June 22, 2014

Jangan Kalah Sama Hujan Bulan Juni :D

Jadi yang tertuang dalam puisi Sapardi Djoko Damono bahwa tiada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni itu memang tepat. Masya Allah, Juni ini panas beneeeerrrr sepertinya sang hujan memang disuruh bersabar untuk menikmati indahnya terjun dari angkasa. Jalan kaki bolak balik ke kampus tanpa sun block dan persiapan hunting setiap weekend bikin nggak boleh takut sama matahari, yuhuuuuu calon pengantin jadi eksotis.............................. *menghibur diri* *nelen vitamin E*

Alhamdulillah, masalah catering udah kelar, malem-malem diniatin di tengah-tengah UTS ke kantornya Chikal buat fix-in daftar dan saat itu pula udah milih baju pengantin, biar ga keduluan diambil orang katanya aih persaingan di Jakarta ini yaa. Pulangnya nggak boleh tidur sampai pagi soalnya masih harus belajar buat ujian jam 8. Alhamdulillah, abis ujian terakhir langsung hibernasi. Sebelum UTS sempet kena serangan tension headache, sakit beneeeer kepala belakang. Solusinya cuma tidur dan nggak kelaperan. Diserang gatal-gatal dan nyeri di jari tangan dan kaki pula. Ternyata akibat kaki terendam banjir cukup lama waktu perjalanan ke Depok dan kondisi badan lagi nggak fit. Langsung disuruh minum dexamethasone biar kulit terselamatkan, duh.

Undangan juga udah nemu yang pas di harga dan di hati. Setelah tiga kali hunting undangan dong, Pasar Tebet, Blok M, lalu Pasar Tebet lagi dan dapat rekomendasi dari temen-temen *kalau dapet undangan sekarang yang diliat percetakannya apa zzz* benarlah kalau Pasar Tebet itu surganya undangan! Walaupun jauh tapi harga miring, kualitas bagus, dan modelnya lucu-lucu. Pas banget yang saya mau dan dia juga sama, senangnyaaaa. Akhirnya, udah jatuh hati sama Abadi Printing. Udah lega rasanya, masya Allah.

Sampai sekarang selalu percaya bahwa doa mama yang bikin saya kuat, yang bikin hal nggak mungkin menjadi mungkin. Mempersiapkan dan merencanakan semua berdua ituuuu berkah sekaligus tantangan. Seneng sekaliii dikasih kepercayaan buat melakukan dan menentukan sendiri, aaaaaah ya Allah mudahkanlah. UTS juga sudah berakhir. Ini semester yang paling random, tapi saya malah paling menikmati proses belajar di UTS kali ini. Dan saya punya temen-temen yang baiiiiik banget, yang bikin saya normal dan tetap ceria dalam rasa frustasi. LOL.

Banyak perjuangannya, banyak suka dukanya tapiiii lebih banyak suka dan syukurnya, namanya juga memperjuangkan sesuatu yang berharga, jadi ayo tetap semangat. Aroma Ramadhan mulai tercium, Ramadhan kedelapan di rantau!  :)

No comments: