August 11, 2014

Home For Me is Where You Are

Lebaran kali ini berbeda. Tidak lagi tentang pakaian, kue, atau kata maaf yang hanya jadi budaya. Lebaran kali ini tentang mereka, tentang aku dan perasaanku yang hilir mudik bersamaan dengan waktu.

Pagi itu, aku dan ayah duduk di meja makan, kami mengobrol panjang setelah sarapan. Ada sajian air mata yang kutelan pelan-pelan di setiap pesan hidup yang dia katakan. Atau rendang daging kesukaan yang dia beli tergesa-gesa menjelang pulang. Atau kerinduannya mengajak sang anak perempuan berkeliling menikmati malam. Atau kebiasaannya mengejar bayanganku hingga tak terlihat memasuki ruang tunggu keberangkatan. Hingga aku tak perlu ragu bahwa apapun yang terjadi aku tetap menjadi gadis kecilnya yang dia cintai selamanya.


Malam itu, aku tidur memeluk ibu dan memohon pada waktu untuk membeku. Namun malam begitu egois, dia tak mau tahu, hingga menyuruh pagi datang terburu-buru. Lalu kami berjalan-jalan seperti sahabat dekat, dia begitu rindu ditemani seperti ini. Tak pernah terlihat kantuk melekat di wajahnya, lelah yang menggigit bahunya, tertutupi kasih sayang dan dedikasinya yang begitu besar, atau doa yang melulu tentang kebahagiaanku di sepanjang sujud dan kesempatan.


Terima kasih telah menjadi anugerah terindah dalam hidupku, semoga kalian sehat dan tersenyum selalu. Teruntuk adikku, terima kasih telah menjadi adik dan penjaga yang baik. We love you, always and always.

No comments: