June 28, 2010

♫ Can't Cry Hard Enough ♫

(Williams Brothers - Can't Cry Hard Enough)

I'm gonna live my life
like every days' the last
without a simple goodbye it all goes by so fast

and now that you're gone I can't cry heard enough
I can't cry hard enough
for you to hear me now

gonna open my eyes and see for the first time
I've let go of you like
a child letting go of his kite

There it goes up in the sky
there it goes beyond the clouds
for no reason why
I can't cry hard enough
No, I can't cry hard enoug for you to hear me now

gonna look back in vain and see you standing there
when all that remains is just an empty chair
anad now that you're gone
I can't cry hard enough, I can't cry hard enough
for you to hear me now

There it goes, up in the sky
there it goes beyond the clouds
for no reason why
I can't cry hard enough, no I can't cry hard enough
for you to hear me now

June 27, 2010

Lesson of The Day

Hal yang sangat saya takutkan saat ini adalah: ekspektasi .
Karena pada dasarnya seorang manusia tak mungkin memuaskan hati setiap orang,
Karena akhir dari sebuah ekspektasi yang terlalu adalah kecewa,
Tapi, manusia selalu punya kesempatan untuk menjadi orang baik,
Untuk memperbaiki kesalahan dan membela diri dari penghakiman,
“If God doesn’t plan to judge a man till the end of the day, why should you and i?”

Hal yang sangat saya takutkan saat ini adalah: being overvalued.
Karena pada dasarnya saya masih manusia,
Yang masih ingin terus belajar menjadi orang baik,
Dan penilaian berlebihan itu membuat kita terpenjara,
Jika suatu saat kita salah, maka pada akhirnya, kita hanya akan menerima penilaian yang sangat rendah,
Seperti kue yang engkau percaya sangat nikmat, tapi ternyata ada remah cangkang telur atau serangga di salah satu potongannya,
Mungkin engkau akan memuntahkannya dan tak ingin menyentuh kue itu lagi.

But I believe, “One who looks for a friend without faults will have none. A true friend is someone who thinks that you are a good egg even though he knows that you are slightly cracked." -- Bernard Meltzer.

Setiap manusia hanya ingin diperlakukan secara layak,
Layak dan sederhana…
Seperti hidup yang pada hakikatnya sederhana,
Kita hanya sering memakai kacamata yang salah dalam menjalaninya.

Percayalah bahwa Tuhan tahu yang terbaik untuk hambaNya,
Mungkin dia sedang menggunakan ‘aku’, ‘kamu’, atau ‘mereka’ untuk mendewasakan kita,
Untuk menjadi orang yang lebih baik,
Menjadi bermakna,
Menjadi bahagia,
Dan untuk bisa bangkit dari salah,
Bangkit dari kata menyerah…

June 23, 2010

A Piece of Wednesday

If you don't think every day is a good day, just try missing one. ~Cavett Robert

Jujur saja, tiba-tiba saya kangen dengan suasana kuliah. Saya merindukan sensasi duduk dan belajar di kelas, curhat dengan sahabat, ataupun menertawakan teman yang tertidur di pojok belakang.

Hal-hal sederhana terasa istimewa saat engkau mulai kehilangan…

Dan saya tidak mau kehilangan hari ini.

“Let us rise up and be thankful, for if we didn't learn a lot today, at least we learned a little, and if we didn't learn a little, at least we didn't get sick, and if we got sick, at least we didn't die; so, let us all be thankful”

Maka, saya mulai berhenti memikirkan hal-hal yang membuat saya sakit. Untuk saya, obat yang paling utama adalah saat saya bisa merasakan cinta keluarga dan sahabat-sahabat terdekat. Sehingga saya bisa merasa bahwa rahmat Allah sangatlah dekat. Toh, semua ada jalan keluarnya. Jadi kenapa masih khawatir dengan kehendakNya?

Maka, saya punya kesempatan untuk memiliki hari ini sepenuhnya.

Saya merasa lega bisa menceritakan uneg-uneg saya walaupun sudah berkali-kali ditanyakan oleh orang yang berbeda *agak lebay sih, haha, tapi yang penting saya bisa tertawa. Menertawakan diri sendiri tepatnya dengan ekspresi menarik-narik muka saat bercerita*

Dan, setidaknya rasa mulai kangen kuliah bisa terobati dengan adanya pengarahan PKL tadi siang. Saya bisa kembali duduk bersebelahan dengan sahabat-sahabat yang sangat dirindukan dan mulai bercerita tentang hal yang penting sampai hal yang nggak penting. Saya senang dengan suasana gedung G yang dipenuhi dengan mahasiswa Kebendaharaan Negara dan PPLN sebagai saudara sekampung halaman (red: gedung F). Ada kubu kanan yang diisi oleh spes saya dan kubu kiri yang diisi oleh spes PPLN tersebut. Dan kita saling bersaing dalam tawa, tanya, dan satu semangat yang sama (sama-sama sedang labil, hehe).

*laras, osel, icha waktu pengarahan*

Hari ini cukup menyenangkan. Lihat saja dari tulisan di blog saya, hehe. Tapi, sungguh, masya Allah saya merasa sangat kepanasan seperti dehidrasi seharian. Sayangnya, pedagang buah keliling yang biasanya mangkal di dekat kosan sudah pulang. Ooooh, tapi tubuh saya rasanya kering banget ditambah serangan batuk mendadak. Akhirnya saya menggantinya dengan minuman serat dingin, dua botol sekaligus. Tapi, saya sangat kesulitan saat membuka tutupnya –hingga harus diiris habis dengan pisau. Setelah berhasil dibuka, minuman itu sudah tidak dingin lagi *huks*

Apa yang saya syukuri malam ini?

Alhamdulillah, saya hanya butuh beberapa jam saja untuk menggigil dan mengizinkan suhu tubuh mampir di atas normal. Setelah menerima telpon dari mama dan berniat untuk tidur sangat awal *niat doang* saya merasa jauh lebih baik.

Dan, saya pun menulis blog ini.

Thanks for Wednesday – for the chance of having today with lovely emotion and lovely people :)

*special wish and special thanks for selva, "don't be sad, dear. God is guarding you to be more patient. Just keep being you, keep being virtue, because we know you and we love you..."

Antara Aku dan Hujan

Antara aku dan hujan
Bisa kurasakan kasih sayang Tuhan
Melalui bulir bening yang menyentuh kulit
Dan desir angin yang menampar wajah
Maka lihatlah rerumputan yang menari-nari itu
Dan dengarlah gemericik tetes-tetes air yang berkumpul kembali dengan saudaranya di kubangan

Mengintiplah dari balik payung dan atapmu,
Ada langit yang masih sama indahnya
Tak ada yang salah dengan awan hitam yang beriringan bukan?
Karena hidup memang selalu penuh dengan hal-hal bersisian
Tak selamanya terik, tak selamanya badai
Renungkanlah, matahari saja mau mengalah untuk angkasa yang menangis
Bahkan menghadiahkan sebuah pelangi

Baiklah, aku mengaku
Aku memang suka hujan
Aku suka aroma tanah yang bercumbu dan menenangkan
Aku suka harmoninya yang mengantarkan penghuni bumi dalan lelapan
Bukankah di balik hujan selalu ada harapan?
Dan di balik harapan selalu ada kehidupan?

Antara aku dan hujan
Ada cokelat panas yang semakin nikmat
Dan air mata yang diam tersembunyi dalam pekat…

*ditulis di saat hujan dan dirangkai bersama hujan beberapa hari yang lalu*

What makes girl look great?

What makes girl look great? Her secret.
That’s why tears become so precious to let go.
Trouble is enough to be answered with “I’m fine”.
And being single fighter is much better than being accompanied by someone.

What makes girl look great? Her secret.
They say that I’m complicated.
Because, sometimes, my silence has explained everything.
Just read me though I’m unreadable.
Because what we need is being appreciated not being praised.
And it’s more than enough.

What makes girl look great? Her secret.
Being an ordinary is okay, but I don’t want to.
So, I’ll keep my secret by myself.
Until I've found the right person and the perfect moment.
Because what we need is trust.
Not to be guarded because we’re weak, but to be supported that we’re tough.

And what makes man look great?
Very simple, but, that’s still a secret.
Just read me though I’m unreadable.
And you’ll see, I don’t have to say a word to make it known.

*Inspired by a catchy conversation with a lovely best friend. Thanks for the cute words. And, indeed, I truly believe*

Yes, I am

Terkadang, kita menuduh hidup yang terasa tidak adil.
Dan menuntut untuk menjadi orang lain.
Mempertanyakan diri, “Kenapa aku tak secantik dia?”
Atau, “Sungguh beruntung dia bisa terlahir sebagai seorang yang kaya…”
Mungkin, “Aku tidak seperti dia. Jadi tidak ada gunanya…”

Lalu apa yang kita cari?
Karena tidak puas memang sifat dasar manusia, maka belajarlah untuk menerima.
Menerima bahwa kita istimewa.
Karena pada dasarnya Tuhan memang menciptakan kita berbeda-beda untuk saling melengkapi.

Jika engkau lihat rumput tetangga lebih hijau,
Renungilah, apa yang salah?
Mungkin engkau tak mengurusnya dengan baik,
Tak bersungguh-sungguh,
Atau memang tak mengapa jika tak berwarna hijau, bunga liar kemerahan juga bisa membuatnya semerbak.

Tidak semua orang bisa mendapat apa yang dia inginkan.
Orang yang sukses dalam karier, belum tentu sukses dalam keluarga. Demikian sebaliknya.
Atau orang yang memiliki kenikmatan materi tidak selalu mengenal bahagia.
Lalu apa yang kita cari?
Bahagia bukan?

Cantik, kaya, langsing, sukses, hanya ukuran manusia.
Tapi bahagia, hanya sang hati yang tahu rupanya.
Dan pada dasarnya, kekurangan kita adalah potensi kelebihan yang luar biasa.
Sudah banyak bukti nyata, bukan?
Sayangnya, kita sering menyia-nyiakan kesempatan yang ada.
Dan beranggapan bahwa itu takdir.
Padahal, sungguh, takdir hanyalah awan yang melayang-layang di angkasa jika tak kau coba menggapainya.

Aku adalah diriku, dan aku adalah hamba Tuhanku yang menyayangiku.
Aku adalah diriku, dan aku adalah anak ayah dan ibuku yang paling dicinta.
Aku adalah diriku, dan aku adalah manusia.
Manusia yang ingin bahagia, yang mengenal cinta, yang ingin punya kontribusi untuk dunia.

Terkadang, kita menuduh hidup yang terasa tidak adil.
Dan menuntut untuk menjadi orang lain.
Maka jadilah adil untuk dirimu sendiri.
Berkenalanlah dengannya, bukankah dia punya potensi?
Cintailah dia, tidakkah dia sangat mengagumkan?
Karena, pada hakikatnya syukur dan kesungguhan yang membuat hidup ini sempurna.
Setidaknya, mendekati sempurna :)

“Love is the great miracle cure. Loving ourselves works miracles in our lives.”

*sebuah renungan untuk diri sendiri yang sedang belajar menjadi diri sendiri, terus belajar, dan ingin selalu belajar*

June 22, 2010

Cerita Sebuah Galau

Langit malam ini cerah. Tetapi sayangnya tidak demikian dengan perasaanku. Karena memang tidak ada korelasi positif yang absolut antara cuaca dan suasana hati manusia.

Sepanjang hari aku terus memikirkan dua kata. Dua kata dengan inisial huruf yang saling berurutan. Aku sudah tahu sejak hatiku tak tenang seperti telah merasa. Dan dua botol air yang tumpah di karpet semakin memberikan kesan bahwa ada sesuatu yang salah. Sesuatu yang tidak baik-baik saja.

Pikiranku mengawang-awang. Tiga buah goresan pena yang berbentuk kecambah itu benar-benar menentukan hidupku. Sepele, memang, tapi signifikan.

***

Dan, malam ini, kulihat bulan yang memang sedemikian terang. Dengan tepukan bahu yang menguatkan dan kalimat-kalimat positif yang menenangkan, aku bisa kembali berseri-seri dan bahkan menertawakan apa yang terjadi hari ini.

Saat pikiran kita dikuasai oleh sebuah opini dan sugesti, sediakanlah ruang untuk logika yang membantu kita berpikir sebaliknya. Kali ini aku mempercayakan hatiku, tak apa, Allah sedang mengajar kita untuk sabar. Dan aku mengambil jalan yang tak mudah, tapi menjadi sederhana karena ada orang-orang yang mau membagi dukanya bersama.

“Man jadda wa jadda”. Setiap orang akan menuai apa yang dia tanam. Dan, kerja keras tidaklah cukup tanpa rahmat Allah. Maka, berpikiran positiflah padaNya. Karena Dia sungguh sayang kita. Tak ada keraguan.

"Tuliskan rencanamu dengan pensil, tapi berikan penghapusnya kepada Allah. Izinkan Dia menghapus bagian-bagian yang salah, dan menggantinya dengan rencanaNya yang lebih indah".

Selalu ada hikmah di balik semua peristiwa. Yang pasti, yang terlewati haruslah mendewasakanku. Masih ada hari esok yang harus diperjuangkan. Dan aku yakin, aku tak akan pernah sendirian.

Maka kututup lembar kesedihan ini dengan harapan.
Senyum.
Tawakkal.

Benar saja, apel yang kugigit malam ini terasa lebih nikmat.

June 21, 2010

Just Smile :)

Smile, though your heart is aching
Smile, even though it's breaking
When there are clouds in the sky
You'll get by...
If you smile
With your fear and sorrow
Smile and maybe tomorrow
You'll find that life is still worthwhile if you'll just...


In this dark night, I’m drawn in confusion. Confused about what’s going on at some hours coming. I’m overwhelmed in this disturbing sadness. Sad because I can’t believe what I’ve heard. Sad because I trust though I should not.

Why?

One reason: It sucks.

***


Is it wrong if I cry?
I’m pretty fine. Because what?
First, I know that people laughing with you wouldn’t be people crying with you.
People hanging out with you wouldn’t be people holding on for you.
But, there is someone. True friend.

Second, ego can kill your friend.
When time goes by and loses its beauty, when life gets harder and gets stolen of its humanity, helping can be so precious. Competition is on the top rank. And self importance really makes us forget about the need of sharing, the joy of loving, and the tears of forgiving.

“Only a life lived for others is a life worth while.” – Albert Einstein quotes

Third, it’s definitely important to have heart.
Heart to see that you can’t always get what you want.
Heart to smile beyond the hurting pain.
Heart to give hand to people that need.
Heart to forgive, heart to love, and heart to understand.
Because right here, your soul exists.

***

That's the time you must keep on trying
Smile, what's the use of crying
You'll find that life is still worthwhile
If you'll just smile…

***


But, God never leaves us
And still, we can survive
What can be better than this? :)

Life changes, people change, but please, heart and virtues stay here...

June 19, 2010

You (don’t) say it best, when you say nothing at all

Salah satu perubahan terbesar dalam diri saya adalah saya bisa semakin sayang dengan keluarga. Saat ini saya tak lagi segan untuk mengungkapkan rasa sayang itu. Sebagai anak kos-kosan yang jauh dari keluarga, menerima telpon dari orang tua, atau mendapat kunjungan dari saudara adalah hal yang luar biasa dan selalu dinanti-nantikan ^^

Dulu – saat masih menggunakan provider pascabayar – pulsa adalah satu-satunya hal yang tidak bisa saya hemat. Saya bisa mengirim puluhan sms per hari, bahkan untuk waktu-waktu tertentu bisa lebih dari seratus. Saya senang menyapa sahabat, keluarga, untuk sekedar menanyakan kabar, ngobrol, diskusi, curhat, dan menyatakan bahwa saya mengingat mereka. That’s why sometimes I don’t agree with Ronan Keating’s song, hehe. You (don’t) say it best, when you say nothing at all.

Kemarin, saya sedang kecanduan mengirimkan sms ke orang-orang terdekat. Salah satunya, kakek saya yang tinggal di Medan. Kakek saya memang sosok pria yang tidak suka berkata-kata, cuek, tapi dalam hatinya saya tahu bahwa dia cukup peduli. Prince William yang ada di pangkuan saya ini adalah salah satu hadiah terindah darinya. Sudah sangat lama saya tidak menerima kabarnya, lalu saya kirim sms hingga mencapai 400 karakter dengan menceritakan kegiatan saya, sebentar lagi akan PKL, dan bagian yang paling saya suka adalah, “…mohon doanya ya Jid, smoga Allah juga selalu menjaga Jid”. Tambahin smiley deh… hohoho

Tidak beberapa lama, sms saya yang sangat panjaaaang itu hanya dibalas dengan tiga kata. Tiga kata. TIGA KATA *karena biasanya hanya satu kata, “iya, tq, ok, atau alhamdulillah”*. Tiga kata yang bikin saya mengharu biruuuu, “Amin. Semoga berhasil”

Uwoooo.

Selanjutnya, saya mengirimkan beberapa sms lagi untuk dua tante saya tercinta dengan kata-kata mujarab, “Apa kabar halaku sayaaang?” dan diakhiri dengan kata-kata, “Love you always”. Jangan lupa pakai smiley… hihihi

Sungguh, balasannya juga sangat so sweet, “kabar baik keponakanku tercinta”, dan juga diakhiri dengan kata, “kita semua bangga dan selalu sayang icha”. Sumpaaah, bisa bikin saya nangis.

Dan juga untuk mama dan abah, harus yang paling romantis dan lebay. Hehe. Walaupun, mama dan abah tidak suka membalas sms, tapi saya tahu di dalam hati mereka, mereka juga mengungkapkan hal yang sama dan kalimat-kalimat cinta seperti ini akan membuat ikatan dan chemistry antara orang tua dan anak semakin erat.

“Mammmaaaah”, atau kadang-kadang “mommy, daddy, mohon doanya. Love yaaa *hugshugs*”. Biasanya mereka tidak membalas dan akan langsung menelpon, jika membalas pun biasanya setelah adik pulang ke rumah – karena orang tua biasanya ribet kalau disuruh ngetik sms. Hehe. Walaupun dibalas tanpa kata-kata lebay atau tanpa titik-koma yang jelas, tapi sungguh, saya sangat bahagia. Satu sms terindah dari mama-abah yang masih saya ingat dan saya terima kira-kira setahun yang lalu adalah saat mereka memanggil saya dengan kalimat “ananda yang paling mama dan abah cintai…”. Masya Allah :)

Bahkan dengan sahabat-sahabat terdekat pun sungguh menyenangkan rasanya jika saya bisa memanggil dengan sebutan sizta, dear, sweetheart, lovely, buddy, dan sebagainya. Sering memperhatikan film atau novel-novel Barat? kita akan melihat bahwa mengucapkan kata-kata sayang, “I love you” kepada orang tua dan sahabat adalah sesuatu yang dibudayakan.

Dengan mengucapkan hal-hal indah, doa, motivasi, semangat, ucapan selamat di hari ulang tahun mereka, di saat-saat mereka bahagia, ataupun berduka bisa menjadi media yang paling sederhana untuk mempererat silaturahmi, menambah bumbu dalam persahabatan, mencapai cinta antar sesama yang diridhaiNya, dan membuat orang-orang di sekitar kita merasa berharga. Terutama kepada orang tua, selalulah berkata-kata yang santun dan baik. Sungguh, saat ini, itu sudah lebih dari cukup.

Dan, dampaknya, kita akan semakin disayang! :)

June 18, 2010

Blue

Have you ever felt so nothing that you don’t know the reason why?

Today, I trapped in a question that made my day so blue and I lost the smiling curve in my face. It was simple but made me so pathetic. Again, I was murdered in guiltiness. Some people said that woman is very easy to feel guilty, as I am. I don’t know why.

Maybe people often frame us as ‘someone’ and make us forget to be the real we are.

And in some cases, when something that runs out as I’ve planned before, I do things that not so me, or I feel sorry because I can’t help someone, I feel guilty. Am I too sensitive? Nope. It just came out as feelings thought the wrongs are definitely not mine.

I always remember that the most killing pain comes when people that we love crying in sadness because of us.

The conclusion: I need to punish my self

***

Maybe it’s true that I have tendency in masochism - as someone has ever said; okay, now I admit that statement. But, nobody’s perfect. And you can’t satisfy and make all of people happy at once.

It’s overrated, dear.

“The most killing pain comes when people that we love crying in sadness because of us…”

It’s true. But, are they even crying? Are they sad?

If I punished my self by *censored*, hehe, i would make people that I love crying. Upset. Because I don’t love me – and it’s totally hurting.

So I changed my mind, and thought about it clearly. It was just about perception. And it would be alright.

"Nobody controls me. I'm uncontrollable. The only one who can control me is me, and that's just barely possible." - John Lennon-

Yeah, it would be alright!

Oh God, thanks for friends and everyone that wake me up from this bad feelings :)

***

Today, I trapped in a question that made my day so blue and I lost the smiling curve in my face. But I realized that I just needed to mix white, red, or yellow to make my blue more colorful and rotated my curve back in the right position.

Don’t worry about what is gonna happen in the future. Allah loves you, dear. There will always be a way to create the possibility, to make people that you love happy, and to fix the broken pages of life.

If we blame yesterday, and worry about tomorrow, we will lose chance for being happy today.

And, of course, nobody wants to lose it – included me :)

June 17, 2010

Road to Gadog

Yeah, memang perjalanan memperjuangkan outline yang penuh petualangan!


Dua hari yang penuh tantangan, suka, duka, dan kelucuan bersama. Dari awal, bimbingan di tempat bernama Gadog adalah yang paling dihindari karena memang medannya sangat berliku dan perjuangannya membutuhkan persiapan fisik dan mental yang lebih. Dan kami, SUPER TEAM – saya, doni, deasy, bagus, adit, cosmas – adalah kelompok PHLNers dengan dosen pembimbing yang memang harus melakukan konsultasi di kantor beliau, yakni Pusdiklat Anggaran tersebut, karena beliau memang tidak sedang mengajar di STAN. And, here we go!!!

Pertemuan pertama, Senin, 14 Juni 2010.


Kami berangkat pukul 10 pagi, naik motor, dengan membawa peralatan perang lengkap: laptop, printer, dan modem. Setidaknya, sedia payung sebelum hujan memang lebih baik. Di antara kami, belum pernah ada yang ke sana. Dengan beberapa petunjuk dari sms teman dan insting, kami pun menempuh perjalanan. Lewat TB Simatupang, terus ajaa, eh tiba-tiba udah sampai Depok, Jalan Raya Bogor, dan Ciawi, trus cari deh Pusdiklat Anggaran. Kami menempuh rute tersebut selama kira-kira 2.5 jam, dan selama itu pula saya mati rasa karena harus duduk menyamping di motor dengan kaki pegel-pegel, tampang sangat mengenaskan dan mata sayup.

Pusdiklat Anggaran sangat bagus. Tamannya indah, berbukit-bukit, dan kami menemui banyak dosen yang pernah mengajar kami dulu. Dosen Anggaran memang keren-keren *zink-zink*. Hehe, termasuk dosen pembimbing saya, Rasida, S.E. Pada awalnya, kami sangat harap-harap cemas karena beliau adalah dosbing yang sangat kritis dan teliti. Saya mendapat giliran paling awal, dan setiap orang mendapat alokasi waktu diskusi dengan beliau selama 15 – 30 menit. Selama outline saya diperiksa, kata per kata, saya berusaha mempertahankan beberapa argumen, dan menggumamkan doa-doa dan kata-kata penyemangat untuk diri sendiri - tiba-tiba, saya teringat bahwa ini seperti yang dilakukan Hermione saat akan menghadapi sorting Hat :(

Harus diakui, menurut kami, beliau adalah dosen pembimbing terbaik. Karena, beliau memang sangat ahli dalam bidang tersebut, memperhatikan setiap kata dan ketidaksesuaian dalam outline kami, memberi arah yang jelas terhadap judul yang akan kami telaah, dan memberi point-point untuk direvisi. Menurut kami, tak apa untuk berjuang lebih keras di awal, jika akhirnya akan lebih mudah saat pengujian dan penilaian di akhir. ^^

Hari pertama konsultasi memang cukup melelahkan. Faktor utamanya untuk saya adalah karena saya duduk menyamping, dan dilanda ngantuk akut – bisa-bisanya saya mencuri-curi kesempatan untuk menutup mata satu atau dua detik padahal resiko jatuh dari motor bisa saja terjadi karena teman saya ngebut dahsyat. Kami baru tiba di kos sekitar pukul 8 malam, dan rasanya tubuh benar-benar rontok. Uwooo.

Pertemuan kedua, Rabu, 16 Juni 2010.

Kami harus berangkat lebih pagi. Langit sedang mendung. Saya sangat mengantuk karena tidak tidur sama sekali pada malam harinya. Dan, semut-semut merah yang menyebalkan memenuhi jilbab saya di tumpukan pakaian yang mau disetrika. Mengerikaaaan. Semut-semut ini membawa bad mood di pagi hari, karena selalu memenuhi handuk, bersembunyi di sela-sela kasur, mukenah, dan merusak T-shirt di lemariiii. Eaaaaa. Kulit jadi perih dan merah-merah juga deh. Hufffh.

Ternyata bad mood saya sedang diuji. Teman saya telat lamaaaa banget, dan sepertinya dia tertidur lagi. Saya selalu khawatir dengan keadaannya karena dia memang punya masalah dengan jam biologis tidur. Hufffh, syukurlah hanya telat 30 menit, tapi tetap saja itu telat. ==

Kali ini tidak duduk nyamping lagi, tapi hambatan utamanya adalah HUJAAAAN. Selama 5 jam akumulasi perjalanan pulang-pergi, kami menembus hujan yang membuat kami sangat-sangat-sangat kedinginan. Freezing, brrrrrr. Syukurlah kami bisa bertahan. Walaupun pada akhirnya saya diserang sakit kepala dan menggigil kedinginan setelah tiba di kosan. Tapi tidak demam, padahal kayaknya seru kalau bisa demam. Hehe *syndrom karena jarang sakit*

Ternyata bimbingan hari kedua hanya berakhir pada pengumpulan semua revisi outline dan bab 1, tanpa ada konsultasi pribadi lagi, karena kesibukan beliau juga. Syukurlah, karena udara dingin membuat berbicara dengan lancar menjadi cukup sulit dan baju kami masih sangat basah. Lapaaar. Kami duduk nonton TV di meja pertemuan sambil saling berbagi roti, cemilan, dan kue-kue lalu makan dengan lahaaap. Oh, so sweeeeet. Beberapa dosen bahkan tersenyum diam-diam melihat mahasiswanya terlihat begitu mengenaskan, hehe.

Dari pengalaman pribadi di atas, saya merangkum beberapa tips yang sebaiknya dipersiapkan sebelum bimbingan menuju Gadog:

1. Persiapkan semua peralatan perang dengan baik: outline, printer, laptop, modem, kertas, map, klip, dsb. Saat terdesak dan membutuhkan print-out, kita bisa langsung mencetak tanpa perlu bolak-balik Gadog-kampus. Dan tempat yang paling tepat untuk curi-curi ngeprint adalah di musholla. Nyaman, tidak mengganggu, dan semua pegawai sudah maklum, hehe.

2. Jangan coba-coba duduk nyamping naik motor untuk perjalanan jauh, karena sangat tidak baik untuk kesehatan.

3. Perbanyak routing slip, karena bisa saja terjadi perbedaan judul setelah revisi. Routing slip tidak boleh ada coretan atau tip-ex.

4. Sedia cemilan, perjalanan jauh akan membuat kita lapar. Jangan harap bisa makan siang di sana. Kendala utamanya: mahal!

5. Persiapkan jas hujan dan jaket tebal. Bogor memang terkenal sebagai kota hujan. Dan, udara bisa jadi sangaaat dingin.

6. Wajah innocent itu diperlukan – sungguh, hehe.

Seperti yang selalu saya lampirkan di curhat of the day saya, pelajaran apa yang saya dapat hari ini?

Film Prince of Persia yang saya tonton di malam sebelumnya SANGAT BAGUS, and we have no idea about what someone’s gonna do for us – it’s true, it’s definitely true.

Dan saya bisa membedakan bau matahari dan bau hujan. Euuuh, ternyata bau hujan jauh lebih tidak mengenakkan ==

Yang paling penting, bahwa, kita selalu membutuhkan orang lain. Jadi bersikap baiklah. Dan, bantuan itu mungkin bisa datang dari orang yang tak terduga. Thanks to Cosmas – teman seperjuangan yang selalu bikin saya harap-harap cemas karena syndrom telatnya – telah membantu mengantarkan saya pulang-pergi Gadog selama dua hari, dan masih menyimpan routing slip yang kosong untuk saya. Wowww. Thank you ^^

May I sing my sountrack of the day? I sang it through the drops of rain, visualized it, and got warmth!

Sometimes in our lives
We all have pain
We all have sorrow
But if we are wise
We know that there's always tomorrow

Lean on me!
When you're not strong
And I'll be your friend
I'll help you carry on
For it won't be long
'Till I'm gonna need
Somebody to lean on

(Lean on Me – glee cast)

June 14, 2010

Tidur Teratur, yuk!

Sebenarnya posting ini memang ditujukan untuk diri saya sendiri, para pengidap insomnia dan pecinta lembur di malam hari lainnya. Saya benar-benar sulit dalam meneraturkan jadwal tidur, karena saya ingin melakukan banyak hal di malam hari. Dan malam hari selalu penuh inspirasi - menulis blog dan mengerjakan tugas, misalnya.

"Nighttime is really the best time to work. All the ideas are there to be yours because everyone else is asleep." Catherine O'Hara

Yah, tapi setidaknya saya tetap akan berusaha! Fight!

Jika beberapa waktu lalu saya tergila-gila dengan pola diet berkedok detoks, kini saya tahu bahwa detoksifikasi dilakukan oleh tubuh kita secara mandiri pada saat tidur malam. Jika kita tidak tidur pada tepat waktu maka kita akan mengacaukan waktu untuk tubuh kita dalam membuang racun tersebut. Pada saat kita tidur, waktu tengah malam sumsum tulang belakang tubuh kita akan memproduksi sel darah merah.

Proses detoksifikasi dalam tubuh kita terjadi pada jam-jam berikut, cekidot!

1. jam 21.00 - 23.00 malam hari adalah waktu pembuangan zat-zat yang tidak berguna/beracun (detoxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Dalam waktu ini kita harus dalam posisi yang sangat rileks atau santai.

2. jam 23.00 - 01.00 dinihari terjadi proses detoxin di bagian hati yang berlangsung dalam kondisi tidur pulas.

3. jam 01.00 - 03.00 dinihari proses detoxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur.

4. jam 03.00 - 05.00 dini hari terjadi detoxin di bagian paru-paru, sebab itu akan terjadi batuk selama durasi waktu ini. karena proses pembersihan (detoxin) telah mencapai saluran pernafasan, disarankan untuk tidak meminum obat agar proses ini tidak terganggu.

5. pagi pukul 05.00 - 07.00 terjadi detoxin di bagian usus besar, harus buang air, jangan ditahan-tahan

6. pukul 07.00 - 09.00 pagi : waktu penyerapan gizi makanan bagi usus halus, sebaiknya kita sarapan pada waktu ini. Untuk yang sedang sakit sebaiknya makan pada waktu yang lebih pagi yaitu kurang dari pukul 07.00.

Firman Allah,”Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.” (QS Al Furdan 47 )

Tidur teratur, jiwa sehat, tubuh bugar, penuh semangat! ^^

Another Great Weekend

When your heart speaks, take good notes. ~Judith Campbell

Saya suka bercerita. Untuk saya, setiap harinya adalah petualangan. Dan saya pun tak sabar untuk menuliskannya. Maka izinkan saya membaginya di blog ini, kawan. Karena setiap hal sederhana bisa menjadi kisah luar biasa. Dan, karena saat ini saya memang sedang ketagihan menulis, menulis, dan menulis. Sekali lagi, izinkanlah saya untuk bercerita. Tentang diri, tentang rasa, tentang hari ini, dan tentang hari sebelumnya ^^

Sabtu dan Minggu, 12-13 Juni 2010.
Saya suka kedua hari itu, hari di mana saya bisa melakukan banyak hal tanpa terikat oleh rutinitas. Hari yang tepat untuk menyambut hujan, hari yang sempurna untuk menikmati riangnya surya.

Saya yakin hari ini akan istimewa walaupun diawali dengan sedikit kecewa – printer saya yang mati suri belum bisa disembuhkan lagi karena tintanya masih mampet dan malah menyebabkan noda-noda di jari dan lantai kamar. Ya, apa boleh buat. Saya pun menempatkan dia kembali dalam kotak peristirahatan di bawah tempat tidur yang berdebu.

But, it’s not about how to begin, but how to end, and how to have fun!

Berakhir pekan dengan cara yang berbeda memang menyenangkan, karena berlama-lama di kos tanpa kegiatan juga menjemukan. Saya langsung menuju rumah tante tercinta di Condet untuk menyantap nasi kebuli dengan acar segar dan kambing goreng gurih yang khusus disiapkan beliau untuk saya. Sudah lama tidak makan senikmat ini, apalagi di saat krisis ==

Ini memang rumah kedua saya. Saya selalu bisa menemukan kehangatan keluarga di dalamnya. Saya kangen tertawa dengan tulus dan berbagi kegundahan. Selalu ada tante saya yang paham bagaimana mengisi baterai kesabaran, dan om saya yang ahli IT dan sangat mirip Vidi Aldiano yang senang bercerita tentang pengalamannya di kampus dan di kantor. Mereka benar-benar pasangan yang serasi dan menginspirasi ^^

Menyambut hari ulang tahun om saya yang sebenarnya jatuh pada tanggal 14 Juni, kami pun merayakannya lebih cepat sehari dengan makan di d’cost Kemang. Masya Allah, how lovely! Saya ini memang penikmat makanan, jadi suatu hal yang mustahil jika saya bisa sekurus Victoria Beckham (serem ==). Tapi saya akan tetap berusaha, fight! Eh, baru mau niat, si tante sudah pesan dessert eskrim untuk saya *ngik ngok*

Hmmm, hari Minggu memang selalu berlalu lebih cepat. Mungkin karena waktu tidak ingin membiarkan kita terlarut dalam suka. Saya pun harus pulang, kembali ke kosan untuk merevisi outline dan mempersiapkan diri menemui dosen pembimbing di Pusdiklat Anggaran-Gadog pada Senin paginya.

Satu hal yang saya ingat pada perjalanan pulang adalah saya kehilangan pita biru dan bros kesayangan saya saat turun dari angkot, dan saya hanya bisa memandang dari kejauhan saat dua benda itu dilindas oleh ban-ban mobil *huks*. Kemudian, saat saya berada di metro mini, tiba-tiba dua orang pemuda bertato dan bertindik menyeramkan melakukan atraksi melukai tubuhnya dengan silet tepat di depan saya. Kontan, saya merasa sangat mual. Apalagi kata-kata mereka sangat tidak sopan dan membuat takut para penumpang. Huuuufh. Yah, begitulah Jakarta.

Lalu, pelajaran apa yang saya dapat hari ini?
Saya semakin menyadari bahwa kepala saya agak lebih besar dari kepala orang normal *sigh*. Namun, saya tak keberatan karena saya percaya bahwa volume otak saya juga besar, hehe. Dan saya baru tahu kalau di depan Kementerian Pertanian ada bangunan piramid dari kaca seperti museum Louvre di Perancis.

Tapi, sungguh bukan itu pointnya ==

Saya belajar bahwa bersyukur itu menyenangkan. Tuhan sudah menyediakan semuanya, kita hanya disuruh berusaha dan bertawakkal, lalu kenapa masih mengeluh? Life is easier when you stop complaining. Life is not to be felt but to be faced on.

Kini, saya sangat mudah mengharu biru. Bahkan, tidur di kasur empuk, dan minum teh hangat di pagi hari sudah bisa membuat saya berseri-seri.

Ini tanda-tanda bahwa saya sudah semakin dewasa. Dan saya bahagia ^^

20 Weird Things About Me

There are chapters in every life which are seldom read and certainly not aloud. ~Carol Shields.
It’s me, the simple one, truly complex, and unreadable.

1. Saya gadis yang masih ingin jadi anak-anak. Masih suka main gelembung sabun, nonton film kartun, mengejar-ngejar kucing, dan memeluk boneka. Do you believe that people never grow up? They just learn how to react in the public.

2. Saya sangat suka eskrim dan coklat. Jangan heran jika pipi saya sangat chubby seperti berisi mentega. Tapi, di satu sisi, saya tetap terobsesi jadi langsing dan tirus.

3. Saya suka menyanyi. Saya suka puisi. Saya suka bikin kue. Saya ketagihan pada warna pink dan chocolate.

4. Saya masih belajar menjadi wanita. Suatu hal yang luar biasa karena saya mulai sering mengenakan rok sejak kuliah. Sejak kecil saya selalu pakai jeans, t-shirt casual, dan sepatu keds. Sampai sekarang abah hanya mau membelikan saya satu jenis sepatu, ya sepatu keds T.T

5. Masih benci high heels dan make up. Kedua hal itu membuat saya terlihat aneh. Pertama kalinya saya belajar mengenakan penjepit bulu mata adalah beberapa hari yang lalu dan saya sangat ketakutan. Dan saya hanya pernah sekali saja merasa cantik saat disiksa dengan make-up, yakni saat pesta pernikahan tante saya. Selain itu, oh nooo, I feel like wearing a mask.

6. Saya sangat pemilih dalam hal ‘pasangan’. Untuk saya, berkomitmen haruslah serius. Jika hanya buat have fun, sama teman-teman aja sudah cukup.

7. Saya tergila-gila pada buku. Jika saya punya rumah nanti, harus ada ruangan bacanya dengan lemari-lemari tinggi penuh buku untuk anak-anak saya ^^

8. Saya tidak pandai hampir di semua bidang olahraga *sigh*. Saya ingat pertama kalinya waktu SMA saya berhasil memasukkan bola basket dengan sekali lempar dan seluruh teman-teman bersorak bahagia. Hoho, terdengar sangat biasa, tapi sangat luarrrr biasa untuk saya!

9. Saya ingin jadi sarjanaaa, karena diploma tidaklah cukup.

10. Saya suka gunung, tapi tidak terlalu suka pantai.

11. Saya benar-benar tidak suka durian, tapi teramat cinta pada tempe goreng tepung.

12. Saya tidak suka bermanja-manja. Saya hanya boleh manja pada mama dan suami saya nanti, hehe.

13. Saya benci hedonisme dan buang-buang uang untuk hal yang sia-sia.

14. Saya mudah ilfeel. Apalagi kalau lihat orang malas dan suka buang sampah sembarangan, nggak peduli dia secakep Vidi Aldiano atau Afgan.

15. Saya berharap tidak akan penempatan di Medan dulu setelah lulus. Saya tidak ingin orang tua melihat saya berjuang dari nol.

16. Saya heran kenapa orang-orang sangat tergila-gila dengan Black Berry. Banyak alasan kenapa saya tidak perlu membelinya, di antaranya:
a. Saya bukan pengusaha yang selalu butuh koneksi dengan banyak pihak. Saya punya modem dan laptop untuk masalah networking. And it’s more than enough.
b. Sudah banyak orang yang punya, bahkan anak TK sekalipun.
c. Harganya mahal, lebih baik saya beli iPod yang menurut saya lebih keren, ditabung untuk beli mobil (mimpi ==) dan biaya kuliah beberapa tahun lagi, atau pasang behel. I really need it!

17. Saya tidak suka dosen yang hanya bisa membaca slide dan pukul rata dalam masalah nilai.

18. Saya gadis keturunan Arab yang tidak paham bahasa Arab dan tidak mengerti tradisi Arab. Saya benar-benar ingin belajar tarian perutnya.

19. Saya bermimpi suatu saat bisa mencicipi Starbuck Coffee atau Baskin Robbin. Sangat biasa? Hehe. Saat ini memang benar-benar tidak terjangkau. Huhu. Tapi itu adalah salah satu hal yang saya harus coba selama masih hidup (to do list before I die, hehe)

20. Saya ingin ke London. Saya yakin Allah akan memberikan saya kesempatan untuk berkunjung ke sana kelak. Sudah saya mulai dengan menempelkan peta UK di dinding kamar.

Thanks Allah. You’ve given the best for me, but why do I still expect to be other? :’)

June 12, 2010

The Colors of Love Quotes =) - Waiting and Broken

Apa itu cinta?

Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.

Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita. Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.

Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya. Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.

Mengapa kita menunggu?

Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.

Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu, Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu, Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.

Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada.

Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.

Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.

Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,Kota Roma tidak dibangun dalam sehari, Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,

Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.
Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, Dan penantian kita tidaklah sia-sia.

Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal – iman, keberanian, dan pengharapan – penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.
Pada akhirnya. Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.

*) but i guess it's the point of love for optimism and hopeful person, but for the broken one, i have the quotes too, and i made it with the same (red: broken) atmosphere... ==

Apa itu cinta?
Cinta adalah kecocokan jiwa,
Layaknya sambal terasi yang dipadankan dengan sayur asam,
Atau gaun biru muda dengan pita biru tua,

Apa itu cinta?
Cinta adalah . . .
.
.
.
Aku tak bisa berkata-kata
Maaf…

Cinta adalah frustrasi…
Cinta adalah putus asa…
Cinta adalah kehilangan akal
.



Karena kau benar-benar membuatku sakit jiwa!!!


**) So different and so broken, right?
That's love! colorful! you can't predict what you will get when you fall in love - ready to be happy, ready to wait, or ready to be broken? hehe

Celoteh di Malam Hari: Wonderful Night!

Wonderful!
Satu kata yang menggambarkan hari ini.

It’s Independence Day – hari ini adalah hari terakhir UAS di prodip tiga Kebendaharaan Negara STAN. Setelah ketiduran di karpet – tepatnya di atas tumpukan fotokopian materi, kemudian secara nggak normal mengalami sindrom kelaparan pukul dua dini hari sehingga menuntut saya untuk antre nasi uduk pagi-paginya – syukurlah masih ada tempe goreng daun bawang yang sooo yummy, dan beberapa kegiatan yang harus absen dulu – menulis blog contohnya; akhirnya saya bisa menutup hari ini dengan bahagia. Dengan segelas Chocolate Sundae yang begitu nikmat dan membuat saya berkali-kali menggumam kata “enak” hingga saya lupa kalau saya punya pipi chubby; dan sahabat yang menemani saya untuk memenuhi hasrat setelah pulang ujian itu jadi garuk-garuk kepala dan lantas memutuskan untuk memotong poninya. Hehe.

Entahlah, karena di STAN, akhir ujian selalu terasa berbeda. Rasanya kembali hidup , hidup, dan hidup. Karena , itulah STAN. Tak ada alasan yang lebih istimewa dari itu :) Namun, UAS kali ini memang berbeda. Setelah ini, akan lebih banyak tantangan baru. Contohnya, saya akan lebih sering jalan-jalan ke Pusdiklat Anggaran Gadog-Bogor untuk menemui dosbing yang semoga berbaik hati mau memberi pertimbangan atas judul laporan PKL dan menandatangani outline saya. Can’t wait that adventure!

Dan malamnya saya ingin sekali mengurung diri di kamar yang nuansanya pink, sewarna dengan pipi dan emosi saya, ditemani novel-novel yang belum dibaca, Prince William yang sangat setia, dan pikiran idiot lainnya – oh, I need to have exercise! Dan saya pun lompat-lompat di kamar sampai berkeringat, lumayan, hehe, namanya juga usaha.

Dengan masih bermandikan peluh, ada sms masuk, uwooo, ada ajakan foto bersama dengan seluruh pengurus STAN English Club 2009/2010, dan saya satu-satunya yang masih ditunggu. Uwooo, risiko karena sangat ketagihan menonaktifkan handphone jadi ngga tahu kalau ada kabar.

Cuma satu kata, aduuuuuh, malesss – eh, dua kata tepatnya.

Dan nasib uang di dompet hanya tinggal beberapa ribu rupiah. Heeellllpppp!

Tapi pelajaran yang saya dapat hari ini, “jalani saja, segala sesuatu yang menurut kita buruk belum tentu berakhir buruk :)”. I’ve got so much fun - walaupun akhirnya tidak jadi foto, hehe. Salah satunya niat jahat saya untuk tidak makan malam akhirnya gagal, bisa bercengkrama dengan Powepuff Girls, dan malam ini diakhiri dengan nonton film Possession – pertama kalinya saya nonton bioskop yang jadwalnya di atas jam 9 malam; thanks for this kidnap – yang menurut saya tidak recommended, karena posternya yang seperti film horror mencekam ternyata mengecoh, padahal sudah niat duduk di tengah dan menyiapkan suara untuk screaming *sigh* dan sampai sekarang, saya masih penasaran dan tidak paham dengan endingnya. Ckckck.

But I’ve got a lot of fun tonight. That’s the point. Alhamdulillah, bersyukur pada Allah telah dianugerahi pengalaman indah bersama sahabat-sahabat terindah ini ^^

Masih banyak yang harus dilakukan. Malam masih panjang. Menulis blog, membereskan kamar – tabiat idiot di malam hari lainnya – dan mencoba memperbaiki printer yang sudah dua tahun mati suri teronggok di bawah tempat tidur. Siapa tahu ada keajaiban malam ini, dan printer yang kesepian itu hidup kembali ^^

Finally, happy World Cup! Enjoy the moment! :)

June 8, 2010

Hukum Newton I: Kecantikan Berbanding Terbalik dengan Kepintaran

Statement ini keluar dari mulut Cina saat melihat seorang mahasiswa yang sangat cantik dan populer di Arsitektur ITB bernama Annisa. Memang suatu hal janggal jika melihat mahasiswi cantik dan trendy di Fakultas Teknik –pengalaman pribadi, hehe – dan, Cina langsung menebak bahwa IP Annisa hanya 2.1. Kenyataannya, memang demikian, Annisa hanya bisa memperoleh indeks prestasi 2.1

Statement ini juga sempat dilontarkan teman-teman saya saat berlangsungnya final pemilihan Miss Indonesia 2010 pada hari Selasa, 1 Juni 2010. Ketiga finalis (Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jogjakarta) tidak dapat mengartikan kata ENDURANCE – kata yang cukup umum dalam bahasa Inggris – bahkan finalis dari Jogjakarta meminta pertanyaan tersebut diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Mungkin bisa dimaklumi jika mereka memang dalam keadaan nervous, tapi tentu saja kemenangan mereka yang notabene membawa image Brain, Beauty, Behaviour sudah diragukan kredibilitasnya.

“Kecantikan berbanding terbalik dengan kepintaran” bukan pernyataan yang mutlak benar. Ini hanyalah kesimpulan dan persepsi masyarakat yang general terhadap suatu hal – cantik dan wanita. Cantik itu relatif. Bahkan, saya percaya bahwa setiap wanita itu cantik. Tergantung bagaimana kita memandangnya. Sayang sekali, saat ini media sudah menjadikan wanita sebagai objek, dan menstandarkan yang namanya cantik. Cantik haruslah yang bertubuh langsing tinggi semampai, berkulit putih, berwajah halus, berambut panjang, berhidung mancung, dan sebagainya, tanpa memperhatikan keunikan dari setiap wanita itu sendiri. Pada akhirnya, intelektualitas dan moral pun ditempatkan di posisi kesekian.

“Kecantikan berbanding terbalik dengan kepintaran” adalah persepsi yang harus dipatahkan – setidaknya dalam hidup kita secara pribadi. Saya punya banyak teman dan kenalan yang cerdas dan apik dalam berpenampilan. Dan, banyak pula wanita-wanita dengan profesi intelek dan bergengsi seperti para penyiar di stasiun TV, penulis, manajer, sekretaris, dokter, dan dosen yang harus diakui sangat mempesona dalam hal ilmu dan lahiriah. Mereka yang membuktikan bahwa menjadi cerdas adalah kebutuhan, dan cerdas tidak selalu berorientasi dengan ‘nerd’ dan acuh terhadap penampilan. Bahkan, seorang customer service Bank yang pernah melayani saya berhasil membuat saya termotivasi dengan pola pikirnya, cara berpenampilannya, dan status pendidikannya yang sudah S2 hingga ke luar negeri di usianya yang masih sangat muda.

Di mata saya, Michelle Obama, Queen Rania, Oprah Winfrey, dan ex-Menteri Keuangan RI Sri Mulyani adalah wanita-wanita yang sangat arif dan cantik. Tapi, sayangnya, masih banyak yang beranggapan jika cantik hanya sebatas kulit dan spesifikasi yang distandarkan media. Padahal sudah banyak hal cantik dan kontribusi nyata yang sudah mereka lakukan untuk dunia.

Menurut saya, cantik hanya berperan dalam hal first impression. Second, third, forth, adalah bagaimana orang-orang merasa nyaman saat di dekat kita, bagaimana kita membina hubungan baik, bagaimana kita bermanfaat. Karena cantik tidaklah cukup. Cantik adalah anugerah, yang bisa terdepresiasi oleh waktu. Tapi ilmu dan cahaya hati tetap akan abadi.

“Kecantikan berbanding terbalik dengan kepintaran” sebuah pernyataan yang menyedihkan. Tapi, banyak dari kita memang masih tidak sadar bahwa cantik ini harus dijaga. Bukan untuk dipertontonkan ataupun dijadikan obsesi semu semata. Hal yang menyedihkan lainnya adalah masih banyak kelompok masyarakat yang beranggapan bahwa wanita tidak perlu berilmu, berpendidikan tinggi, toh pada akhirnya menikah, dan mengurus keluarga. Tetapi bukankah seorang ibu dituntut harus cerdas dalam mengurus anak-anaknya kelak?

Jika wanita tahu banyak hal tentang make-up, fashion, shopping, tak ada salahnya jika tahu tentang hal-hal berbau politik dan sosial. Malu donk, cantik-cantik kok lemot? Sedih kan dengar sindiran seperti ini?

Hingga saat ini, maaf, saya masih tidak paham apa kontribusi Miss Universe, Miss World, Miss Indonesia untuk perbaikan dunia seperti yang dielu-elukan di setiap penyelenggaraannya. Dan kategori miss-miss pilihan yang diberikan hanya bersifat lahiriah seperti miss tubuh indah, miss kulit cantik, dan lagi-lagi hal itu sangat relatif. Tidak adakah kategori yang lebih mengena untuk masyarakat dan bisa dijadikan panutan?

“Kecantikan berbanding terbalik dengan kepintaran” adalah sebuah sindiran. Wanita sudah seharusnya menghargai pentingnya ilmu, kepedulian sosial, dan moral karena hal itu menyebabkan kita memiliki nilai plus dan kontribusi positif untuk diri, orang lain, dan kehidupan mendatang kelak. Bukankah kita semua menginginkan emansipasi – persamaan hak? Hak untuk memperindah diri dengan ilmu sudah diberikan untuk kita, wanita, mari kita nikmati dan syukuri bersama tanpa melupakan kodrat dan esensi kita sebagai seorang wanita.

Menjadi cantik adalah anugerah, dan menjadi pintar adalah pilihan. Jika bisa memperoleh dan mengkombinasikan keduanya, kenapa tidak? =)

Celoteh di Malam Hari: Mau Mengalir Kemana Darah APBN Negeri Ini?

APBN bisa dianalogikan sebagai jantung yang membawa darah untuk kehidupan seluruh rakyat Indonesia. Bisa dibayangkan uang negara yang berkisar 1000 Trilyun harus memberi makan 200an juta bangsa ini. Dengan penerimaan pajak sebagai sumber utama pendapatan, dan non pajak yang kurang bisa dieksplor dengan baik, anggaran kita selalu defisit, walaupun anehnya selalu surplus atau menghasilkan SILPA di akhir tahun anggaran - yah, karena belanja yang tidak efektif dan sering adanya penggelembungan di sana-sini saat tahap perencanaan oleh tiap satuan kerja.

Deficit budget,dan hanya orang tak paham yang bisa beranggapan bahwa saat ini kita bisa bertahan tanpa utang. Surat Utang Negara yang notabene sebagai pinjaman dalam negeri tidaklah selalu efisien dalam hal bunga, risiko, dan sering mengakibatkan crowding-effect. Dan sumber pembiayaan non utang tidak selalu tersedia dan bisa menyelamatkan defisit dalam jangka panjang. Yah, walaupun pada akhirnya tahun 2010 telah menjadi titik puncak jatuh temponya pembayaran utang dari masa Orde Baru, dan suatu hal yang sangat memalukan jika kita meminta rescheduling kepada beberapa lender, pada akhirnya kita harus menyediakan pembiayaan lewat utang lagi, setidaknya utang dalam negeri.

Sayang seribu sayang, pejabat-pejabat terhormat yang sedang duduk di kursi DPR seakan tak paham tentang konsepsi keuangan negara. Mulai dari kesalahpahaman persepsi bail out Century, hingga otoritas yang luar biasa terhadap anggaran negara. Di saat kita menjerit harus membayar bunga utang, harus memberi subsidi terhadap petani dan rakyat kecil, ada saja permintaan dari legislatif mulai dari perbaikan gedung miring DPR hingga dana aspirasi. Seandainya saja tidak ada motif politis di kursi panas dan empuk di sana. Terlalu banyak partai di negara ini, menurut saya. Konsekuensinya, APBN harus mendanai kepentingan politis mereka. Malang oh sungguh malang.

Saya masih ingat saat beberapa anggota DPR memboikot pertemuan dengan Menteri Keuangan saat itu - Sri Mulyani untuk membahas RAPBN-P 2010. Kenapa tidak bersikap profesional? Tapi saat membutuhkan guyuran dana untuk perbaikan bangunan miring, begitu gesitnya mengajukan menjadi bagian dari belanja di APBN-P 2010. Pertanyaan ini bahkan sempat saya ajukan di kelas karena saking tidak habis pikirnya.

Dan lagi, saat kita harus bersusah payah menorehkan angka-angka untuk RAPBN 2011, mereka, pejabat kita yang terhormat meneriakkan Dana Aspirasi dengan kata kunci utama 'demi rakyat'. Padahal, menurut beberapa pengamat, dana itu sangat tidak efektif karena tidak akan tepat sasaran hingga ke daerah dan bertentangan dengan UU 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Ironisnya, di satu sisi, BLT akan direncanakan dihapuskan di tahun 2011. Kadang saya berpikir, apakah DPR itu paham tentang siklus anggaran yang ada di Lampiran PP Nomor 21 Tahun 2004 atau sederhananya, pahamkah definisi Keuangan Negara? Karena faktanya, Pancasila saja tidak hapal, dan arti hak interpolasi saja tidak tahu ==

Semoga saja APBN kita - jantung negara ini tidak kehabisan darah karena dihisap dengan rakus oleh pihak-pihak tertentu saja...

*sebuah opini pribadi mahasiswi Kebendaharaan Negara STAN yang prihatin dengan kondisi negeri ini

Hujan Buku di Hari Minggu

Aku sangat suka buku.

Terima kasih pada tanteku yang semakin membuatku jatuh cinta pada buku. Bahkan pertemuan pertama kita kembali di sini, Jakarta, sejak belasan tahun terpisah juga berada dalam atmosfer buku. Saat itu, setahun yang lalu, engkau menghubungiku, dan kita pun berjanji akan bertemu kembali. Aku sangat bahagia, ingin mengetahui rupamu saat ini. Layaknya kencan buta dan adegan di reality show termehek-mehek, kita hanya saling mengenal dari satu identitas, yakni warna pakaianmu dan pakaianku ^^

Pertemuan kita tak pernah lepas dari buku. Latar belakang engkau yang memang gemar menulis dan cinta pendidikan memang menggambarkan semua itu. Dan kita dihubungkan oleh benang merah: kita adalah keluarga dan kita sama-sama cinta sastra. Pertemuan pertama kita dimulai saat engkau mengajakku ke Museum Mandiri bertemu dengan penulis-penulis cerita anak terkenal, lalu engkau selalu mentraktirku eskrim dan mampir ke Gramedia Bintaro Plaza, Grand Indonesia, atau sekedar mengunjungiku membawakan paket spesial makanan dan lagi-lagi buku yang sarat manfaat ^^

Tanteku yang satu ini adalah inspirasiku. Di balik padatnya kegiatan sebagai seorang dosen, ibu rumah tangga, engkau masih aktif menulis. Sudah banyak buku yang engkau terbitkan, biasanya oleh penerbit Mizan karena engkau ahlinya menulis kisah anak-anak, atau menjadi penulis berbagai artikel dan cerpen di surat kabar. Sungguh sangat membanggakan. Engkau adalah motivasiku untuk bisa menjadi wanita yang intelektual dan bisa menyeimbangkan waktu untuk karier dan keluarga.

Sudah beberapa lama kita tak bertemu lagi. Sungguh, aku kangen. Mungkin engkau sedang harus banyak istirahat untuk menyambut kelahiran sepupu baruku ke dunia. Dan karena aku percaya bahwa kangen itu ajaib, aku dihujani buku pada tanggal 5 Juni 2010. Aku sangat bahagia dengan suplemen ilmu dan cinta ini yang diantarkan oleh tukang ojek andalanmu langsung ke kosanku. Dua buah t-shirt, dompet, dan aksesoris oleh-oleh dari Shanghai, dan lima buah buku: Anne of Windy Poplars, Wicked Lovely, Daddy Long Legs, Chicken Soup for the Writer's Soul - Harga Sebuah Impian, dan Titik Balik - sebuah kompilasi cerpen tentang menerjang rintangan dan menggapai masa depan. Di buku yang terakhir ini, ada cerpen karangan tanteku: Haya Aliya Zaki.

Thanks auntie. Aku semakin bersemangat menghadapi hari-hari.

Dan saat sendirian, saat gundah, saat bimbang, aku punya cadangan buku-buku baru yang bisa dibaca :)

June 7, 2010

She's the One

I don't have to say
a word to you
You seem to know
whatever mood I'm going through
Feels as though
I've known you forever
(amigos para siempre – sarah brightman)

Jika kita boleh mundur beberapa langkah menapaki waktu, aku bahkan tak ingat jelas bagaimana akhirnya kita bisa sedekat ini. Tapi tak apa, mungkin kita memang sudah digariskan untuk bersama, menjadi sahabat, menjadi keluarga, dan membuktikan bahwa perbedaan bukanlah masalah, tetapi anugerah.

Di awal-awal perkuliahan, aku bahkan tak dekat denganmu, tak ingat hari ulang tahunmu, dan tak peduli denganmu. Saat itu, aku masih harus berjuang menemukan jati diriku yang baru, melawan semua keegoisanku, dan bertahan di masa-masa awal yang sangat sulit. Aku terlalu sibuk dengan diriku dan rutinitasku. Bahkan, tak pernah ada tanda-tanda bahwa kita akhirnya bisa sedekat ini.

Tahun kedua perkuliahan, aku telah tumbuh menjadi seorang manusia. Setidaknya, itulah pendapat teman-teman, icha yang lebih manusiawi. Dan kuanggap itu adalah pujian yang sangat signifikan. Aku menikmati hidupku. Aku menemukan diriku. Dan, aku menemukan dirimu, sahabatku, berawal dari sebuah pertanyaan, “Icha boleh duduk di sini, ngga?”

Yeah, she’s the one. Dia adalah Oselva Anesthesia Sidauruk. A great woman, a great sister, a great friend, ever. Seseorang yang sangat tulus dan penyayang. Seseorang yang sangat tangguh menghadapi hari-harinya, bersikap baik dengan penyakitnya, dan rela berkorban untuk orang-orang terkasih dalam hidupnya. Terima kasih telah membentuk icha menjadi sedemikian tangguh seperti sekarang. Tak pernah merasa sebaik ini.

Sudah banyak sekali kenangan yang kita punya. Kenangan saat kita belajar bersama, saat kita menginap bersama berjuang menghadapi ujian aplikom, saat kita makan bersama, saat kita curhat bersama, jalan-jalan bersama, saat engkau menghapus air mataku, menepuk punggungku, menyemangatiku bahwa aku bisa, bahwa aku istimewa, tak ada yang pernah melakukannya sebaik itu.

Apa yang membuat kita sedemikian cocok? Bukan karena kita berasal dari kota kelahiran yang sama. Bukan pula karena kita memiliki karakter yang sama. Tetapi, kita memiliki hati dan impian yang sama. Kita yang tumbuh dari kerasnya perjuangan dan terus mengukir janji untuk mencapai semua mimpi-mimpi kita. Kita yang berasal dari keluarga sederhana yang memahami artinya cinta, keluarga, dan pengorbanan. Dan kita yang memiliki pandangan yang sama tentang emansipasi dan penghargaan terhadap perbedaan. Kita memang berbeda dari segi keyakinan. Tapi itu bukan masalah, sama sekali bukan. Karena Tuhan memang menciptakan cinta untuk menjembantani perbedaan itu. Antara engkau dan aku. Dan, kita saling mengingatkan satu sama lain untuk tak lupa beribadah di jalan kita masing-masing.

Engkau adalah bodyguardku, yang selalu berada di sampingku saat aku berada dalam keadaan sangat lemah.
Engkau adalah energiku, yang memberiku semangat dan keberanian untuk melangkah.
Dan engkau adalah inspirasiku, teladan nyata, pemilik hati yang sangat tulus dan penuh cinta.

Jika waktu dan jarak menjadi penghalang antara kita, tak apa, karena kenangan ini telah melekat erat dalam memori terkuatku. And as people say, mind forgets but heart remembers. Some memories can hurt, but with you by my side our friendship will survive.

“Even though we've changed and we're all finding our own place in the world, we all know that when the tears fall or the smile spreads across our face, we'll come to each other because no matter where this crazy world takes us, nothing will ever change so much to the point where we're not all still friends.”

Thanks for being my friend, it’s the real miracle that I’ve ever known :’)

It's a Day to Remember

No matter how perfect the day, it always has to end.

June, I cry a lot.
But I don’t care, because my tears fall down in happiness.
But I don’t care, though I’m afraid, afraid in losing you.
And in these moments passed by,
Let me say, I love you.


3 Juni 2010, aku baru menyadari bahwa ini adalah hari terakhirku menjalani kuliah di prodip 3 Kebendaharaan Negara STAN. Hari terakhir berhadapan dengan dosen di kelas, hari terakhir menghadapi tugas, hari terakhir mendapatkan jarkom kilat dari ketua kelas, dan hari terakhir pula bisa tertawa bersama dengan teman-teman saat antusias dan bosan mendengarkan pelajaran.

3 Juni 2010 dan resolusi kuliah terakhir. Semua ingin melakukan sesuatu yang berbeda untuk dikenang. Aku mengenakan seragam warna pink – warna yang agak terlarang, tidak sesuai aturan, dan pernah membuatku shock saat ditegur dan dikejar seorang dosen yang sangat strict dalam hal warna baju di STAN . Tapi kapan lagi bisa menikmati warna ini? Warna yang sangat blossom and soooo mee ^^ Selanjutnya, aku yang biasanya duduk di barisan paling depan disediakan kursi di barisan paling belakang. Sedangkan yang biasanya duduk di belakang, berjuang melawan kantuk untuk duduk di barisan depan. Agak aneh rasanya, tapi tak mengapa. Aku ingin berlama-lama menikmati kelas ini, mendengarkan mata kuliah PHLN, dan memandangi pak dosen yang mirip Mario Teguh – seseorang yang sangat bijak, berdedikasi, dan selalu membuatku iri dengan kisah-kisahnya di London.

Tiga jam berlalu dengan cepat, dan saatnya mengakhiri. Beliau mendoakan kami dan menyalami kami satu persatu. Kemudian, aku memimpin teman-teman memberikan persembahan terakhir. Semua terjadi begitu spontan. Kami menghadiahkan lagu ‘terimakasihku’ sambil mengelilingi pak dosen. Aku benci saat-saat ini. Aku hanya bisa bicara tiga kalimat dan pada akhirnya hanya air mata yang keluar. Bahkan untuk menyanyi pun aku dan beberapa teman sudah tak sanggup. Apalagi saat melihat beliau juga turut berkaca-kaca.

Ini memang bukan akhir,
Ini adalah awal. Awal dari kita semua menghadapi berbagai hal di hari-hari mendatang. Setelah ini, mungkin kita harus berjuang sendiri-sendiri. UAS, outline, PKL, kompre, yudisium, wisuda, magang, penempatan; semua adalah hal-hal yang harus siap kita jalani.

Tetapi kenangan indah ini akan selalu menjadi modal untukku,
Modal yang tak pernah habis untuk diresapi bahwa kita adalah keluarga,
Karena kita tak pernah bisa memilih siapa yang menjadi keluarga kita, tapi aku bisa memilih kalian, sahabatku, untuk menjadi keluargaku, menjadi rumahku, karena di sinilah hatiku berada…



"My friends are like a deck of cards, they come in kings and queens, red and black, six and seven, but if one is missing, the deck won't work...and that is friendship."