November 4, 2014

01.11.14

Segala puji bagi Allah. Akhirnya hari yang dinanti-nantikan sejak sekian lama itu tiba. Bersyukur banget karena ketakutan-ketakutan yang muncul telah dijawab oleh doa-doa, semua yang dipersiapkan berjalan lancar, dan keluarga serta teman-teman banyak yang ikut hadir untuk turut berbahagia dan bersedia kami repotkan. Terima kasih..... :)


Sehari sebelum hari H saya masih kuliah, LOL. Sorenya packing, malemnya cek gedung dan menginap di hotel, peluk-pelukan sama mama eh ga terasa sudah subuh. Bersiap-siap lalu berangkat ke gedung untuk make-up, sejak pagi jantung saya sudah berdegup hebat dan seluruh tubuh bergetar dahsyat. Ini seperti mimpi, tapi ini nyata.

Sebelum prosesi ijab kabul, saya disembunyikan di ruang rias. Orang tua dan penghulu datang untuk melaksanakan prosesi izin dari calon mempelai wanita. Saya tak bisa menahan tangis, melihat wajah abah dan mama, butir-butir air mata jatuh bulat-bulat, saya memeluk mereka berdua. Dalam hati, saya berjanji hubungan kami tidak akan ada yang berubah sampai kapanpun. Saya tetap anak kecil mereka.

Mendengar sayup-sayup suara ijab kabul membuat saya harap-harap cemas. Alhamdulillah, lancar dan setelah itu rasanya beban yang berat lepas dari pundak. Alhamdulillah, sah. Suasana saat itu hikmat dan sangat sendu. Tak henti-henti mengucap syukur.




Terima kasih buat Chikal Catering yang telah meng-organize acara saya dengan baik mulai dari makanan, hiburan, dekorasi, dokumentasi, sampai busana. Tidak menyangka kami berdua bisa mempersiapkan ini semua.


Kasih sayang Allah begitu besar. Ini awal hidup yang baru. Bismillah.

4 comments:

ryan scheineder said...

wah selamat ya mbak. :) blogwalking :D

Ariza said...

Baru ke blog nya Icha. Telat banget, maaf yaa.. Selamat menikah! Semoga tambah kuat tiap harinya, selalu bahagia! :)

@chabadres said...

makasih mas ryan :)

Aamiiin, iyaa harus kuat. Makasih mama Aruna yang inspiring :*

Isyaana Nana said...

Cantik..
Ichaa selamat y..
Bahagia selalu..