February 5, 2013

Ada yang Meleleh di Pipinya

"Mama, ini malam terakhir"

"Jangan bilang begitu, Mama jadi sedih. Seperti tidak akan bertemu lagi saja". Wanita itu memeluk gadis di hadapannya, mengecup pipinya sekali dua kali. Gadis itu dulu pernah berada di rahimnya, di dadanya, di pangkuannya.

"Nanti pijetin ya, Ma"

Dia mengangguk dan tersenyum. Tapi sang gadis langsung terlelap dengan kerudung yang masih melilit kepalanya. Wanita itu berbaring di sebelahnya, melepas tiap jarum yang masih mengait, dan membelai-belai rambut sang gadis dengan tangannya yang kuat. Ada yang meleleh di pipinya.

Lalu dia berdoa dalam sujudnya yang panjang.

Ada yang meleleh di pipinya.

No comments: