November 7, 2016

Terima Kasih

Perjalanan pulang ke rumah di saat harus pulang lebih larut dari biasanya adalah perjalanan yang terasa seperti selamanya. Malam terlalu dingin, rintik hujan terlalu tajam, dan setengah jam di kereta itu terlalu lama untuk menggadai rindu. Tak sabar lengan memeluk, tak sabar mata menatap, dan tak kuasa hati terus menawar rasa bersalah.

Sepasang mata yang lugu itu masih menunggu. Dia bersorak meminta dekap.

Hikmat, dekap yang hikmat. Damai, inilai damai. Ada satu dua tetes yang jatuh di kepalanya yang mungil. Sesekali jemarinya berdansa di wajah sambil menjemput lelap.

Masih ada selembar pesan yang tersimpan di atas meja ruang tamu. Selembar pesan untuk ibu yang sungguh tak sempurna dan sering tersedu.


Terima kasih. Terima kasih sudah menjadi malaikatku di bumi. Semoga langkah-langkah kecil ini bernilai ibadah, karena tak pernah ada surgaku tanpa ridhomu.

November 6, 2016

IELTS Test

Akhirnyaaa bisa dapat kesempatan untuk ikut diklat persiapan IELTS selama 3 hari, tepatnya tanggal 26-28 Oktober 2016 di IDP Kuningan. Seneeeng karena bisa rileks sejenak dari aktivitas kantor, kumpul dengan teman-teman, sambil belajar bareng. Kalau lagi jauh dari kantor gini pasti yang dipikirin gimana caranya pumping hehehe. Ini jadi pengalaman pertama saya untuk pumping di toilet, bersyukur banget punya kantor yang busui friendly dengan ruang laktasi yang sangat nyaman.

Diklat dilaksanakan mulai pukul 9 pagi sampai 5 sore, alhasil saya sampai rumah pun lebih larut dari biasanya - karena harus berganti-ganti busway dan kereta. Selama diklat, kami diberikan pengenalan dan tips agar bisa sukses mendapatkan band yang optimal saat tes. Tutor yang mengajar juga lucu dan menyenangkan. Sudah lama nggak belajar lagi, ini pengalaman pertama juga belajar di rumah sambil nyusuin anak. Remuk deh modul dan buku karena ditarik-tarik sama Biya. Doain mama ya nak... :)

Foto bareng sama tutor hehe

Tes IELTS dilaksanakan hari Sabtu tanggal 5 November 2016 berbarengan dengan peserta-peserta yang lain. Tes Listening, Reading, dan Writing dilaksanakan di Raffles International School dan tes Speaking dilaksanakan di kantor IDP cabang Pondok Indah. Kami sudah harus sampai di lokasi ujian paling lambat pukul 7.30, sambil menunggu proses registrasi, saya pumping dulu. Setelah itu, kami diminta untuk berbaris sesuai dengan ruangan ujian yang telah ditentukan. Setelah proses foto dan rekam sidik jari, kami diminta untuk ke ruangan dan diberikan arahan lebih lanjut. Ujian dilaksanakan pukul 9 sampai 12 siang. Selama ujian, nggak boleh pakai jam tangan dan nggak boleh ke toilet, sampai gemeteeer..... baru boleh ke toilet saat tes Writing sudah dimulai, hiks.

Tes Speaking dimulai pukul 1 siang. Alhamdulillah, dapat giliran pertama tes jadinya bisa langsung pulang dan nggak perlu nunggu. Kami diantar ke kantor IDP dengan feeder bus yang telah disediakan. Penguji saya bernama Mrs. Jane, seorang bule Australia. Selama tes, percakapan kami direkam. Mungkin saya cukup beruntung, dapat pertanyaan yang relatif mudah dan tidak terlalu asing, karena topiknya tentang.... WEDDING hehehe.

Semoga hasilnya memuaskan yaa. Lumayan, sertifikat berlaku 2 tahun dan bisa digunakan kalau sewaktu-waktu mau apply beasiswa! :)

October 23, 2016

MPASI Kesukaan Biya

Horeee, Biya sudah sebulan masuk ke periode MPASI. Selama sebulan ini, saya mengamati kalau Biya nggak susah makan. Apa aja yang dikasih mau dilahap. Semoga seterusnya ya nak, supaya Biya sehat dan kuat, serta makanan yang masuk ke tubuh Biya menjadi berkah.

Untuk urusan MPASI, saya inginnya Biya mau makan apa aja yang terhidang dan ada di rumah. Supaya Biya nggak menjadi picky eater, dan ibunya nggak repot buat memastikan semuanya selalu serba ada :)

Selama sebulan ini, Biya udah nyobain daging sapi, daging ayam, dan ikan salmon (yang ibunya sendiri belum pernah nyicip hihi). Kalau mengenalkan protein hewani seperti ini, kadang khawatir terjadi reaksi alergi. Alhamdulillah, tidak terjadi reaksi yang berarti, dan Biya tidak sembelit. Mama happy :)))

Biya paling suka makan di teras, duduk di kursi makan sambil main, melihat temen sebayanya makan, atau heboh menonton kakak-kakak berkejaran dan bersepeda. Biya paling suka buah pepaya. Suka bangeeet. Selalu pingin nambah!

October 22, 2016

Menginap Bersama Biya ♡

Jadi ini pengalaman pertama kalinya buat saya bawa bayi nginep di hotel. Buat apa? Buat nemenin saya kerja...... :)))

Pertama-tama, sungkem dulu ke suami yang udah mengizinkan saya menculik Biya selama 2 malam, soalnya ibu dan anak ini sama-sama nggak bisa tidur kalau nggak kelonan. Makasih Ayah! ♡

Pastinya oh pastinya, karena saya masih belum mau dinas ke luar kota, akhirnya saya kebagian menghadiri undangan rekon di dalam kota aja hehe. Dan, karena acaranya dimulai malam, pagi-pagi, lalu lanjut sampai tengah malam, saya malah ditawarin buat bawa bayik aja sama atasan saya. How lucky! *terharuuuuuu

Gimana rasanya? Waaah deg degan, selain nyiapin bahan, juga harus nyiapin perlengkapan Biya, MPASI, ASIP, dan memastikan semua terkendali. Pulang dan pergi ke lokasi acara naik Go-Car. Untuk MPASI, saya siapin frozen food dan bubur instan buat jaga-jaga, bawa 10 botol ASIP (yang cuma keminum 1 botol karena Biya udah kenyang nyusu langsung), bawa mainan, peralatan mandi (Biya mandi di wastafel hehe), peralatan makan, bantal, selimut, perlak, dan beberapa pasang baju ganti.

Gaya beneeer sekarang maunya berdiri gitu :)))

Asyik maiiin

Guling-guling teruuus

Selama saya harus kerja, Biya di kamar sama Mak pengasuh. Di sela-sela break, saya langsung bisa cium-cium Biya, menyusui, atau ajak Biya jalan-jalan. Saya seperti punya tenaga ekstra untuk menjalani hari. 

Biya sahabat Mama :*

Terima kasih sudah menemani Mama ya Biya. Semoga Mama bisa selalu punya banyak waktu berkualitas bersama Biya ♡

September 28, 2016

MPASI Perdana Biya

Huoraaay, saat-saat yang ditunggu tiba.

Beberapa hari sebelum MPASI Biya, saya sudah berdebar-debar lhooo. Bikinin makanan pertama apa ya? Biya suka makan nggak ya? Pakai referensi MPASI yang mana ya? Hehehe.

Sebagai ibu-ibu baru yang masih semangat, maunya masak MPASI sendiri, supaya hemat, sehat, dan memberikan yang terbaik untuk anak :)

Apa saja peralatan MPASI yang saya siapkan? Nggak banyak. Ternyata yang dibutuhkan tidak sebanyak kelihatannya hehe. Kira-kira ini peralatan yang paling saya butuhkan:

1. Home Food Maker
Saya beli merk Puku, karena dengan manfaat yang sama harganya setengah dari merk Pigeon (prinsip ekonomi banget hehe). Yang paling saya butuhkan adalah saringan, penting banget digunakan di awal MPASI untuk membuat puree atau bubur saring.

2. Munchkin Food Grinder
Saya nggak pakai blender atau food processor, karena males beli dan males nyuci hehehe. Food Grinder ini bermanfaat banget untuk menghaluskan makanan dalam porsi mini, mudah dibersihkan , dan nggak perlu listrik, sehingga bisa dibawa-bawa. 

3. Baby Cube
Saya nggak beli baru sih, pakai yang ada aja, produk IKEA murah meriah yang isinya kecil-kecil dan banyak. Pas untuk menyimpan kaldu dan MPASI yang akan didinginkan. 

4. Peralatan makan dan minum
Alhamdulillah, ada yang ngasih hadiah. Walaupun ada banyak variasi, tapi yang saya pakai juga masih itu-itu aja piring dan sendoknya hehehe. 

5. Panci, kukusan, pisau, dan talenan
Semuanya pakai peralatan yang ada dan belum pernah dipakai. Saya masih lebih milih bikin MPASI pakai cara konvensional, alias pakai kompor, hehehe semoga tetap rajin seterusnya.

6. Rak Piring Bayi
Saya pakai sterilizer Panasonic yang dikasih sama teman-teman kantor dan bisa dijadikan rak piring sekaligus. 

7. Kursi Makan Bayi 
Saya pingin Biya disiplin makan sambil duduk, dan ternyata Biya heboh banget kalau duduk di kursinya hehe.