July 20, 2009

Antara Harry Potter dan Hidupku


tidak ada yang istimewa...
tapi apa hubungan Harry Potter dengan hidupku?
tidak banyak...
hanya tentang keluarga...
.
beberapa tahun yang lalu...
setiap ada wacana film harry potter akan dimunculkan...
abah menambah uang saku ku...
seketika aku menjamah toko buku, membeli majalah2 baru dengan berita 'harry potter'
aku berteriak-teriak tak menentu...
kupandangi wajah pemerannya satu-persatu...
saling pamer informasi dengan teman...
lalu tertawa-tawa kegirangan...
yaaa...
segelintir kebahagiaanku di masa puber...


beberapa tahun yang lalu...
setiap ada wacana novel harry potter akan diterbitkan...
aku menghemat uang jajanku...
demi menjadi pembaca pertama novel kesayangan...
kisah yang menjadikanku tergila-gila pada fiksi dan sastra...
yaa, tak kuizinkan abah mengeluarkan rupiah dari dompetnya...
tak ingin merepotkan... karena aku sudah cukup merepotkan...
namun, setiap sudah antre di kasir...
uang yang kutitipkan padanya dia simpan kembali ke sakunya...
lalu dia keluarkan uang dari dompetnya...
dan lagi-lagi, dia menghadiahkan novel itu untukku...
dengan nominal yang cukup mahal untuk ukuranku...
.
beberapa tahun yang lalu...
setiap ada wacana film harry potter akan ditayangkan...
aku menata ulang semua jadwal agar dapat menjadi penonton perdana...
selalu, bersama keluarga...
aku, abah, dan mama...
kami duduk layaknya keluarga bahagia...
karena kami memang sangat bahagia...
yang kuingat...
adik kecilku asyik dengan tawanya dan efek-efek yang dia tak mengerti...
abah terpaku dengan air mata yang dia sembunyikan...
ooh, dia sangat sensitif di balik kekuatannya yang penuh cinta...
dan mama yang kugelitik karena lebih memilih tidur...
aku paham, mama memang tidak mengerti jalan ceritanya...
sehingga dia pun memburuku dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuatku termangu...
ooh, dia sangat kritis di balik jiwa keibuannya yang tertutup...
.
beberapa tahun kemudian...
tepatnya saat film harry potter ke enam diluncurkan...
aku kembali ingat masa-masa itu...
masa indah duduk makan keripik kentang di kursi bioskop bersama keluarga...
layaknya keluarga bahagia...
karena kami memang sangat bahagia...

July 16, 2009

Antara Amanah, Pilihan dan Kata Hati



Setiap orang pasti pernah mencapai fase yang disebut titik jenuh...
Seperti yang mungkin sedang terjadi padaku akhir-akhir ini. Aku bingung. Terkadang, sering sekali harus melakukan atau mengikuti sesuatu yang tidak kuinginkan... Kubuang jauh-jauh... Tapi entahlah, seperti yang pernah kutulis di posting sebelumnya, 'antara asa dan realita', mungkin realita itu adalah mawar, dan asa adalah ilalang...


Ingin rasanya mengikuti kata hati. Egoisme diri. Membahagiakan diri sendiri. Tapi... sepertinya kebahagiaan itu bukanlah mencapai sesuatu dengan mudah, hedonisme, dan hal-hal yang bisa membuat hati nyaman untuk sesaat. Karena waktu mengajarkanku bahwa kebahagiaan yang hakiki adalah saat menemui diri ini jauh lebih bermakna untuk orang lain...
.
Sebagai mahasiswa, rutinitas kuliah adalah prioritas. Sebagai pelajar SMA yang study oriented cukup sulit bagiku untuk beradaptasi. Tapi, waktu yang mengajarkanku, bahwa hidup itu harus bermanfaat. Grow up,baby! Masih banyak yang harus kulakukan di luar sana...
.
Aku ingin fokus pada satu hal. Karena membagi fokusmu dalam porsi yang sama itu tidak mudah. Seperti yang sering kualami... Mengikuti berbagai organisasi, kepanitiaan, yang pada awalnya diniatkan sebagai tangga menuju aktualisasi diri terkadang tak lagi berimbang... Berbagai rapat di hari yang sama, jam yang sama, dan prioritas yang sama pentingnya pula... Semua harus disisakan untuk tugas, mengajar, menyelesaikan rutinitas kos-kosan, membaca, menulis, silaturahmi... Hingga waktu 24 jam itu sungguh-sungguh tak lagi cukup. Inilah, paradoks waktu. Berputar dalam jumlah detik yang sama, menit yang sama, jam yang sama, tapi tekadang waktu itu seakan mendustai kita dan berlalu begitu cepat...
.
Lalu, bagaimana dengan faktor keseganan? Seringkah kita melakukan sesuatu karena faktor 'nggak enak' atau 'segan' terhadap orang lain? Hingga harus mengabaikan kata hatimu sendiri... Sesekali ucapkanlah 'tidak', itu lebih baik daripada meniupkan gelembung kekecewaan yang lebih besar pada akhirnya...
.
Jika amanah, pilihan, dan kata hati berbenturan...
Aku tetap selau bimbang untuk menganaktirikan yang mana...

.

July 15, 2009

Saat Insomnia Meradang



because for someone, sleeping is not easy...
yaa, sepertinya masalah itu sedang menimpaku. Huuuufh! Entahlah, tidur yang tidak teratur seperti ini sangat menganggu rutinitas. Aku bukan orang yang sulit tidur. Hanya saja semakin malam rasanya semakin banyak yang bisa dikerjakan. Hingga tak terasa detik terus berputar dan azan subuh berkumandang... wew, aku tidak tidur semalaman... Ngantuk? tidak... efek ini baru terjadi pada esok dan esoknya... saat ngantuk sudah mencapai titik kulminasi...


perubahan jam tidur ini lantas menyeretku dalam gejala insomnia. Tidur kurang dari tiga jam sehari? bukan masalah... entahlah, sepertinya aku sudah harus mulai meneraturkan jam tidurku...
.
Hmmm, insomnia memang bukan penyakit. Bahkan berdasarkan penelitian, setiap orang pernah mengalami insomnia minimal sekali dalam hidupnya. Insomnia bisa disebabkan karena stress, faktor psikis, konsumsi obat, kecemasan, depresi, beban kerja berlebihan, dan perubahan jam tidur. Insomnia ini berakibat sangat buruk karena dapat mempengaruhi sistem saraf pusat, mengganggu kosentrasi, mempengaruhi emosi negatif, dan melemahkan sistem kekebalan. Karena, kekurangan tidur menyebabkan tubuh -otak khususnya- tidak beristirahat dengan optimal, sehingga menjadi mudah lupa dan sulit untuk fokus. Oooooh, tidaaak...
.
Jika ingin tahu apa yang kukerjakan malam2 buta saat tidak tidur...
Entahlah, aku menulis, mencurahkan semua isi hati, mereview apa yang terjadi hari ini, mendengarkan musik, membaca, atau apapun... seperti yang telah kusebutkan, semakin malam rasanya semakin banyak yang bisa kukerjakan... =(
.
Mungkin, yang harus kulakukan adalah menguatkan niat. Harus, harus tidur cukup! Terlalu banyak begadang selain bisa merangsang resiko insomnia, bisa pula melemahkan daya tahan tubuh, mempersulit bangun di pagi hari, dan menghilangkan peluang untuk mengobrol padaNya di sepertiga malam... T.T
Selain itu, kurang tidur juga bisa meningkatkan resiko meningkatnya berat badan. Kekurangan tidur akan menurunkan kadar leptin (hormon yang memberi sensasi kenyang) sehingga membuat kita tidak merasa kenyang meskipun anda sudah cukup makan. Tidur yang tidak cukup juga akan menyebabkan kadar ghrelin (hormon yang memberi sensasi lapar) meningkat sehingga selera makan kita dirangsang hal ini akan menyebabkan kita selalu merasa lapar dan keadaan ini sudah tentu tidak bagus untuk program penurunan berat badan. Kesimpulannya, bila kita kekurangan tidur maka secara tidak langsung berat badan kita akan meningkat. wew, tidaaak...
.
Saat insomnia meradang, tidurlah, tidurlah... Pejamkan mata. Masuki dunia mimpi dan berkelanalah disana. Karena tidur yang tak sehat membuat kita kehilangan mimpi... Jika aku bertanya pada diri sendiri, sepertinya aku sudah sangat jarang merasakan sensasi mimpi-mimpi itu dalam tidur. Tidur yang hanya menjadi kebutuhan bukan kenikmatan...
.
Bukankah Allah menciptakan malam untuk beristirahat? Tidur adalah nikmat. Tidur adalah ibadah...
Sungguh, jika insomnia meradang, tidurlah, tidurlah...
Persiapkan energi untuk melangkah menuju esok hari...
Dan bersyukurlah atas nafas dan nikmat yang dihadiahkan hari ini...

Belajar dari Mawar


Mawar...
Sebuah metafora indah untuk seorang wanita...
Mawar...
Dia begitu indah...
Harum...
tapi terlindungi dari dui-duri yang menjaganya...
sehingga tidak sembarangan orang dapat menyentuhnya...


.
yaa, layaknya wanita...
Fitrah setiap wanita adalah cantik.
Bukankah wanita memang perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang beriman? ^^
Iman itu dianalogikan layaknya duri pada mawar...
Perisai dan kehormatan jiwa...
.
yaa, belajar menjadi wanita terhormat yang beriman, berilmu, dan bermoral.
Karena cantik tidaklah cukup...
dan mengeksploitasi kecantikan semakin menguatkan stigma bahwa wanita hanyalah objek...
produk komersialisasi...
yang hanya layak dilihat tapi tidak layak didengar...
Sungguh ironis...
.
Ilmu, iman dan moral akan membawa qta ke dalam derajat yang lebih tinggi...
menuntun qta untuk berkontribusi...
memahami apa yang harus dipahami...
menuntut emansipasi dan persamaan secara wajar...
tanpa menyerempet dari fitrah kewanitaannya...
.
karena kecantikan adalah amanah...
yang harus dipelihara dan dijaga...
dan kecantikan terdepresiasi...
akan hilang digerogoti waktu...
sedangkan ilmu, iman, dan moral...
akan tetap abadi mengantarkan menuju kebaikan yang hakiki..
.
teringat dengan pernyataan inspirasional dari hellen keller, "the real beauty can't be seen or touched, it just can be felt from the heart"
yaaa, inner beauty adalah yang utama.
karena kecantikan sejati bukanlah yang tampak di wajah, tapi apa yang ada di dalam dada. HATI.
.
dan wanita adalah mesin penggerak dunia...
setujukah engkau dengan pernyataan ini?
"if you educate a man, you educate individual. but if you educate a woman, you educate a nation..."

Marwa Al Sherbini-sang pejuang hijab



Sungguh peristiwa yang sangat mengejutkan dunia Islam dan isu ketidakadilan. Marwa Sherbini (32), wanita muslimah yang berdomisili di Jerman, menemui ajalnya dengan 18 tusukan saat sedang memberikan kesaksian di pengadilan. Tindakan pembunuhan keji itu dilakukan oleh lelaki Jerman kebangsaan Rusia (28) - seorang phobia Islam di Jerman, dalam ruang pengadilan di wilayah timur kota Dresden, pada Rabu (1/7) lalu. Hal yang sungguh menyayat hati, syahidah Marwa saat dibunuh sedang hamil tiga bulan. Dua nyawa melayang seketika yang terjadi di ruang pengadilan salah satu negeri yang begitu sengit meneriakkan HAM dan isu keadilan!


Suami Marwa yang tengah mendiskusikan gelar Masternya bulan depan, terluka saat mencoba menghalangi pembunuh tersebut untuk melindungi istrinya. Sang suami terluka karena tembakan seorang petugas keamanan dengan dalih salah sasaran!
.
Marwa, seorang pejuang hijab yang mempertahankan keyakinan dan perisai dirinya menuju kehormatan dan keridhoan Allah. Sehari sebelum pengadilan dia diancam untuk melepaskan hijabnya,jika tidak hidupnya akan terancam. Namun, seorang Marwa bertutur bahwa lebih baik dia kehilangan nyawa, daripada kehilangan keyakinannya! Subhanallah...
.
Apa yang dialami Marwa, harusnya menjadi tamparan keras untuk slogan-slogan Barat atas penegakan HAM yang sangat diskriminatif. Buktinya, hingga saat ini belum ada respon, apalagi kecaman dari pemimpin dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

.
Untuk mengenang kesyahidannya, wanita-wanita muslim dunia mengusulkan tanggal 1 Juli sebagai Hari Jilbab Internasional.
.
Ya, di negara-negara yang notabene mengaku beridealisme kebebasan, kebebasan untuk menjalankan keyakinan (baca:Islam) tetap dianaktirikan. Sungguh, kita layak bersyukur karena hidup di negara dimana kita bisa berhijab tanpa ada tuntutan dan kecaman dari pihak-pihak yang berwenang...
.
Karena hijab bukan hanya selembar kain penutup kepala! Tapi dia adalah harga diri dan kehormatan...
Smoga kita tetap bisa mempertahankannya hingga akhir hayat... Amin...
.
A Tribute to Marwa **

Aku dan Kue Cokelat


Jika hidup layaknya gelembung sabun. Dia terlalu rapuh untuk bertahan. Melayang sekejap ke angkasa. Lalu musnah oleh cubitan udara dan gelombang. Hanya sesaat dia menikmati sensasi transformasi dari cairan sabun bening menjadi gelembung ringan yang mengawang-awang. Namun, sekali lagi. Dia terlalu rapuh. Layaknya hidup yang tak mampu beradaptasi dengan perubahan. Itukah aku?
Jika hidup layaknya sebatang lilin. Dia terlalu penyayang. Mengorbankan dirinya untuk mampu menerangi sekitarnya. Agar seorang anak dapat membaca buku di balik keremangan. Agar penduduk tak perlu gelisah karena listrik padam. Agar sepasang insan dapat makan malam dengan nuansa kemewahan. Lantas, dia hanya bisa menyaksikan dengan kepasrahan. Perih? Mungkin. Senyum? Entahlah. Menunggu mati? Pasti. Namun, sekali lagi. Dia terlalu penyayang. Layaknya hidup yang dipenuhi kekuatan kasih dan pengorbanan sejati. Masihkah ada?
Jika hidup layaknya sepotong kue coklat. Inilah hidup yang kupilih. Nikmat. Hangat. Sederhana tapi istimewa. Selalu ditunggu dan dinanti pengagumnya. Entahlah. Siapa yang akan jadi pengagumku? Tak perlu khawatir. Ummi dan aku adalah pengagum sejatiku. Aku ingin menjadi sepotong kue coklat untuknya. Yang mencegahnya dari lapar. Yang manisnya mengobatinya dari pahit dan getirnya hidup. Yang aromanya membuat dia terlelap dalam senyum. Yang kehadirannya menghangatkan hatinya yang kalut...

Antara Asa dan Realita


jika realita tidak berjalan layaknya asa...
apa yang kau lakukan, teman?
kecewa? pasti...
marah? wajar...
tapi bukankah hidup terlalu singkat untuk diisi dengan kegundahan...
hingga kita lupa terlalu banyak nikmat yang qta dustakan...
.
semua butuh proses...
semua butuh waktu...
sampai qta berada pada titik yg menyadarkan bahwa setiap usaha tak akan ada yang tersia-siakan...
bukankah setiap langkah tertatih itu yang mengantarkan kita sampai di sini...
dan bukankah kesalahan-kesalahan itu yang membentuk kesejatian dan kedewasaan kita...
.
percayalah...
Allah Maha Penyayang...
Dia tidak selalu memberi yang qta inginkan, tapi apa yang qta butuhkan...
.
karena qta dituntut untuk berikhtiar dan berdoa...
sisanya serahkan kepadaNya...
sehingga, kesombongan dan keegoisan diri tidak meradang...
.
sungguh, hidup itu layaknya roda berputar...
jika satu pintu tertutup, maka Dia membukakan pintu lain untuk qta. Namun, sayangnya, qta terlalu menangisi pintu yang tertutup itu, hingga tidak sadar ada pintu-pintu lain yang terbuka di sekeliling qta...
.
belajar mencintai apa yang dimiliki...
.
manusia memang tumbuh dari harapan...
tapi jika harapan itu gagal tumbuh...
jangan sampai egoisme asa meracunimu...
.
karena siapa tahu asa itu adalah ilalang...
dan realita itu adalah mawar...