December 15, 2014

Kampung Kedua :D

Akhirnya bisa menginjakkan kaki di kampung halaman suami yakni Singkawang, Kalimantan Barat. Pas banget saya sedang libur beberapa hari pasca UTS, dan yeayyy ini pertama kalinya berkenalan dengan keluarga besar, nervous! Jadi, kemana saja saya selama 5 hari disana?

Penerbangan Jakarta-Pontianak membutuhkan waktu 1,5 jam, dilanjutkan dengan perjalanan darat Pontianak-Singkawang selama 4 jam. Seneeeng banget lihat masih banyak pohon-pohon dan bukit-bukit di sepanjang perjalanan, hahaha. Di pertengahan perjalanan, kami singgah di kampung Peniti, di kampung ini terkenal dengan makanan khasnya yaitu pengkang. Pengkang ini sejenis nasi ketan dicampur ebi yang dilapisi daun dibentuk segitiga lalu dijepit dan dibakar, rasanya seperti lemper. Biasanya pengkang dimakan dengan sambal kepah dan sate kerang. Rasanya enaaak, padahal sejujurnya saya nggak suka kepah dan kerang, tapi ternyata enaaaak.

Di Singkawang saya menyempatkan diri main ke sawah di belakang rumah. Bahagia bangeeet lihat hamparan hijau sawah hahaha dan bisa main di sekelilingnya. Berasa hiduuuuuup. Saya juga pergi ke Bukit Roban, tidak menyangka bisa naik sampai ke puncaknya walaupun beberapa langkah harus berhenti sebentar dan sandal jepitnya putus. PRESTASI BANGET bisa mencapai puncak. Di depan Bukit Roban ada klenteng. Di Singkawang memang banyak banget klenteng. Selain Bukit Roban, bukit yang terkenal lainnya adalah Bukit Jempol. Di bukit ini kita bisa menyentuh awan, tapi mendakinya butuh waktu 3 jam. Aaaak pingin, semoga kapan-kapan bisa kesana lagi.

Hamparan sawah hohoho

Duoselfie XD

Klenteng di depan Bukit Roban

Pohon-pohon menjulang

Pemandangan dari puncak, yeaaay

Selain muter-muter Singkawang saya juga pergi ke Sambas. Butuh 1,5-2 jam perjalanan darat dari Singkawang. Sambas merupakan penghasil utama jeruk Pontianak lhooo, ternyata jeruk Pontianak bukan dari Pontianak haha. Di Sambas, saya diajak berkeliling ke rumah keluarga besar, seperti lebaran karena kami datang dari satu rumah ke rumah yang lain. Saya harus belajar bahasa Melayu Kalimantan hahaha kalau mendengar ngerti sih tapi kalau ngomongnya biar lancar masih susah. Mirip-mirip bahasa Medan lah XD

Tapi nggak sempat ke pantai, karena saat itu Singkawang lagi sering hujan huhuhu tapi akhirnya bisa juga singgah di Pulau Simping. Terdapat papan petunjuk yang menyebutkan bahwa Pulau Simping telah diakui oleh PBB sebagai pulau terkecil di dunia. Sayangnya, area wisata ini sudah ditutup dan jembatan menuju kesananya juga sudah rusak huhuhu.

Di depan Pulau Simping

Dan terakhir... tidak lengkap tanpa wisata kuliner. Berat badan nambah diisi beberapa kilogram kebahagiaan, yesss, diet bubar. Makanan di sini pas dengan lidah saya, karena memang dasarnya makanan Melayu. Yang paling khas adalah bubur nasi, enak bangeeet, bubur dengan kuah sup, daging sapi, teri dan kacang, taburan emping, daun bawang, dan seledri. Lalu ada bubur tahu, es jeruk kecik, apam pinang, kwetiau sapi, dan kue-kue khas lainnya seperti pastel yang diisi dengan irisan bengkuang, tapi enak deh.

Beberapa jam sebelum kepulangan, saya dipaksa untuk "kencan buta" dengan sepupu saya. Ternyata saya punya sepupu yang juga Badres di Pontianak hahaha dan akhirnya baru pertama kali kami bisa bertemu. Sepupu saya dan suaminya ini membuka warung makan spesial Arab di Pontianak, namanya warung Abah bertempat di Jalan HOS Cokroaminoto dekat Pasar Mawar (promosi hihi). Di sana kami disajikan nasi kapsah, nasi khas Arab dengan daging kambing goreng. Mantaaaap.

Menyenangkan rasanya punya kampung kedua, punya orang tua kedua, punya keluarga baru. Semoga lain kali bisa muter-muter yang lebih seru. Refresh!

Terims kasih Mamak dan Bapak :)

No comments: