May 20, 2017

Terbang Berdua Bayi

Hehe, mungkin lebih tepatnya bukan bayi ya, tapi batita alias toddler!

Nah, ini yang ditunggu tunggu... alhamdulillah dikasih kesempatan dinas luar ke kampung halaman, jadinya dinas rasa mudik hehe. Pas banget udah hampir setahun nggak pulang dan lebaran kali ini giliran ke kampung suami.

Tapi yang bikin deg degan adalah ini pertama kali saya bakal naik pesawat nggak didampingi teman atau suami, yaitu berdua sama Biya doang. Apalagi Biya udah jumpalitan, kalau masih bayi tinggal disusuin dan tidur deh... sekarang lebih menantang, gimana kalau dia tantrum, rewel, atau saya kerepotan. Hmmm, bismillah terima tantangan!

Strategi pertama adalah meminimalkan barang bawaan, cukup satu koper kecil dan satu ransel. Tambah si kecil digendong di depan sudah cukup membuat sakit punggung yang nikmat hehehe.


Strategi kedua adalah alihkan perhatian supaya doi nggak bosan, karena bosan = rewel = nangis kejer = mama panik. Bawa biskuit dan mainan kesukaan si kecil, kasih tontonan yang menarik selama di pesawat, atau kalau lampu kenakan sabuk pengaman sudah dipadamkan boleh deh si anak bayik berdiri di lorong atau di depan kita (kebetulan dikasih seat paling depan jadinya punya space kaki lebih luas).

Strategi ketiga dan yang paling ampuh, sedia apron dan susuin, Biya langsung bobo selama di perjalanan, dan mama bisa nonton, tidur, serta makan dengan tenang. Kemarin, Biya rewel karena ngantuk setelah setengah perjalanan... dan nggak enaknya pulang pergi duduk bersebelahan dengan bapak-bapak. Tapi demi kebaikan bersama, langsung buka apron dan stay cool... tatap layar monitor di depan, nggak usah liat kiri kanan seakan nggak ada yang terjadi hehe.

Strategi keempat, setelah pesawat landing dan mau berhenti langsung masukin kaki anak ke gendongan, pasang perekat gendongan di pinggang, dan langsung bisa berdiri bawa bayi, ambil barang di kabin, cus antri keluar pesawat, nggak pakai lama.

Strategi kelima, percaya diri dan berdoa. Rasanya luar biasa, mama naik level!

Pengalaman kemarin, alhamdulillah terbang bersama Biya selalu dimudahkan... ada pramugari yang membantu, ada penumpang yang ikut bersimpati (atau menatap kasihan hehe), dan sejauh ini, Biya tambah asik diajak pergi. Bonding mama dan Biya pun jadi sangaaaat kuat.

I love youuu Biya, makasih yaaa sudah menjadi anak yang baik dan pengertian. Kerjaan mama lancar dan bisa temu kangen sama Jidah dan Jid ♡

No comments: