June 27, 2011

Hugging You, God.

Life is unfair.

Sometimes, we need to believe that what we have today is what we get from what we've done in five years ago, a year ago, two months ago, a day ago, even in a second ago --


Life is like domino effect.

And I believe it. Life happens for a reason.

What we have done today is what we will get in next five years, next year, next two months, next day, until next second --

-- and destiny.

Allah loves you more than you know, dear.

Equillibrium

“Pria berusaha sangat keras untuk mendapatkan, dan setelahnya, wanita yang ambil kendali - berusaha lebih keras untuk mempertahankan” - anonim.


Tak adil. Lalu buat apa? Dan kita pun mempertanyakan kenapa demikian.

Ini adil.

Everything is fair in love and war.


Dan ini perkara alamiah: karena sang wanita sudah jatuh cinta – bukan di saat pertama, tapi di bulan ketujuh atau kesepuluh setelah sang pria jatuh cinta lebih dulu.

Inilah titik equillibrium.

Titik saat kita mencapai kulminasi belajar mencinta dari hampa – lalu naik dan menukik. Hingga melebihi ambang batas yang naik turun perlahan.

Inilah titik equillibrium.


Dan di fase ini kau harus bertahan. Menyeimbangkan rasa yang terlalu atau yang tak lagi berjalan beriringan.

Dan di fase ini kau harus paham. Bahwa mencinta itu bukan urusan mudah, jika tidak sabar engkau akan menyerah.

Dan di fase ini kau tak boleh lemah. Karena jatuh cintanya wanita adalah titik terlemah. Dan kita harus mengakui bahwa diabaikan atau kehilangan itu memang berada di koordinat yang sejajar.

Inilah titik equillibrium.

Bersabarlah. Ambang batasmu harus ditinggikan. Mari kita duduk berdampingan – seperti saat kupu-kupu masih beterbangan di rongga pencernaan – seperti dulu.

Mari kita jatuh cinta sama-sama lagi.

June 20, 2011

Red Weekend

Weekend exists to make human as human - me.


Hiburan adalah kebutuhan primer – menurutku.

Setelah lima hari kerja dan menyibukkan diri dan pikiran sebagai orang dewasa, saatnya menjadi anak-anak kembali di akhir pekan. Bahasa resminya – weekend adalah memanusiakan manusia – menambah stock senyum, charging cinta *eheemmm*, refresh energi, membagi waktu dengan diri sendiri, atau berkumpul dengan orang-orang yang dicintai.

And, I do believe, how we deal with our weekend depends to our weekdays.


Dan yay!

Minggu, 19 Juni 2011 – setelah fase-fase kritis dan pesimis yang membuat jantung menderu-deru karena tak bisa menikmati Minggu (halah!) – saya menjejakkan kaki ke Ragunan. Ahaha. Terdengar sangat biasa dan pathetic, tapi sangat mewah buat saya. Dan tujuan utama saya ke Ragunan selain buat jalan-jalan melepas jenuh, yakni saya ingin melihat rusa dan unta – dua makhluk lucu itu! Aaaah, sayang sekali, keinginan itu tak tercapai. Huhu. Selain karena perginya udah kesorean, ya itu, petunjuk jalan di Ragunan sepertinya dibikin lima puluh tahun yang lalu – sehingga saat mau menuju kandang gajah, eh ketemunya kandang primata. Mau menuju kandang rusa, ehhh ketemu saudara kita lagi, alias primata lagi. Yaaaah!

Walau ga sempet difoto semua, tapi burung bangau ini yang paling lucu dan bikin kaget, karena marah-marah waku saya jepret *hosh*


Aaah, terima kasih Pencipta. Terima kasih weekend. Terima kasih Mister Sunday. Dan terima kasih alam semesta buat konspirasinya.

Yah, saya sangat menikmati kita dan waktu bersisian yang kini tak lagi mudah.

June 14, 2011

Selamat Berjuang, Temans! :")

Karena hidup adalah bergerak maju.


Entah itu menuju arah mata angin yang sama atau berlawanan.

Bersisian kini tak lagi mudah, karena waktu telah mempersilakan kita merentang sejenak.

Perpisahan memang selalu menyakitkan - entah karena air mata, pelukan yang tak ingin kau lepas, ataupun karena kenangan.

Kenangan yang mengingatkan bahwa kita pernah sama-sama, bahwa tiga tahun bukan waktu yang sebentar, dan sampai saat ini pun kita masih sama: kita masih keluarga. Dan jarak tak akan bisa mengubah posisi kamu, kalian, kita untuk tetap berada di tempatnya - tetap di sini: di hati dan ingatan yang tak akan berubah oleh keadaan.

Karena hidup adalah bergerak maju.


Dan inilah kita - di jalur yang telah berbeda yang masing-masing telah ditentukan olehNya.

Dia menyayangi kita lebih dari yang kita tahu.

Dan bahwa Dia telah menyiapkan kebahagiaan - buat kita yang senantiasa sabar dan penuh harapan.

Semoga kita selalu saling mengingat dan merindukan dalam doa. Doa yang meyakinkan bahwa kita punya pundak dan hati yang kuat, dan bahwa kita akan baik-baik saja - bahkan jauh lebih baik dari yang kita kira :")


*Didedikasikan untuk keluarga besar Kebendaharaan Negara 2007 - teman-teman terbaik yang pernah ada. Selamat berjuang, teman! :")

June 10, 2011

(Masih) Tentang Jarak

"Sebenarnya jarak kita hanya sebatas menekan tombol Call"

|"Dan ketersediaan pulsa"


"Juga waktu"

|"Dan jawaban ini mewakili segalanya - sebatas niat"


If you really want to, there can't be a problem.


And it explains everything.

Rumah Baru

Juni 2011, dan akhirnya definitif. Aku punya rumah baru, yakni subdirektorat Hibah Daerah. Rumah ketiga tepatnya – setelah Medan dan Condet, hehe :)


Dan salah satu yang menyenangkan dari kejelasan status dan tanggung jawab ini adalah saya punya keluarga baru. Kubikel baru. Meja baru – yang bisa saya hias sedemikian rupa :3


*nyahaha - ga niat ngiklan kok :P*


Bismillah. I’m really excited enjoying this, and many things must be learned and learned :)

Menahan

Diam dan menangis itu sebabnya sama. Menahan kata dan menahan luka. Dampaknya pun sama. Sakit. Seperti menelan bongkahan batu yang tertahan di tengah-tengah kerongkongan.

Seperti itulah.

Akhir-akhir ini kita jarang menangis. Mungkin Juni memang jauh lebih ramah, atau sang hati yang sudah terampil menjahit selimutnya sendiri – hingga dia baik-baik saja.

Sebenarnya tidak demikian.


Kita hanya butuh bahu, atau satu titik yang tepat untuk berucap.

Boleh?