July 29, 2016

Moodbooster

Di sela-sela jam kantor

Saya: "Mak, Biya sedang apa?"

Mak: "Sedang santai nih, baru bangun tidur"

Saya: "Icha mau ngomong ya Mak sama Biya"

Mak mengarahkan handphone ke dekat Biya, "Nak, ini Mama telpon. Ayo mana suaranya?"

Saya: "Biyaa... Biyaa... lagi apa tuh? Minum susunya banyak ya? Biyaa... Biyaa..."

Mak: "Biya nyariin nih, matanya ke kanan dan ke kiri, Mama mana ya, eh ketawa dia"

Saya: "Biyaa..."

Mak: "Eh ketawa lagi dia, Cha"

Too much happiness at once. My baby, you are my energy.

July 26, 2016

Motherhood #4: Mudik Pertama Biya

1 Juli 2016.

Cihuuuuy waktunya mudik! Kalau diingat lagi, rasanya nggak punya rencana akan mudik di tanggal 1 Juli. Kami memang belum berburu tiket murah sejak jauh-jauh hari, dan benar aja semakin mendekati lebaran harga tiket sudah beranjak hampir mencapai 1x gaji pokok, hiks. Tapiii nggak disangka kami berhasil dapat tiket muraaaah dengan promo BRI (nyebut merk) bersama Garuda yang harganya hanya 500 ribu sajaaaa buat ke Medan di tanggal 1 Juli. Alhamdulillah, rezeki bayik :)))

Sudah 1 tahun lebiiiih ga pulang ke Medan. Super excited! Apalagi kali ini bawa oleh-oleh cucu hehehe. Tanggal 1 Juli saya sudah cuti dan baru sempat packing pagi itu juga haha. Bawa koper, tas travelling bayi, tas ASI, kasur lipat bayi berkelambu, sampai bawa kursi mandi bayi. Supaya nanti nggak kerepotan di rumah Medan hehe.

Suami kerja setengah hari trus izin pulang lebih cepat. Sampai di rumah jam setengah 3 sore, sementara pesawat berangkat jam 5 sore dong. Uber sudah menunggu. 

Alhamdulillah, nggak macet dan jam 4 sore kami tiba di bandara. Langsung check in, dan bawaan tambah banyak karena dapat 3 goody bag dari promo hemat BRI haha. Suami bagian angkat ini itu sementara saya bagian gendong Biya yang lumayan juga bikin lengan berotot hehehe.

July 25, 2016

Motherhood #3: Tentang Daycare

24 Mei 2016.

Cuti bersalin berakhir dan artinya harus kembali ke kantor. Membayangkannya saja sudah bikin saya meringis sejak beberapa hari sebelumnya. Dan, saya belum juga menemukan pengasuh untuk menemani bayi saya di rumah. Ya bagaimana bisa? Berusaha mencari pun saya malas dan rasanya tak rela jika bayi kecil ini harus berpindah tangan seharian.

Lalu, saya dan suami kembali pada pilihan terakhir (yang sebenarnya tidak disetujui suami) yakni jika kami belum menemukan pengasuh: Biya dititipkan ke daycare. Saya sudah berjaga-jaga untuk mendaftar jauh-jauh hari dan alhamdulillah masih dapat tempat untuk Biya di kelas bayi. Daycare Artha Wildan adalah taman penitipan anak yang berlokasi di belakang gedung DJPBN, Kemenkeu. Dan, untuk bisa menitipkan anaknya di sini cukup susah karena waiting list untuk masuk lumayan panjang.

Saya bersyukuuur banget. Artinya, saya masih tidak perlu berjauhan dengan Biya.

Tapi, kendala lainnya adalah bagaimana saya berangkat ke kantor dengan membawa Biya setiap hari dari Tangsel ke Jakarta Pusat? Sementara jemputan yang biasanya saya andalkan sudah tidak beroperasi. Akhirnya, suami saya berbaik hati untuk mengantar dan menjemput kami setiap hari dan melanjutkan perjalanannya ke kantor di Tanjung Priok. Terima kasih, ayah...

April 14, 2016

Motherhood #2: Ternyata Saya Bisa

"I lose and find myself in the same time. I realize that I have to leave some good old things in the past, but new job is waiting. It is the best and hardest job in the world - as a mother. It gives me a bunch of new perspective why I wake up everyday. Life brings me to the new level. And I'm just amazed myself that I can do this. Yes, I'm doing it!"

***

Tepat 3 minggu menjalani peran baru sebagai seorang ibu, dan sudah seminggu pula saya belajar untuk mengurus bayi sendiri setelah Mama dan mertua pulang. Berbekal pengalaman mereka, baca buku, baca artikel, sharing dari teman-teman, I'm so happy because I can nurse my baby on my own way, hehe.

April 9, 2016

Motherhood #1: Belajar Meng-ASI-hi

Tentu saja, saya juga bercita-cita untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. ASI sangat bermanfaat untuk kesehatan, tumbuh kembang bayi, dan menciptakan ikatan emosional yang erat antar ibu dan anak. Dan, ternyata untuk jadi pejuang ASI tidak cukup bersandar pada komitmen saja, tapi juga butuh pengetahuan dan kepercayaan diri yang tinggi :)

Hari-hari pertama merupakan fase yang berat untuk saya dan Biya (panggilan bayi saya). Kami baru saja 'kenalan' (dan langsung jatuh cinta berkali-kali). Saya memang tidak sempat mengalami IMD tapi hal itu terhapuskan dengan indahnya debar-debar saat sang bayi diletakkan dan bergerak di dada saya 4 jam pasca operasi. Our skin met and it was priceless.

Di hari kedua, kolostrum baru keluar karena stimulus isapan bayi yang dilakukan di hari sebelumnya. Bayi saya baru belajar menghisap dan saya juga baru belajar menyusui. Sebagai sesama newbie, saya tidak tahu jika cara yang saya lakukan dalam dua hari ini salah. Saya memang belum pernah ikut kelas laktasi saat hamil dan dengan hanya kenyang teori dari artikel-artikel yang selama ini disantap, it was not enough. I made mistake.