December 29, 2013

Di Balik Kata 'Resolusi'

Kali ini mau iseng mengulas satu kata yang selalu marak terdengar di penghujung tahun, yaitu resolusi. Saat sedang menyusun script dan mencari tahu tentang makna kata ini, ada satu hal yang membuat saya tergelitik. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), resolusi adalah sebuah kata benda yang artinya putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yg ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal. Sebagai contoh: rapat akhirnya mengeluarkan suatu resolusi yang akan diajukan kepada pemerintah. Oleh karena itu, secara singkat definisi resolusi dalam bahasa Indonesia hanya terbatas sebagai risalah rapat, bukan tekad atau harapan yang selama ini diartikan oleh banyak orang.

Lalu, penggunaan kata resolusi dalam praktik berbahasa sehari-hari  ini menjadi salah? Hmmm, mari kita lihat dulu dari asal kata atau terminologinya. Kata resolusi berasal dari bahasa latin yang memiliki akar kata resolucioun, resolution yang masih serumpun dengan kata resolve dan memiliki pengertian a breaking into parts, process of reducing things into simpler forms, yang asal katanya adalah solving namun dalam hal menyelesaikan soal matematika. Sedangkan resolucioun sendiri memiliki arti the act of resolving or determining upon an action or course of action, method, procedure, etc. (Tindakan penyelesaian atau penentuan berdasarkan suatu tindakan atau tindakan, metode, prosedur, dll).

Dilihat dari definisinya baik secara istilah dan terminologi, maka penggunaan kata resolusi telah mengalami perluasan di masyarakat. Kata resolusi yang pada awalnya hanya digunakan sebagai permintaan atau tuntutan oleh rapat, kini diterapkan sebagai permintaan atau tuntutan yang diajukan kepada diri sendiri. Dilihat dari asal katanya, revolve dipandang lebih tepat untuk menggantikan kata resolve karena mengandung makna revolusi atau perubahan. Namun, menurut saya, apapun istilah yang dipakai, baik resolusi, revolusi, tekad, target, sasaran, maupun harapan, yang paling penting adalah bagaimana komitmen setiap pribadi untuk mencapai dan merealisasikannya.

Nah, selain definisi, ada satu hal lagi yang membuat saya mengernyitkan dahi. Berdasarkan Wikipedia, Resolusi Tahun Baru merupakan sebuah tradisi dimana seseorang berjanji untuk melakukan tindakan perbaikan diri yang dimulai pada tahun baru. Asal dari tradisi resolusi ini dimulai dari zaman Babilonia kuno dan bangsa Romawi, juga ada beberapa pandangan agama yang mendasarinya dan bisa dilihat di sini atau di sini.

Hmmm, bagaimana? *mengernyit* Berkaca dari sejarahnya, semoga niat mulia kita dalam mencita-citakan perbaikan dan kebaikan di setiap tahunnya tidak menjadi salah kaprah ya. Wallahu a'lam bis-shawab :)

Bismillah! :)

No comments: