January 15, 2015

Menyapa 2015!

Hello! Tulisan yang sangat terlambat untuk menyapa 2015 ya >.<

Saya berjanji untuk menulis lagi setelah proposal penelitian saya selesai. Tapi ternyata ada yang lebih penting dari "selesai", yakni tentang "saya tertarik dan saya ingin benar-benar melanjutkannya". Ini yang tidak mudah. Semoga seiring berjalannya waktu dan hobi melamun saya yang tak habis-habisnya, ada ide baru yang bisa muncul. Saya sadar saya juga kehilangan banyak waktu membaca. Bukan kehilangan mungkin, tapi di sela-sela kewajiban, saya yang tidak meluangkan. Buku baru apa yang sudah saya baca di tahun 2015? :(

seorang sahabat memberi tantangan ini :)

Bicara tentang hobi, saya suka melamun dan mengamati orang. Anggap saja ini sisi menyenangkan orang introvert yang bisa sangat berbahagia walau hanya melihat pelangi di sore hari, lalu berloncatan semacam fiksi di dalam pikiran saya, salah satunya untuk menulis postingan ini. Di balik keanehan itu, syukurlah, kadar "tidak enakan" dan "merasa bersalah" saya yang keterlaluan mulai sembuh pelan-pelan. I have an excuse not to do it. Ini yang saya butuhkan.

Saya selalu iri dengan dua tipe orang, orang yang berani dan orang yang tahu tentang apa yang dia inginkan. Saya bukan kedua-duanya, padahal kedua hal itu yang menurut saya sebagai unsur penting dari keberhasilan. Selama ini, saya hanya melakukan apa yang harus saya lakukan, bukan yang ingin saya lakukan. Dan tidak berani. Saya sedang belajar untuk itu. Menikah membuat saya banyak sekali belajar merevisi sudut pandang saya tentang hidup.

Tahun 2015 dimulai dengan cukup baik, ikan bawal goreng saya (yang sudah dua kali gagal) bisa tersaji dengan renyah dan bisa lepas dari kutukan bolu kukus: akhirnya bolu kukus saya mekar. Hanya butuh belajar sedikit lagi menggunakan oven listrik supaya bisa bikin cookies dan black forest yang enak. Terima kasih banyak buat teman-teman sekelas saya yang baiknya kebangetan memberi hadiah peralatan masak yang lengkap banget :')

Waktu berjalan dengan sangat cepat akhir-akhir ini ya? Padahal kecepatan rotasi bumi juga segitu-segitu saja, bahkan tahun 2015 akan terjadi kabisat waktu artinya waktu akan lebih lambat 1 detik dari tahun sebelumnya (oke, 1 detik). Sudah hampir 2 tahun saya berada di kampus, artinya 2 tahun juga merasa lebih awet muda. Di tempat ini saya banyak tahu hal baru, tertawa, dan mengenal teman-teman yang hebat dengan caranya masing-masing.

Tentang resolusi? Saya sadar bahwa resolusi yang pernah saya buat di tahun-tahun sebelumnya itu salah kaprah. Kalau kata dosen saya, sasaran itu haruslah SMART (Specific-Measurable-Achievable-Rational-Time), sementara resolusi saya yang selalu mengandung unsur "tambah rajin, tambah sabar, blablabla" dan sebagainya sangat tidak terukur, apa yang mau saya capai? Satu-satunya resolusi saya yang terukur hanyalah kembali kuliah. Selain itu, harus saya revisi ulang. Saya menyadari itu saat suami saya meminta untuk menuliskan mimpi-mimpi saya. Ternyata mimpi-mimpi saya sangat kecil, bahkan saya tidak tahu apa mimpi saya, apa sebenarnya yang ingin saya capai. Bukan yang sudah memang seharusnya dicapai. Bukan mimpi tentang naik pangkat atau lulus kuliah, tapi tentang sesuatu yang benar-benar saya inginkan.

Pada akhirnya, syukur sebesar-besarnya kepada Allah atas semua kemudahan dan kesempatan yang Dia berikan. Sudah lama juga tidak pulang, liburan nanti harus pulang! :)

picture: from google

2 comments:

TW_4 said...

ga tertantang buat coba bercocok tanam deket rumah, Mbak? :D
berkebun itu selain ada unsur seni sama ekonominya, jg bagus buat ngelatih kesabaran dan kepekaan. #menurutku sih.

Alamanda said...

Hmm, semoga kita semua bisa benar-benar mewujudkan resolusi di tahun yang baru ini ya sist. Nice sharing ^^