July 22, 2011

Dream. Dream. Dream.

Someday. Someway.

Why do you love England?

Because i just love it. That's it.

Patahan #7

"Persahabatan kita tidak sebatas putaran roda dan lokasi di peta bukan?" - air mata selepas penempatan. Patahan ketujuh.

Patahan #6

"Kesepian dan kesedihan itu mungkin tak nyata, tak sungguh ada - hanya permainan pikiran semata. Apakah perpisahan juga begitu adanya?" - imaji. Patahan keenam.

Patahan #5

"Rindu adalah sejenis karena yang menaklukkan semua walaupun. Juga semacam jawab di letupan tanda tanya yang tak butuh lagi alasan menyerupa. Rindu. Itu saja. Cukup" - rindu. Patahan kelima.

Patahan #4

"Mana yang lebih penting? Sekarang sudah tidak ada lagi bedanya antara hidupku dan hidupmu. Ini hidup kita - kau dan aku sama pentingnya" - kita. Patahan keempat.

Patahan #3

"Tak perlu kau lakukan itu hanya karena takut aku marah dan kecewa. Itu setara pedih yang warnanya merah muda. Lakukanlah karena kau memang ingin melakukannya." - pedih. Patahan ketiga.

Patahan #2

"Jika definisi rumah adalah tempat dimanapun ada kamu dan ada aku, maka aku selalu menantimu untuk kembali. Kesini, kembali pulang. Kapan saja" - rumah. Patahan kedua.

July 21, 2011

#2 Self Note

I’m 21 and rebel-minded.

Counting on the days – and it feels like many things that I’ve never had and experienced to.

Envy to the earth, huh?

That’s what we call as reality – when we had no control to our childhood – no chance, no support, and no right to say what you really wanted.

I’m 21 and rebel-hearted.

In this – too late – age, I really have big desire to do every amazing things that I’ve never got through. I want to join dance class (seriously), foreign language class, or music class. And then i wish I could ride bicycle around the town, swim with no fear, and travel alone – without being terrified and mistrusted.

I’m 21 and normal. So let me do it now – because the biggest regret ever comes when you have no willingness to try, doesn’t it?

And it's dangerous - you've never grown up.

July 18, 2011

Patahan #1



"Aku mencintaimu dengan terlalu boros dan serakah agar tak mungkin tersisa untuk yang lain mencinta" - hati. Patahan pertama.





*patahan adalah proyek menulis baru setelah proyek 7 Hari Menulis Prosa - mengungkapkan kata-kata sederhana yang tak terungkap hati dan tak tergapai telinga*

Happy Birthday, Edelweiss! :)

15 Juli 2009.

Postingan pertama dari blog ini pun diterbitkan. Dan dari sekian hari yang terpatri, sang kata-kata pun menemukan jati diri – bahwa inilah dia. Dia – blog ini semacam refleksi.

Dan biarlah blog ini menjadi jejakku – seorang gadis yang sering mendramatisir keadaan dan mubazir perasaan – tapi belajar menemukan kekuatan. Dan dari setiap kesalahan-kesalahan yang terekam, pengalaman-pengalaman manis sejak kuliah, magang, bekerja, dan fase yang tidak pernah diketahui bagaimana akhirnya – blog ini membantuku belajar dewasa, mencintai hidup, tertawa dan menjadi lega, belajar mencinta dan mencerna bahwa hidup adalah tetap menjadi baik-baik saja melebihi apapun yang kau terima.

Terima kasih buat yang telah menjadi pembaca setia blog ini, bersimpati, dan yang jatuh cinta padaku melalui huruf, titik, dan koma – juga buat orang-orang hebat yang aku temui, gadis-gadis penulis yang baik hatinya dan blogger-blogger hebat yang tak sungkan untuk menyapa – setiap hari aku membaca dan belajar dari kalian semua. Sehingga edelweissku bisa bertahan, tumbuh, dan mekar di tamannya – taman ini yakni taman kata-kata – tempat berteduh sejenak saat hidup tak lagi ramah dan hangat. Tempat memanggang kesedihanmu tanpa perlu menunjukkan air mata. Dan pada akhirnya kau belajar bahwa hidup itu nikmat walau sulit pada awalnya.

Selamat melanjutkan kisahmu, tamanku sayang :)

*dan lezatnya eskrim meramaikan hikmatnya hari itu :)*

#3 Jleb!

Skenarionya sih jalan-jalan weekend ini mau tampil beda. TOTAL!


Him: “Kayaknya ada yang beda nih”

Me: “Apanya?” *pura-pura nggak tahu*


Bermenit-menit kemudian…


Him: *tetap ngeliatin aneh*

Me: *salah tingkah*

Him: “Pake apa itu di mata?”

Me: “Ya ampun ini kan warna cokelat, dan cuma tipis doang. Huhuhu, ini baru kedua kalinya aku pakai begini”

Him: “Lebih cantik natural aja :)”


JLEB!


*Buru-buru ke toilet dan cuci muka*


Karena TOTAL adalah tampil apa adanya. Dan ini yang lebih baik :)



Kesimpulan: Man hates eye-makeup :| - okay specifically, my man!

July 14, 2011

Palembang!

Alhamdulillah, bulan ini dapat kesempatan kedua lagi untuk menyeberang ke Pulau Sumatera. Kali ini dalam rangka monitoring hibah air minum AusAid, dan gilirannya saya ke Palembang! :)

Kesan pertama saya mengunjungi Palembang adalah panas! Hoho, tapi atmosfernya sangat nyaman. Setelah berkunjung ke PDAM Tirta Musi dan Pemkot Palembang, nggak lengkap rasanya kalau belum mengintip Jakabaring – yang akan jadi lokasi Sea Games tanggal 11-11-2011 nantinya. Semoga bisa selesai tepat waktu karena masih sangat banyak konstruksi yang harus dibenahi. Mulai dari galian di sepanjang jalan dan pipa-pipa yang dibongkar dan harus direlokasi, juga venue dan stadion yang masih harus dibangun. Dan, saya sempat jepret Wisma Atlet yang akhir-akhir ini jadi kasus anyar itu lho! :P

*Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring - mukanya udah capek :P*

*proyek Wisma Atlet*

Berhubung di Palembang hanya 1 hari, saya sempatkan jalan-jalan di malam harinya dan mencicipi tekwan Sudi Mampir yang letaknya beberapa metel dari Hotel Graha Sriwijaya – tempat saya menginap dan dari kantor Pemkot yang gemerlap di malam hari. Hmm, nyammy dan hangat! Setelah itu, dilanjutkan dengan jalan kaki ke Benteng Kulo Besak – tempat nongkrongnya masyarakat sambil ngelihat keindahan Ampera dari jauh. Ampera di malam hari cukup indah, yah, seandainya saja sungai Musi yang menjadi icon Palembang ini juga bisa lebih terjaga. Katanya sih Palembang ini kota air, nggak akan pernah kehilangan air – tapi kebersihannya yang kurang menyebabkan sering kesulitan akses air bersih. Noted!

*kantor Pemkot di malam hari*


*Amperaaa*

But, after all, Palembang is quite nice. I love it! Now, back to Jakarta! :) *dadah dadah*

July 6, 2011

#1 Winnie's Quote

“If ever there is a tomorrow when we’re not together, there is something you must always remember. You are braver than you believe, stronger than you seem, and smarter than you think. But the most important thing is, even if we’re apart, I’ll always be with you.”

-Winnie the Pooh

It's sweet.

I hope i can watch this cute bear again :')

Wibawa

Mereka bilang cinta itu butuh wibawa. Aku pun percaya lalu mengangguk sekali dua kali.


“Aku kuat kok. Karena ini masalah waktu, hanya membiasakan hal yang tidak biasa” – lalu aku menangis dalam diam. Senyum-senyum sipu sampai bermuka merah.

“Aku bisa sendiri kok” – lalu aku berjalan dalam hening berandai-andai jika kita bersisian.

“Aku baik-baik saja kok” – lalu aku menjadi sibuk beranjak kelelahan agar tak merindumu.

Rindu itu harus dihemat, diam-diam tak diungkap, nanti nilainya pudar. Rasanya jadi hambar. Setuju?

|@auliagassi @chabadres hati-hati meledak, icha. semua hal punya tanggal kadaluwarsa.

Mereka bilang cinta itu butuh wibawa. Aku pun percaya lalu mengangguk sekali dua kali – karena memang tak perlu setragis itu.

Sesederhana itu bukan?

#2 Jleb!

Pulang kerja. Tertahan beberapa menit di depan pintu karena kunci duplikat yang rusak.

Me: *muter-muter kunci hopeless*

Adek-adek tetangga: “Kenapa kak?”

Me: “Memang susah dibuka pintunya, dek” *mewek*

Adek-adek tetangga: “Sini aku bantuin, kak”

Me: “Bisa?”

Adek-adek tetangga: *muter kunci*

Kreeeeek
.
Pintu terbuka dengan anggun.


JLEB!

Muter kunci sekali doaaang? Sedangkan tanganku udah sampai merah begini? Errrr

Oalaaah, terima kasih deh yaa adek-adek bertenaga super yang membuat saya bisa masuk ke rumah. Dan saya pun menghujani mereka dengan cubitan pipi satu persatu! :D

July 4, 2011

Menjemput Kangen

Akhir Juni dan awal Juli. Saya dapat kejutan dari Tuhan, anggap saja ini bonus atau hadiah karena saya sudah menabung kangen selama 9 bulan. Dan akhirnya saya bisa mampir buat pulang di sela-sela tugas dinas ke pulau seberang.

Selamat datang di Kota Medan. Saya sudah kangen udaranya, kangen logat bicaranya, kangen makanannya, dan yang terlebih-lebih: kangen rumah dan seluruh isinya.

Rumah tidak banyak berubah , tetap hangat seperti dulu dengan sinar matahari yang tak pernah kurang ataupun berlebihan juga mawar yang mekar berganti-gantian. Yang berbeda hanyalah penghuninya – tiga ekor kucing baru yang genit dan suka menggigit jari kaki juga cinta yang semakin merekah dari hari ke hari.


*namanya Cakep*

Saya menikmati kenyamanan tidur di rumah sambil memeluk Mama, menyentuh mainan dan album foto yang masih tersusun rapi di kamar yang warna dindingnya sudah memudar, belajar naik sepeda, belanja ke pasar lalu leyeh-leyeh menyeruput yogurt dan kopi bersama, juga menyantap masakan ibunda layaknya sudah ratusan tahun saya tak makan hal selezat demikian.

*boneka dari kakek 20 tahun yang lalu*

Juga tentang adik – yang dulu menjadi teman berantem karena saluran TV atau rebutan main Play Station sekarang jadi partner yang baik sekali. Juga tentang Abah – yang harunya mungkin tak kasat mata dan masih sempat mengajak saya makan rujak dan dibonceng naik sepeda motor tua menemui kerabat yang sudah menua seperti waktu membentuk keriput dan air matanya. Juga tentang Mama – yang aaah entahlah terlalu banyak kata untuk mengungkapkannya :')


Sampai ketemu lagi di waktu Lebaran. Insya Allah – tak lama lagi.

#1 Jleb!

Suatu malam di sebuah pembicaraan telpon yang sok tua.

Me: “Anak-anak zaman sekarang kayaknya udah gak kenal mainan ya. Miris”

Him: “Kenapa?”

Me: “Sekarang mainannya gadget, bebeh, facebook, laptop… hedeeeh… beda deh beda…”

Him: “Iya sih”

Me: “Padahal seru yaa, aku aja masih pingin tuh sekarang main masak-masakan, atau rumah-rumahan”

Him: “Jiaaah.

Kalau sekarang mah bukan lagi waktunya masak-masakan atau rumah-rumahan, tapi masak beneran, dan ngurus rumah beneran

JLEB!

*inget umur, bro, inget umur* *jedot-jedot kepala*