
Seperti kemarin, saya marah pada diri sendiri karena kesulitan dalam mata kuliah Bahasa Mandarin. Sebenarnya bukan hanya saya, tapi mungkin hampir seisi kelas. Saya tidak mampu menangkap apa yang dikatakan dalam sesi listening oleh dosen. Entah itu huruf c, q, j memiliki pelafalan yang sama, demikian pula untuk z, sh, z, x, zh daaan cincau capcai fuyunghaiiii... oh dear, I don't know what I'm doing here. Namun, ternyata asal tebak membuahkan hasil juga. Tidak terbiasa, mungkin, masih harus beradaptasi. Bahkan untuk bisa mahir Bahasa Inggris pun butuh bertahun-tahun untuk berlatih.
Sepertinya saya terlalu keras pada diri sendiri :)
Saya marah pada diri sendiri karena sering mubazir perasaan. Dan apa yang paling menyebalkan dari liburan? Saya rentan merasa kesepian, dan kesepian tidak baik untuk kesehatan. Lalu saya jadi malas bicara. Harusnya saya sadar bahwa saya punya ayah dan ibu yang selalu merindukan saya. Yang khawatir berlebihan walaupun saya hanya sedang sakit perut biasa. Ibu bilang, "Banyak-banyaklah bersyukur. Kita merasa ada yang salah karena kadang kita kurang bersyukur, nak". Dan ibu menambahkan, "Masih single lho, nanti kalau berumah tangga lebih banyak lagi masalahnya. Lebih besar lagi sabarnya. Kalau mama dan abah sudah kebal dengan susah dan dengan asam garam kehidupan". Saya mengerti.
"Jika engkau bersyukur kepadaKu maka niscaya akan Kutambah nikmatKu padamu. Namun jika kau kufur akan nikmat Ku maka sungguh AzabKu sangatlah pedih." (QS. Ibrahim: 7)
Dalam sekejap rasanya ingin pulang saat itu juga. Mengecup ibu. Ibu - yang doanya dan berkahnya dijamin ijabahnya oleh Tuhan.
"Tiga orang yang doanya pasti terkabulkan: Doa orang yang teraniaya, doa seorang musafir, dan doa orangtua terhadap anaknya." (Sunan Abu Daud)
Saya marah pada diri sendiri lalu Allah tiba-tiba menyadarkan saya. Hati jadi keras karena ada yang hilang. Mungkin itu, saya kehilangan sujud yang hikmat. Padahal Allah sangat sayang dan merindu. Lalu saya dipertemukan oleh sebuah buku, "Tuhan, Maaf Kami Sedang Sibuk" dan merasa malu. Dalam sepi itu dan setelah mendengar suara ibu, saya menangis keras. Sudah lama tidak menangis dan minta dipeluk yang lama oleh Pencipta. Lalu hati saya lega dan saya kembali dipertemukan oleh sebuah firman dalam AlQuran,
"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung." (QS Al Imran : 200). 
Dan saya menangis lagi. Terima kasih Allah, kini saya tahu apa yang salah. Dan saya akan terus belajar mengendalikan perasaan-perasaan negatif ini :)
"Karena idealnya, bukanlah bahagia yang membuat kita bersyukur, namun merasa bersyukurlah yang memberikan kita kebahagiaan".

Hei, dan sepertinya saya butuh jalan-jalan! Juga butuh disayang! LOL :)

No comments: