April 3, 2015

Honeymoon Backpacker: Preparation 2

Sebut saja honeymoon. Karena sejak menikah kami memang belum jalan-jalan berdua yang serius sebagaimana newlywed biasanya. Dua hari setelah hari pernikahan saya sudah masuk kuliah, pindahan, cukup lelah mengurus ini itu, dan harus menata ulang tabungan yang tinggal remah-remah *LOL* - alhamdulillah akhirnya masa itu datang juga. Jalan-jalan! :)

Setelah pernyataan spontan itu terlontar, kami langsung browsing tiket - antara musim semi atau musim gugur karena Jepang paling indah untuk dikunjungi.

"Kenapa ga musim gugur aja? Bulan November nih, murah"

"Kelamaan, mau lihat sakura"

"Oke". Saya cuma bisa matung, antara nervous, menggigil, dan senang. Overexcited!

Setelah beberapa jam berburu tiket antara Jet Star dan Air Asia di sela-sela jam kantor dan saya yang lagi kuliah, akhirnya diputuskan berangkat tanggal 11 April 2015 dan pulang tanggal 19 April 2015 dengan Air Asia. Pas banget, saat itu Air Asia lagi promo murah meriah. Masa-masa berburu tiket itu bikin nggak tenang, karena harga bisa naik turun seenaknya kayak harga saham dalam hitungan menit. And, we got it! Total sekali terbang nggak sampai 2 juta rupiah, CGK-KUL dan KUL-NRT.

"Pas nggak berangkat tanggal segitu? Gimana kuliah?"

"Insya Allah belum seminar outline, sebelum tanggal itu aku maksimalin bimbingan. Kamu dapat cuti nggak?"

"Gampang. Jadi nih pesan tiketnya?"

"Bismillah! Mau nangis"

"Bismillah!"

"Jadi kita ke Jepang?"

"Insya Allah, kita ke Jepang!"

Sejak hari itu rasanya hidup jadi lebih hidup. Manusia memang butuh cita-cita ya buat bertumbuh.

No comments: