May 31, 2014

Self Note: Test Food dan Cerita di Baliknya

Jadi malam ini baru saja selesai test food Chikal Catering di Gedung Sasana Utomo, TMII. Setelah ngobrol sama PIC-nya, keliling-keliling, dan nyicip makanan eh baru berasa ada yang janggal... bener aja, hape nggak ada di genggaman, di saku, juga di tas. Dihubungi berkali-kali sama si cami eh hapenya udah nggak aktif, ditanya ke masnya dia juga bingung, saya tetep kekeuh nyari dan yakin hape itu masih ada, berkali-kali coba telpon ulang sampai si cami langsung bilang, "Ya udah, mau bilang apa, ikhlasin aja"

Huhu, saya sebel banget. Langsung keluar dari gedung dengan keadaan hati yang serba nggak enak. Soalnya hape satu-satunya itu memang bernilai banget buat saya, terutama buat perkuliahan yang nota bene semua aktivitas kuliah diumumkan via whatsapp, foto-foto yang memorable dan belum sempet di back-up, kontak-kontak penting dan nilai historis di balik hape itu yang diperoleh penuh perjuangan.

Si cami bilang lagi, "Nangis pun nggak akan ketemu. Baru kehilangan barang, bisa diganti, belum orang. Udah, ikhlas"

Ternyata ilmu ikhlas itu susaaaah. Saya masih sering ngedoain yang jelek buat orang yang jahat sama saya huhuhuhu. Baru begini doang yaaa padahal. Keciiiil ini mah. Malu :(

Dan, Masya Allah, sepanjang perjalanan pulang pikiran saya kemana-mana. Berasa mimpi! Merenuuuung sepanjang jalan mulai dari mau nangis, merengut, sampai bisa ketawa lagi. Mungkin, kita memang tidak boleh mencintai sesuatu barang sampai barang itu menjauhkan kita dari Sang Pencipta, bangun tidur yang dilihat notif hape bukan langsung subuhan, jadi suka menunda tugas dan ibadah karena asyik chat dan melototin timeline. Mungkin, Allah sedang cemburu karena saya lalai, karena Dia sangat sayang saya.

Berbekal pikiran itu, hati jadi lebih tenang. Jika demikian, mungkin memang lebih baik Allah mengambil kembali titipan itu dari tangan saya. Setelah itu saya lebih ikhlas, dan bisa memikirkan setelah ini harus melakukan apa.

Jadi mulai hari ini dan beberapa hari ke depan (sampai waktu yang tidak ditentukan), saya vakum dulu dari dunia smartphone, belajar menabung kangen, dan kembali ke hape seratus ribuan yang masih ada di lemari. LOL. Yang penting bisa nelpon mama, nelpon cami, sms murid-murid, itu aja dulu. Notif dari grup kelas tanya via tetangga sebelah kamar dulu, setelah itu pelan-pelan ngurus kehilangan kartu di galeri terdekat.

Arggghhhhh, belum bisa nelpon mama dan ngirim pesan ga penting ke cami. Ya Allah berasa sepiiiii..... :') *hug me Rabb*

No comments: