November 18, 2014

The Days After

Sudah hampir tiga minggu menjadi istri *ngik* Awalnya berasa awkward karena tiba-tiba status berubah dari pacar menjadi istri, huhu. Tapi ternyata nggak sesulit itu, karena kami sudah kenal cukup lama, it's like marrying my best friend. Seru dan menyenangkan :)

Kalau ditanya apa yang paling terasa setelah menikah? Tenang, tenang banget rasanya. Mungkin itu maksudnya menggenapkan separuh agama. Pikiran bebas dari galau yang tidak perlu, bisa ketemu setiap hari, dan saya sekarang selalu punya alasan untuk pulang. I've found my home. Because home for me is where you are.

It's not easy but it's not that hard. Dulu saya paling khawatir kehilangan cinta orang tua, ternyata tidak. Tidak ada yang berubah. Saya malah punya orang tua baru dan keluarga baru. Dulu saya khawatir kehilangan waktu belajar, ternyata tidak. Saya punya me-time yang lebih dari cukup, punya ruang belajar, dan pikiran yang lebih fokus karena kegundahan itu telah berlalu. Kalaupun kangen, malemnya juga ketemu lagi :)

I surprise myself these days. Seneeeng banget tiap hari bisa belajar masak sendiri sampai udah ga selera lagi beli di luar karena ternyata makanan sendiri lebih enak dan sehat XD *ngek* Saya percaya bahwa setiap hal itu bisa dilakukan kalau memang mau untuk melakukannya. Ga nyangka banget saya yang dulu ga pernah megang ikan mentah dan ga bisa bedain biji pala dan kemiri, sekarang bisa belanja ke pasar, bersihin ikan, cumi, udang, ayam pakai tangan sendiri dan mengolah bumbu. TERIMA KASIH PADA GOOGLE.

Bersyukur banget karena di D4 ini saya punya waktu yang fleksibel, terutama ngerasain jadi ibu rumah tangga *ngok* Lumayan juga banyak beraktivitas dan bersih-bersih sendiri bisa jadi pengganti olahraga, yay. Di titik ini saya sadar bahwa yang sudah mama saya lakukan selama ini sangat sangat sangat luar biasa. Ini pekerjaan seumur hidup.

Dulu saya juga takut bahwa menikah akan membuat saya kehilangan teman-teman. Ternyata tidak, tidak sama sekali. Tambahannya kini saya punya teman hidup, teman berbagi, imam yang membimbing, yang menguatkan, dan rekan untuk sama-sama menggapai mimpi.

Tidak ada yang lebih baik dari ini. Smoga Allah senantiasa melimpahkan keberkahan. Aamiiin.

3 comments:

eL^^ said...

Selamat ya ica, barokalloh...

Safruz Zamal said...

Sakinah, mawaddah, warahmah....

@chabadres said...

Aamiiin, terima kasih doanya :)