February 21, 2014

STAN Peduli Sampah

Mari menolak lupa. Ada apa di tanggal 21 Februari?

Hayooo ada yang masih inget nggak? Tanggal 21 Februari ditetapkan sebagai Hari Peduli Sampah Nasional lho. Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional ini dipicu oleh tragedi longsor sampah di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat yang terjadi pada 21 Februari 2005 silam. Tragedi ini tercatat menewaskan hingga 143 warga yang tertimbun sampah dan mengubur 137 rumah di desa mereka :'(

Jadi inget sama banjir Jakarta yang terjadi akhir-akhir ini. Masalah utamanya kembali bermula dari sampah. Dalam sehari, Jakarta menghasilkan sekitar 6.500 ton sampah yang diproduksi oleh 14 juta penduduk pada siang hari dan 10 juta penduduk pada malam hari. Penduduk Jakarta dapat membangun 1 Candi Borobudur setiap 2 hari dari tumpukan sampah. Dalam setahun, kira-kira dapat terbangun 185 buah Candi Borobudur. Hmmm! (Volume Candi Borobudur adalah 55.000 m2). 

Tiap tahunnya, kota-kota di dunia menghasilkan sampah hingga 1,3 miliar ton. Diperkirakan oleh Bank Dunia, pada tahun 2025 jumlah ini bertambah hingga 2,2 miliar ton. Manajemen sampah yang buruk, terutama di negara-negara berkembang menjadi salah satu pemicunya. Di negara seperti Indonesia contohnya, angka pendaurulangan sampah termasuk rendah yakni di bawah 50 persen. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan juga masih memprihatinkan.

Nah, ini adalah kota-kota terbersih di dunia tahun 2013 dari peringkat 10 s.d. 1, yaitu:
10. Freinburg, Jerman
9. Singapura
8. Copenhagen, Denmark
7. Wellington, Selandia Baru
6. Kobe, Jepang
5. Ifrane, Maroko
4. Helsinki, Finlandia
3. Honolulu, Hawaii
2. Minneapolis, Amerika Serikat
1. Calgary, Kanada

Wow! Kalau berkaca dari negara tetangga kita Singapura, mereka punya teknologi yang bisa mengolah sampah menjadi bahan atau sejenis material pasir yang dihasilkan untuk tujuan memperluas wilayahnya. Brilliant! Sayangnya nih, 2 dari 10 tempat terpolusi di dunia ada di Indonesia yaitu Sungai Citarum dan Kalimantan sebagaimana dilansir oleh National Geographic. Dari hasil tes yang dilakukan di lokasi tersebut, air yang biasa diminum oleh warga di sekitar Sungai Citarum berada di level sangat berbahaya karena 1000 kali di atas standar berbahaya yang ditetapkan di Amerika Serikat!

Sayang sekali yaa jika notabene masyarakat yang sudah berpendidikan tinggi masih punya mindset 'buang sampah dimana aja'. Trus yang bikin miris, waktu saya pergi ke Mesjid Kubah Emas Depok yang indaaah sekali, eh ada aja ibu-ibu yang masih tega buang sampah sembarangan, membiarkan atau menyuruh anaknya buang sampah gitu aja. Padahal kebersihan itu sebagian dari iman lhooo. Dan memang bener, hidup bersih itu harus dimulai sejak usia dini, dan dari ibunya. Jadi perempuan yang suka kebersihan yuuuk.

***

Lalu apa hubungan artikel di atas dengan STAN? Supaya kita bisa membuka mata dan peduli bahwa hal-hal besar dimulai dari hal-hal kecil di sekitar kita. You are what you do! Selain gerakan anti rokok, kita juga butuh gerakan keren dan bangga nggak buang sampah sembarangan di kampus. Baik itu di laci kelas, di lantai, juga di kantin. Sedih aja kalau masuk kelas eh ada berbagai plastik bungkus makanan atau botol minuman yang dibiarkan gitu aja. Mulai dari diri sendiri yuuuk. Masa tega mengotori kampus kita rumah kita sendiri. 

Setuju? ;)

***

Artikel ini terinspirasi dari tema yang pernah dikupas oleh Radio Blast. Walaupun sering terkena scriptwriter's block, tapi salah satu kebahagiaan jadi penulis script adalah bisa menyebarkan ide yang sudah lamaaa tertanam di pikiran ke banyak orang. Dan, tentang sampah salah satunya :)

2 comments:

ibotkeli said...

Baru tahu ada kota di Maroko masuk peringkat-5. Hebat!
Btw moga2 STAN selalu bersih, Bintaronya sendiri jorok soalnya. :)

@chabadres said...

hehe iyaa kapan yaa kota di Indonesia bisa masuk list kota terbersih :( smoga semakin banyak generasi muda yang peduli, yay!