June 11, 2013

Mari Bermain-main dengan Mesin Waktu

Aku sedang berada di meja kerjaku, menulis beberapa perhitungan tentang Mars dari hasil pengamatanku melalui teleskop. Aku berada di observatorium, malam hari adalah surgaku. Kau bisa lihat bagaimana bintang-bintang itu berbinar tanpa terdistorsi oleh mentari yang pencemburu. Ada banyak jurnal harus kuselesaikan, dan berbagai penelitian tentang asteroid raksasa yang diprediksi sedang mendekati bumi dalam beberapa dekade mendatang.

Aku berharap hasil penelitianku bisa menyelamatkan banyak orang, membangun kesadaran kaum awam untuk peka terhadap dunia luar, atau untuk mencapai mimpiku sendiri - dikirim untuk bergabung ke NASA atau terjun dalam misi pesawat ulang alik. Lalu tak habis-habis berdebat tentang penciptaan alam semesta, tentang bintik matahari, tentang teori dunia mengembang, tentang Andromeda, tentang akhir dari lubang hitam, tentang hukum Kepler, tentang apa saja yang membuatku sadar bahwa ilmu itu seperti angka satu dibagi dengan nol - tak terhingga adanya.

Kacamataku semakin tebal. Aku tak punya banyak teman. Berteman langit tapi tak suka hujan. Tak punya waktu untuk menyisir rambut. Apakah sesibuk itu? Apakah aku akan kesepian? Apakah aku...

Sudah cukup bermain-main dengan mesin waktu, menjadi astronom dalam sekian menit - sudah, sudah cukup. Kembali ke masa sekarang saja. Allah memberi lebih dari apa yang pernah aku bayangkan :)

1 comment:

heri said...

juga 1/0=tak terdefinisi