February 4, 2013

Chasing Pavement

Mungkin ini rasanya, saat doamu dijawab, dan hatimu tiba-tiba menjadi mantap. Lalu kamu tidak takut lagi.
  
Aku termasuk orang yang sulit sekali memantapkan hati, penilaian dari orang-orang dan keraguan seringkali membuat pilihanku dipenuhi rasa bersalah. Dan ini seperti kasus yang langka dimana aku berani jujur pada diri sendiri dan semacam ada bongkahan batu yang lepas dari dada. Rasanya lega sekali.

Aku benar-benar bertanya-tanya bagaimana Allah memberi petunjuk dari sebuah istikharah. Ternyata ini salah satu cara Allah menunjukkan jawabannya. Tiba-tiba ada perasaan yang kuat sekali dari dalam hati dan jalan-jalan yang awalnya kau ragukan terbuka pelan-pelan. Tapi kau tak boleh menunggu saja, kau harus menjalaninya, dan ini seperti tantangan untuk percaya pada ketentuan Allah dengan sepenuhnya. Bahwa sabar itu hadiahnya akan indah sekali. Dan Allah Maha Berkehendak, apa yang tidak mungkin bagiNya? Aku pun selalu percaya bahwa insting orang tua tak pernah meleset. Kekuatan doa mereka yang luar biasa harus di-amin-i dan disyukuri sering-sering selagi bisa.

So I quit. I quit from my last year resolution. I quit from the uncooperative and not supportive systems and environment that I really can't accept more. I quit from being cheated and back-stabbed. I quit from smiling in fake while I hurt myself to satisfy people for any sake of guilt. 

Biarlah yang terjadi menjadi pembelajaran bahwa keputusan yang terburu-buru itu tak baik, bahwa mendengar kata orang tua itu akan menyelamatkanmu, dan tak ada yang sia-sia dari berbuat benar dan bekerja keras.

And I'm sure I'll find a better way. Allah will guide, always.

Anyway, doa istikharah ini indah sekali. I stick it in my cubicle :)
‘Ya Allah, aku beristikharah kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku meminta penilaian-Mu dengan kemampuan-Mu dan aku meminta kepada-Mu dari karunia-Mu yang sangat besar. Sesungguhnya Engkau kuasa sedangkan aku tidak kuasa, Engkau mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha mengetahui perkara-perkara yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui perkara ini lebih baik bagiku dalam urusan agamaku, kehidupanku, dan kesudahan urusanku -atau urusan dunia dan akhiratku, maka putuskanlah dan mudahkanlah urusan ini untukku, kemudian berkahilah untukku di dalamnya. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa itu buruk bagiku, baik dalam urusan agamaku, kehidupanku maupun kesudahan urusanku -atau urusan dunia dan akhiratku- maka palingkanlah ia dariku dan palingkanlah aku darinya serta putuskanlah yang terbaik untukku di mana pun berada, kemudian ridhailah aku dengannya.’ (HR Bukhari, At-Tirmidzi, An-Nasai dan lainnya)

2 comments:

Athiah Sulthon said...

Mba juga suka sekali do'a istikhoroh, semoga Allah selalu memudahkan kita mengetahui petunjukNya, aamiin

@chabadres said...

Aamiiiin :) *peluk mbak lilis*