July 26, 2016

Motherhood #4: Mudik Pertama Biya

1 Juli 2016.

Cihuuuuy waktunya mudik! Kalau diingat lagi, rasanya nggak punya rencana akan mudik di tanggal 1 Juli. Kami memang belum berburu tiket murah sejak jauh-jauh hari, dan benar aja semakin mendekati lebaran harga tiket sudah beranjak hampir mencapai 1x gaji pokok, hiks. Tapiii nggak disangka kami berhasil dapat tiket muraaaah dengan promo BRI (nyebut merk) bersama Garuda yang harganya hanya 500 ribu sajaaaa buat ke Medan di tanggal 1 Juli. Alhamdulillah, rezeki bayik :)))

Sudah 1 tahun lebiiiih ga pulang ke Medan. Super excited! Apalagi kali ini bawa oleh-oleh cucu hehehe. Tanggal 1 Juli saya sudah cuti dan baru sempat packing pagi itu juga haha. Bawa koper, tas travelling bayi, tas ASI, kasur lipat bayi berkelambu, sampai bawa kursi mandi bayi. Supaya nanti nggak kerepotan di rumah Medan hehe.

Suami kerja setengah hari trus izin pulang lebih cepat. Sampai di rumah jam setengah 3 sore, sementara pesawat berangkat jam 5 sore dong. Uber sudah menunggu. 

Alhamdulillah, nggak macet dan jam 4 sore kami tiba di bandara. Langsung check in, dan bawaan tambah banyak karena dapat 3 goody bag dari promo hemat BRI haha. Suami bagian angkat ini itu sementara saya bagian gendong Biya yang lumayan juga bikin lengan berotot hehehe.

NERVOUS. Iyaaa, pertama kali bawa baby naik pesawat. Semoga nggak rewel, semoga nggak nangis kenceeeng. Ingat banget dulu waktu belum nikah sering heran sama orang-orang yang bayinya nangis. Dan, ternyata sekarang "I've been walking in their shoes!". Kita cuma bisa menghakimi sebelum merasakan hal tersebut yaa :)

Biya harus duduk dipangku selama take off dan landing pakai sabuk pengaman. Haha, bener saja dia nggak betah duduk diam lama-lama. Saya tanya ke pramugari, "boleh saya susuin ga?". Nggak boleh, nanti bisa tersedak. Khawatir kalau telinganya sakit saat take off, saya tutup telinganya dengan earmuff yang kegedean sambil nonton video anak-anak (yang kalau sehari-hari saya nggak pernah bolehin Biya nonton tivi). Apa boleh buat haha, Biya anteng dan malah ketawa sendiri. Setelah itu Biya haus, minum, dan tidur sampai pesawat mendarat. Alhamdulillah, satu tantangan berakhir hehe.

Pesawat mendarat di bandara Kualanamu pukul setengah 8 malam. Lanjut ambil bagasi dan pesan kereta bandara menuju kota. Di kereta, Biya nggak bisa diam. Ngoceh terus hahahihi akhirnya jadi perhatian orang-orang deh :)))

Sampai di kota Medan pukul setengah 10 malam, dan masih lanjut naik taksi ke rumah. Hehe, perjalanan panjang ya Nak. Di rumah, kami disambut oleh senyuman Mama, Abah, dan adek. Sudah satu tahun lebih ya Allah nggak ketemu Abah. Kangennyaaaa......

***

Alhamdulillah, masih sempat merasakan puasa di Medan (yang panasnya mantap!), kumpul keluarga di hari lebaran, dan makan yang enak-enak. Kalau kata suami, "Sejak melahirkan Icha telah berubah, makannya banyak!". Ya iyalah, laper teruuus tapi timbangan malah ga geser ke kanan. Berkah menyusui hihihi.

Di hari lebaran, saya juga mengajak suami dan Biya ke mesjid raya Medan. Biar sah gitu jadi anak Medan hehehe. Tapi, ada satu yang kurang, sampai sekarang suami nggak mau naik becak motor Medan. Haha, penguasa jalanan banget tuh kayaknya becak motor.

Muka ayah serius banget :v

Jujur aja, dalam hati saya masih kangen kelonan sama Mama hehe. Tapi, ada bayik yang pingin kelonan juga sama saya, jadinya malu sendiri deh hehe. Kangeeeen banget. Apalagi melihat Mama dan Abah semakin bertambah usia... semoga Allah senantiasa melimpahkan kesehatan dan kebahagiaan di hari-hari mereka. Aamiiin.

Adek sudah mau masuk kuliah. Nggak nyangka yaa anak kecil ini sudah beranjak dewasa. Sekarang tugas adek untuk menjaga Mama dan Abah di rumah. Belajar yang baik ya dek...

Sukses gendong bayi pertama kali ya dek :p

***

Tanggal 9 Juli, saya harus kembali ke perantauan. Waktu cepaaat sekali berlalu. Seperti biasa, saya nangis sampai sesenggukan.... nggak tau kapan lagi ya bisa bertemu mereka, sedihnyaaa. Semoga bisa dapat kesempatan dinas ke Medan hehe bawa bayik deh saya kalau dinas bonus pulang kampung hihi.


Kangennn

Di bandara Kualanamu, Biya selaku dapat bonus ciuman dari petugas setiap melewati x-ray gate. Waduh hehehe. Pesawat kami berangkat pukul 6 sore dan saya tidak nervous lagi bawa bayik masuk pesawat. Seneeeng Biya ga rewel sama sekali. Anak pintar Mama :*

Tiba di bandara Soetta pukul setengah 9 malam, langsung pesan Uber dan eh...... mister Uber nggak datang-datang, malah ada notifikasi bahwa driver sudah mengantar kami tiba sampai tujuan. Hilang deh voucher Uber saya hihhh ternyata ada juga yaa driver model begini. Bahaya banget kalau yang bayar pakai kartu kredit. Langsung saya lapor ke cs Uber.

Tidak beberapa lama, kami mendapatkan driver yang lain. Perjalanan panjang lagi ya Nak, Biya tertidur selama menuju rumah. Alhamdulillah.... home sweet home. Selamat datang cucian kotor hehehe.

***

2 comments:

bunda rizma said...

memang kalau saat kembali dari pulang kampung rasanya sedih.
btw, baru liat biya, nggemesin banget!

@chabadres said...

Makasiiiih bunda rizma. Seneeeng deh baca blognya hehe.