July 2, 2014

Mimpi Besar SMI

Ibu Sri Muliani adalah salah satu tokoh yang selalu membuat saya percaya bahwa masih ada orang baik yang bisa memimpin negeri ini. Beliau adalah pemimpin yang sangat cerdas dan berintegritas, berani melakukan reformasi birokrasi besar-besaran di Kementerian Keuangan, sayang banget sama STAN, dan punya banyak jasa dan pemikiran untuk menjaga dan menyelamatkan kesinambungan fiskal. Di antaranya, kebijakan melunasi utang kepada IMF sampai pada titik IMF tidak lagi mempunyai bargaining position di Indonesia dan kebijakan menutup defisit APBN dan kebutuhan kas jangka pendek dengan instrumen pembiayaan dalam negeri seperti SUN yang menggunakan mata uang Rupiah.

Dua mimpi besar SMI yang belum terwujud sampai saat ini adalah:

Pertama, kinerja keuangan pemerintah tidak diukur berdasarkan penyerapan. Bayangkan di akhir tahun kita berlomba-lomba menghabiskan pundi-pundi anggaran untuk melakukan pengadaan dan memperkaya pihak ketiga tanpa mempertimbangkan efisiensi dan apa output/outcome dari anggaran yang telah digunakan. Setiap satker khawatir dengan sanksi pemotongan anggaran jika anggaran tidak terserap hampir seluruhnya. Performance based budgeting masih jauh dari harapan.

Kedua, pelunasan utang sekian generasi yang jumlahnya luar biasa hampir sepertiga dari PDB Indonesia dengan konsep "gotong royong sumbangan warga Indonesia" seperti yang berhasil diterapkan di Iran. Bayangkan jika setiap orang secara serentak menyumbang sebesar 10.000 rupiah saja setiap bulan, bayangkan dampaknya... terutama terhadap sense of belonging pada negeri ini. Jika dihitung mungkin tidak bisa terlunasi dalam sekian tahun, tapi dampak psikologisnya sangat luar biasa. Still, maybe it is just a dream.

Satu kalimat indah yang saya selalu ingat tentang beliau, "Jangan berhenti mencintai negeri ini"

Just, don't...... :')

No comments: