February 20, 2013

Wonderwall


Bahwa segala sesuatunya mulai terasa menyenangkan. Dan kita telah terbiasa melakukan hal-hal yang dahulu tidak membuat kita terbiasa. Tidakkah membahagiakan saat ada yang mengingatmu setiap pagi lalu menanti sapa di senja hari? Menjadi suara yang kau dengar senyap-senyap sebelum terlelap? Seakan satu dua kata itu seperti suplemen energi yang membakar semangatmu menjadi berapi-api.

Cinta membuat dua orang terlihat jauh lebih menarik, setidaknya di mata masing-masing. Entah apa yang salah pada retina, tapi aku tak ingin kemana-mana. Hatiku cerah sepanjang hari, dan kalaupun mendung sebentar saja, dia kembali berpelangi. Bahkan di dalam mimpi, aku masih bisa merasakan kau hadir entah dari jauh atau dekat sekali.

Tahukah kau bahwa ketergantungan emosional ini membuatku semakin mandiri? Semakin kuat dan lebih baik dari hari ke hari?

Yes, you've been my wonderwall. 

Karena tidakkah membahagiakan saat ada telinga yang dengan baik hati mau mendengar ceritamu dari pagi hingga pagi lagi? Berceloteh hal konyol hingga saling mengagumi.

Bahwa merindukanmu yang tak pernah henti ini semacam berkah yang bisa mengiris berkali-kali. Tapi aku senang, senang sekali.


You are my favorite. Like a curse. But I really don't mind.

No comments: