October 27, 2013

Tuan Rembulan

"Selamat malam tuan rembulan. Sampai saat ini aku masih dihantui dugaan, apa aku benar dengan memberimu sebutan tuan? Jangan-jangan nyonya, atau malah nona? Karena kau tak banyak bicara, dan menurutku itu ksatria, juga seorang penjaga, yang setia berada di tempatnya, maka kupanggil saja tuan. Karena apa yang kusesalkan jika kau bukan, yakni kuberitahu satu rahasia: aku sudah terlanjur jatuh cinta. Jika tuan tak suka, maka minggirlah dari jendelaku. Biarkan aku menatap bintang-bintang saja yang pijarnya tampak suntuk karena kantuk"

"Ah apa pun yang terjadi kau tetap akan pergi lalu mengintip dan pergi lagi. Lingkaran di kalenderku menunjukkan lima hari lagi kau akan meninggalkan langit. Dari purnama menjadi sabit lalu lenyap dan kembali pulang menjadi sabit. Siapa yang kau temui di sana tuan? Adakah gadis lain yang kau suka? Aku cemburu tuan. Jangan begitu"

"Tuan, duduklah sejenak, aku ingin bercerita. Berjanjilah untuk tidak membocorkan. Tapi sungguh, apa kau punya telinga tuan? Sia-sia bukan jika ceritaku memantul ke bimasakti lalu jatuh ke bumi dan dicuri pelangi? Ah konyol sekali"

"Hari ini aku lelah sekali. Aku dilanda sibuk hingga tidak tahu apa inti dari semua kesibukan yang terus saja kulakukan. Lalu aku kehabisan waktu. Kesempatan. Diri sendiri. Apa yang kukejar tuan? Pujian? Aktualisasi diri dan kemapanan? Aku kesepian tuan. Bahkan dalam keramaian. Saat suara manusia memekakkan telinga kiri kanan, berkumpul dan tertawa dalam satu ruang, aku tetap kesepian. Mereka terbahak, ya ya aku pun terbahak, lalu berlari pulang bercerita padamu sambil terisak"

"Apa aku aneh tuan? Kau bahkan tak menggeleng dan mengangguk pelan. Tapi tuan, terima kasih karena sudah senantiasa mendengarkanku. Aku merasa tenang dan nyaman. Dalam selimutku dan lapisan gorden yang memantulkan senyum cahayamu. Boleh aku sentuh dan aku simpan? Tak boleh? Sayang sekali. Semoga besok awan tak sedang bersedih dan hujan tak iri hati lalu mencipta tabir jarak yang membuatku tak bisa menatapmu"

"Suatu hari ceritakanlah aku tentang duniamu, tuan. Tentang apa yang kau lihat dari atas sana. Tentang mentari dan keindahannya. Apa kau juga kesepian dalam rotasimu?"

"Selamat tidur tuan rembulan. Teruslah mengintipku sepuasmu"

5 comments:

k said...

dear edelweiss

i want to tell u a secret too..
i can't talk even if i want to, i can't move around like i wanted to, i can't hear even if i want to hear ur sweet voice. But even i come n go, even im just a giant boulder reflecting the sunlight, but i can make the star shining for u or showering ur petals in the night.. thou u r still beutiful in the sunlight..

i know u r tired, blown by the wind.. but don't give up.. we r here to embellish what they called a wonderful world. even thou no one can really understand our heart, but time is our friend.. time will get us better.. n when u feel alone, u know i'll eventually come to c u.

n please don't hate the rain... actually it connects me to u, coz im always behind the cloud watching u..

@chabadres said...

Who are you exactly mister K? :/

k said...

Not somebody u'd know... ^^

@chabadres said...

So tell me and let me know :/

K said...

i'll let u know something ^__^
the moon, always felt a beatdown at ur stare... always expecting when'll he can catch ur radiance... always hope to remove his rusty armor to kneel for ur crown.. envisaging a warm smile that comes from ur sweet cheek...
the moon always relieved when seeing u.. even only a glimpse of ur shadow...