June 23, 2013

Paradox

When you grow up, you meet a lot of people - but the circle of your good friends is getting smaller. I think I'm just in the critical moment to trust any kind of everlasting friendship - like, having best friend forever - kinda old days. The truth is - friends may come and go. People who destined to be in the same place, same situation will be best friend for that certain time, and so on. And I can't agree more with it.

...exception for you, my mom and dad.

So here I am, I just walked alone at night to my dorm - and I found the indescribable feeling when I walked that alone. I gazed to the supermoon which stayed so bright tonight, and I passed the street lamp that reflected my shadow higher than the building across. It was creepy but interesting at once. Blame my introverted side, sometimes my overloaded imagination and my right brain work than it should be. But I am grateful, because an adult may lose that sense defeated by this cruel real life.

"I want to call you soon"

Then I read my assignment, ate a slice of watermelon, and wrote this post.

June 22, 2013

It Gave Me A Smile :)

After doing jogging in Saturday morning, we ate breakfast that I made and went straight to hypermarket to buy some stuff that I needed. I got to buy some fruit while he said, "Wow, Pontianak orange is very expensive these days"

"So is Medan orange. Mom says the price there is also being increased"

"Look, both of them are placed adjoining"

"Yes?"

"The oranges are same like us, right?"

I stared at him like I couldn't agree more. It gave me a smile.



Disclaimer: when you are in relationship, everything seems coincidentally related to you, right? LOL :)

June 20, 2013

Tujuh Sentimeter

Dua gelas kopi yang setengah penuh. Dan, tujuh sentimeter.

Aku menyeruput kopi yang tak pernah habis.

Petang itu, kau sibuk dengan berbagai perangkat istimewa di meja dan tanganmu. Aku pikir setelah penerbangan panjang itu, bersama dengan degup jantung yang meletup menunggu kepulanganmu - kita akan berbincang dan bermanja; seperti burung gereja yang bersahut-sahutan di jendela ruang tamu atau sepasang semut yang diam-diam merebut remah roti dari jemariku.

Tujuh sentimeter, dua manusia duduk berdampingan seperti mati, dan beberapa menit yang terasa abadi - aku terlempar pada titik terjauhmu. Kita semua tahu bahwa jarak seringkali berkhianat pada sesuatu yang dekat, kita pun terjerat.

Sesuatu yang kau pesankan untukku di petang itu. Sayang sekali, sepertinya kau lupa. Bahwa aku tak pernah suka kopi.

Dan sampai gelasmu kosong untuk yang kedua kalinya, gelas kopiku masih setengah penuh.

Patahan #76

Mungkin ini perasaan setiap perempuan yang merindukan Tuhannya. Saat kau dibebaskan dari kewajiban untuk bersujud dan berpuasa, lalu kau boleh kembali lagi kepadaNya secara nyata.

***

Ya Rabb, aku rindu sekali. Tolong rengkuh aku, akhir-akhir ini aku sering sekali merasa tak mampu, buruk, dan sendiri.

 "Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap" [QS.94:8] 

Life still feels good. It will always be :)

I think the simplest thing that I can do as a human being to make me human is being grateful. Life - with this up and down stage - still feels good. Though losing trust to your bestfriend makes you difficult to trust somebody else, or broken promises happen - life still feels good.

So, what the progress this far? We have just accomplished our pilot project to educate people about eradication of corruption. I have great team, great friends, a lot of helping hands. We take fifth grade elementary students in SD Negeri 04 Jurang Mangu Timur as our object. We design this education as fun learning by playing games, building team work, watching movie, singing a song, and presenting stories and values which are close with their environment and their simple understanding. It feels great when we can handle this event and so happy to see them being smart and cooperative. I think I have talent in teaching kids ^^ I miss teaching, actually.

Pilot Project :D

Learning makes me feel young. I rejoin conversation club. And, I start to read a lot again. I barely miss the moments when I can hold books with my fingers, it's real - and I feel complete... and the athmosphere which comes after reading them - sadness, fear, thankful, it will always be wonderful. There are three or four books in my list to read before mid test which is only about 10 days later... Bumi Manusia and Pasar Malam by Pramoedya Ananta Toer, Antologi Rasa by Ika Natassa, and P.S. I Love You. Thank you for friends who pleased to lend me them :)

And again, I think the simplest thing that I can do as a human being to make me human is being grateful. Life still feels good. It will always be.

June 11, 2013

Tentang Rintik yang Menguap di Sebuah Juni

Seperti biasa, pria itu selalu tergesa-gesa mengantarkanku menuju keberangkatan agar tidak terlambat. Dia sudah tak punya waktu untuk mengurus dirinya sendiri, bergegas mengambil topi dan jaket, tanpa mengganti kemeja kotak-kotak dan celana pendek selutut yang dikenakannya sejak tadi siang. Dengan sepeda motor tuanya, dia berpacu mengejar petang yang baru saja berpulang.

Seperti biasa, pria itu mengucap doa dan kata-kata perpisahan. Mencoba untuk terlihat tegar walau aku bisa melihat ada embun mengumpul di bola matanya. Berjalan beriringan, dia berdiri sampai batas pengantar. Dan tetap berdiri di situ walau tak ada lagi yang perlu dilihat. Dia tetap berdiri di situ. Dia tetap berdiri di situ.

Seharusnya hujan bulan Juni tak perlu sederas malam itu. Sebagian besar pesawat harus menunggu agar selamat. Bahkan sang rintik masih tak puas, pria itu kehujanan - dan satu dua tetes mendarat di pipi. Lalu menguap dalam hitungan menit. Aku tak pernah menyangka, bahwa kedewasaan tak membuatku pandai mengendalikan kesedihan. Terlebih yang dibuahi perpisahan.

Dan tentang wanita di belakangnya, aku tak pernah punya cukup kata untuk bercerita, selain... Tuhan, wanita itu melakukan pekerjaan yang paling mulia di dunia. Masih terasa betapa hangatnya dia memelukku sepanjang tidur.

mom :)

Seperti biasa, doa adalah jalan - saat tak ada lagi cara untuk mengobati rindu. Satu dua tetes mendarat di pipi. Lalu menguap dalam hitungan menit.

.
.
.

*a tribute for mom and dad. I love you for whole of my life.

Self Note: Cobalah untuk Tidak Kecewa Terlalu Dalam

Selalu ada hari entah dalam sepekan sebulan atau setahun dimana kau seperti mesin mobil yang belum panas. Kau tidak punya cukup tenaga untuk melaju, lalu kau merasa buruk - karena sebagai mobil, kau tak mampu dipakai berkendara. Atau sebagai manusia, kau tak bisa membuat dirimu bangga sebagaimana harusnya.

Cobalah untuk memaafkan dirimu sendiri. Bukankah setelah ini kau harus bersiap untuk menginjak pedal dan memutar kemudi. Ambil kendali hidupmu. Ingatlah bahwa menjadi cemerlang diawali dengan ketiadaan yang membuatmu harus tabah menjadi pesakitan. Lalu bangkit, belajar. Ambil kendali hidupmu.

Cobalah untuk tidak kecewa terlalu dalam. Kasian hatimu harus menahan luka yang tak perlu. Siapa lagi yang akan memperjuangkanmu jika bukan dirimu sendiri? Kau harus tahu bahwa hari semacam itu perlu, karena hari yang tidak bersemangat itu tak ada bedanya seperti jembatan untuk menuju hari yang penuh semangat berikutnya bukan?

:)

Mari Bermain-main dengan Mesin Waktu

Aku sedang berada di meja kerjaku, menulis beberapa perhitungan tentang Mars dari hasil pengamatanku melalui teleskop. Aku berada di observatorium, malam hari adalah surgaku. Kau bisa lihat bagaimana bintang-bintang itu berbinar tanpa terdistorsi oleh mentari yang pencemburu. Ada banyak jurnal harus kuselesaikan, dan berbagai penelitian tentang asteroid raksasa yang diprediksi sedang mendekati bumi dalam beberapa dekade mendatang.

Aku berharap hasil penelitianku bisa menyelamatkan banyak orang, membangun kesadaran kaum awam untuk peka terhadap dunia luar, atau untuk mencapai mimpiku sendiri - dikirim untuk bergabung ke NASA atau terjun dalam misi pesawat ulang alik. Lalu tak habis-habis berdebat tentang penciptaan alam semesta, tentang bintik matahari, tentang teori dunia mengembang, tentang Andromeda, tentang akhir dari lubang hitam, tentang hukum Kepler, tentang apa saja yang membuatku sadar bahwa ilmu itu seperti angka satu dibagi dengan nol - tak terhingga adanya.

Kacamataku semakin tebal. Aku tak punya banyak teman. Berteman langit tapi tak suka hujan. Tak punya waktu untuk menyisir rambut. Apakah sesibuk itu? Apakah aku akan kesepian? Apakah aku...

Sudah cukup bermain-main dengan mesin waktu, menjadi astronom dalam sekian menit - sudah, sudah cukup. Kembali ke masa sekarang saja. Allah memberi lebih dari apa yang pernah aku bayangkan :)

June 7, 2013

Patahan #75

"Tidak ada yang menandingi rasa rindu seorang ayah terhadap anak perempuannya"

---

I'm coming home, daddy :')

So it's June.

I've realized that I only wrote one post in May. Oh, no. The orientation week has just been over, and the hectic schedule already starts. I  am used to dealing with sudden and never ending assignments attack. But alhamdulillah, life is good. I have good friends, good boyfriend. Prince William works so hard these days, it still survives though it has been 4 years with me. I consider to replace it soon :( Be patient, yeah!

Prince William :)

Having no junior makes us have no choice. We are demanded to make the organizations keep going on. I have to accept it though I'm doing it with half-hearted. It feels so bad when we are in a condition that pushes us to have no choice. It does, actually. But I'm just too afraid to be guilty. I hate to be like this.

Survive, okay? :)

Everyday Snacks!

"Wiiih rajin bener. Lagi belajar ya?"

"Nggak kok, gue nggak belajar"

Padahal...


"Tugas udah selesai belum?"

"Belum nih, masih belum ngerti"

Padahal...


"Gimana nih, gimana nih. Gue ga bisa..."

Padahal...


HAHAHA. STANERS. Never change! XD