December 30, 2011

Patahan #32

"Walking in those shoes - it feels like I'm walking with you. Seriously" - shoes. Patahan ketigapuluhdua.

The Great Pacific Garbage Patch

Jadi postingan ini sebenarnya terinspirasi dari cuplikan detik tv yang judulnya Puluhan Ton Sampah Penuhi Kali Ciliwung. Setelah itu saya lanjut searching artikel-artikel tentang bagaimana pengolahan sampah di Jakarta, kenapa TPA yang dipilih adalah di daerah Bantar Gebang, sampai sungai-sungai terkotor di dunia huksss – eh malah nyasar nemu istilah di atas.

Nah dari hasil googling berbagai sumber, informasi yang saya dapat adalah keberadaan The Great Pacific Garbage Patch ini memang sudah diperkirakan sejak tahun 1988. Belum ada masyarakat yang menyadari sampai akhirnya Charles Moore - seorang pelayar dan oseanografer menemukan zona ini pada tahun 1997, saat ia sedang berlayar pulang setelah mengikuti lomba layar Los Angeles-Hawaii. Zona timbunan sampah yang sebagian besar terdiri dari materi plastik tersebut terapung-apung sedikit di bawah permukaan laut sehingga tidak terdeteksi oleh kamera udara maupun citra satelit.

*The Great Pacifik Garbage Patch dilihat dari luar angkasa*

Kebanyakan plastik adalah polyethylene atau polypropylene yang lebih ringan berat jenisnya dibanding air laut sehingga terapung dekat dengan permukaan air. Namun, jenis plastik lain yang lebih berat mungkin juga telah tenggelam ke dasar laut dan tidak dijumpai.

* Wow!*

* Lokasi The Great Pacifik Garbage Patch*

Zona timbunan sampah ini seperti yang terlihat pada gambar luasnya dua kali dari ukuran Texas – yang notabene Negara bagian terbesar kedua di Amerika Serikat dengan luas kira-kira 696.200 km persegi. Wew! Zona sampah tersebut disebabkan oleh adanya sirkulasi arus Gyre Pasifik Utara yang menjebak sampah di areal besar utara khatulistiwa.

*Arus Gyre Pasifik Utara yang menjebak sampah*

Selain zona sampah di kawasan Samudera Pasifik tersebut, ternyata kondisi yang sama juga terlihat di kawasan Samudera Atlantik dan volumenya lebih besar daripada benua sampah yang ada di Pasifik tadi. Huksss.

* Lokasi Atlantic Garbage Patch*

Kenyataannya, memang hanya 5% dari volume sampah setiap harinya yang dibuang dan dikelola secara tepat. Dan sisanya dibiarkan tersebar begitu saja ke alam. Kasihan sekali makhluk-makhluk penghuni laut yang disana :’(


Plastik-plastik yang terbuang ke laut ini tidak seperti materi organik yang bisa mengurai, tetapi akan pecah menjadi serpihan-serpihan yang lebih kecil dan masih mengandung unsur polymer. Organisme-organisme laut akan memakan serpihan ini dan terjadilah proses rantai makanan – hingga pada akhirnya materi itu kembali ke makanan kita!

What on earth! :’(

*dikutip dari berbagai sumber dengan perubahan*

Patahan #31

“One of deepest regret is when you realize that there’s a lot of wasted time. And you let it be” – time is killing. Patahan ketigapuluhsatu.

Patahan #30

“Daripada menundukkan wajahku, aku lebih memilih menegakkan kepalaku dan menatap lurus ke depan” – sikap. Patahan ketigapuluh.

#10 Self Note: Kemampuan Motorik

“Kekuatan motorik orang dewasa mencapai puncak kekuatannya antara usia20-an dan 30-an tahun. Kecepatan respon maksimal terdapat antara usia 20 dan 25 tahun kemudian kemampuan ini sedikit demi sedikit akan menurun”

Tiba-tiba tertarik sama statement di atas. Mungkin sebenarnya yang bikin tertarik adalah ada angka 20-an nya ahaha.

Pastinya semakin dewasa, perkembangan motorik kita tidak akan sama seperti pada masa kanak-kanak yang jauh lebih aktif bergerak, belajar, menulis, atau bermain.

Apalagi yang notabene kerjanya di kantor, lebih banyak duduk, depan monitor – kecuali kemampuan untuk menggerakkan scroll mouse (efek positif browsing dan blogwalking ahaha) dan mengetik cepat dengan 10 jari :p – kemampuan motorik lainnya mulai terdepresiasi pelan-pelan. Contohnya saya nih, sebut saja kemampuan menulis. Karena memang sudah jarang menulis, tulisan tangan saya sudah tidak serapi dulu lagi huksss, dan rasanya susaaah gitu. Atau kemampuan main game. Yayaya, entah kapan yaa saya terakhir kali main game yang beneran butuh banyak koordinasi tangan dan otak, SMA kali yaa waktu masih sempet-sempetnya bisa main Play Station. Aihhh, sekarang nyobain main Mario Bros di laptop aja jatuh di lubang melulu huhuhu. Atau kemampuan melukis. Kayaknya gambar saya ga sebagus dulu deh – bikin pola aja susah simetrisnyaaa zzz.

Nah nah karena itu, kembali melatih hal-hal sederhana di sela-sela aktivitas menurut saya sangat penting. Itulah kenapa ada hari libur, agar kita bisa kembali menjadi manusia normal – dan melakukan hal-hal di luar rutinitas. Terlebih, sebelum kita jadi canggung melakukannya dan jadi lupa haduuuh sedihnya. Yang hobi olahraga sempatkan olahraga, yang hobi main musik, melukis, berenang, menari, coba lakukan lagi – iseng-iseng melatih kemampuan motorik dan menyehatkan otak juga lho!



*bisa latihan doodling-doodling begini :D*

Serius lho, saya mulai sering kangen menulis dengan tangan – setidaknya dimulai dengan punya agenda yang rapi, atau iseng-iseng doodling, bikin gambar-gambar lucu di waktu luang, atau latihan merajut, melipat kertas origami, menghias kue-kue kering, lari-lari di alam – aaah menyenangkan sekali bukan? :)

December 29, 2011

Patahan #29 - Closing Entries

“How can I love when I'm afraid to fall” -Christina Perri - A Thousand Years.

“My eyes will do the same, if you walk away. Everyday, it'll rain, rain, rain” -Bruno Mars – It Will Rain.

“You're giving up so easily, I thought you loved me more than this” -Adele – Take It All.

December 27, 2011

#9 Self Note

“Karena kata-kata adalah doa”

Memang perlu untuk membiasakan diri mengucap kalimat yang baik-baik, seperti sugesti positif atas apa yang akan terjadi untuk hari ini, esok, atau masa yang tak dapat ditentukan – karena kalimat yang baik adalah harapan, dan harapan adalah doa. Dan cepat atau lambat bisa saja hal yang pernah kita lontarkan itu terkabul – pada saat yang paling tepat dan bahkan tidak disadari sama sekali.

Seorang sahabat di kantor pernah berkata begini – ibundanya pernah bilang bahwa akan ada satu hari dalam setiap bulan dimana hal-hal yang kita ucapkan itu akan dikabulkan. Kebenarannya hanya ada pada Allah tapi yang saya kutip disini adalah dengan berbicara yang baik-baik akan didekatkan pada yang baik-baik pula. Karena Allah adalah seperti apa yang kita prasangkakan kepada-Nya. Berprasangka baik pada apa yang akan jadi ketentuan dariNya, keberkahan adalah ganjarannya.

Mungkin kita pernah ingat bahwa kita pernah berucap entah sengaja atau tidak, serius atau bercanda, “Saya ingin kesana beberapa tahun lagi” atau “Saya ingin kerja di tempat yang kayak gitu lho” atau “ah ga mungkin” atau “Nanti aja kalau udah punya waktu” atau “Gue nikahnya masih lama” dan atau-atau-atau yang lain. Kalau dipilah-pilah, kadang saya baru sadar bahwa yang terjadi sekarang pernah saya ungkapkan dulu, lama sekali. Mungkin seperti teorinya The Secret – bahwa alam semesta berkonspirasi. Salah satunya dengan itu – dengan berkata-kata baik atas perihal apa yang kita inginkan – dengan izin Allah pastinya. Kalaupun memang ternyata tidak, mungkin Allah mengubahnya dalam kemasan yang berbeda untuk kita mau belajar sabar dan usaha.

Menurutku, bisa dimulai dengan terbiasa membuka pintu positif setiap pagi lalu berucap, "Semoga hari ini penuh kebaikan untukku dan untukmu. Amin"

:)

Jatuh

Bahwa awal dari kehancuranmu dimulai saat kau membiarkan dirimu jatuh. Sudah kubilang untuk berhati-hati. Jangan berani dekat-dekat sebelum kau tak cukup kuat. Seharusnya kau tak memalingkan wajah ke kiri dan ke kanan – hingga tak melihat ada lubang besar tepat di persimpangan.

Bahwa awal dari kehancuranmu dimulai saat kau membiarkan dirimu jatuh. Pada suatu titik – menjadi lupa dengan yang seharusnya kau capai atau kau gapai.Menjadi lunglai karena candu atau rotasi akal yang secara tidak wajar hanya berputar di satu sumbu. Seperti hilang arah, mempertanyakan salah, jalan terus atau menyerah.

Seharusnya kau tak selemah itu. Seharusnya kau memperbaiki gagang kacamatamu – sebelum melangkah satu-satu. Bisa saja jalan yang di hadapanmu itu jalan buntu. Sayangnya hatimu sudah dicuri, sayang. Kenapa tak kau simpan kuncimu di tempat yang lebih aman? Agar kau aman. Agar kau aman.

Kini apa yang kau dapat selain penyesalan? Bayangan indah itu tidak lagi menakjubkan saat kau merasakan jatuhmu sendirian. Pada suatu spasi – seharusnya kau diajak bangkit lalu berjalan beriringan pada ruas-ruas yang dibatasi antara pertemuan dan perpisahan. Tapi kau hanya dipandangi dari jauh – mungkin puas karena kehancuranmu atau kecewa karena kenyataan bahwa kau tak seindah yang ada dalam angan. Atau kau diajak berdampingan hingga pada suatu lorong berbatu – tertatih – lalu ditinggalkan.

Kau ini bukan hanya seonggok air mata. Kau ini mahkluk Tuhan bukan? Anak dari dua orang manusia yang penuh kehormatan bukan? Maka bangkitlah – berlindunglah dari perasaan-perasaan ketakutan. Sudah jauh sekali. Sudah jauh sekali.

Teriaklah dengan lantang – bahwa awal dari kehancuranmu dimulai saat kau membiarkan dirimu jatuh – itu mereka, bukan kau. Maka buktikan.


*sebuah analogi skeptis tentang jatuh: kau pasti tahu – jatuh apa yang kumaksud*

December 19, 2011

Patahan #28

“Bahwa percaya jika Allah menyayangimu, itulah yang menguatkanmu” -faith. Patahan keduapuluhdelapan.

Pertama

Semoga setelah menyapa Sang Pencipta, kau tetap tak bosan atau kehilangan kata untuk menjadi yang pertama menyapaku di setiap pagi.

“Selamat pagi! Semoga Allah memberkahi langkah dan usahamu hari ini!”

Terima kasih. Lalu bergantian mengamini.

Ditambah segelas minuman hangat, atau beberapa keping biskuit – aku lebih dari siap menghadapi hari.

He’s My Brother – My Only One

Bahwa benar sekali jika setiap perbuatan itu dinilai oleh niatnya.

Adek: “Ma, adek pingin traktir mama. Makan bakso yuk!”

Mama: “Mama ngga usah, adek aja. Nanti uangnya ngga cukup”

Adek: “Pokoknya mama harus ikut makan juga”


***

Bahwa benar sekali kadang hal-hal tidak selalu berjalan sesuai rencana.

Adek: “Ma, semua totalnya Rp 49.000,-, uang adek cuma Rp 35.000,-”

Mama: “Kan tadi sudah mama bilang, mama ngga usah ikutan makan. Di sini mahal, sekarang uangnya habis kan?”

Adek: “Maaf ya ma, adek pingin traktir mama, ngga tahu kalau bakal semahal ini”

***

Dan kisah bocah yang penyayang ini membuatku kangen sekali. Ga apa-apa kok, adek. Kami bangga padamu :)

#8 Self Note: Alibi

Percayalah bahwa sebagian besar perempuan yang akhirnya berbelanja itu pada awalnya sudah pasang niat kuat untuk tidak berbelanja, cuci mata doang, atau cuma menemani temannya belanja. Pada akhirnya, efek dari sentuh sana-sentuh sini, coba ini itu, ada sale yang ga diduga-duga, atau barang lucu yang hanya ada satu-satunya – lalu takut keburu sakit hati, atau terbawa mimpi, nyesel kenapa tadi ga beli, tapi sebenernya ga butuh juga.

Me: “Ini lucu banget. Trus gimana dong?”

Her: “Kalau emang butuh, ya udah beli aja”

Me: “Aku belum butuh sih sebenernya. Tapi pingin!”

Her: “Kalau emang pingin, ya udah beli!”


Tarik napas, buang napas. Yeah, saya orangnya butuh waktu dong buat belanja sesuatu – apalagi kalau yang dibeli itu di luar list bulan ini. Saya mematung di counter lamaaa banget sambil megangin barang itu karena takut direbut orang dan menetapkan hati. Huwaaaa.

Me: “Bismillah!”

Haha, temen saya sampai bilang bahwa sakit hatinya perempuan ya begini, saat mau beli satu barang eh malah nemu barang yang lain, atau saat temennya yang butuh eh malah yang nemenin yang beli barang itu. Asal masih wajar gapapalah yaa, jarang-jarang juga, kan masa manfaatnya juga jangka panjang dan stress pun terobati. Haha, alibi :p

Sederhana

“Akan ada suatu kala teknologi menjadi antiklimaks. Dan kita mulai merindukan hal-hal sederhana”

Seperti kepuasan saat tiba-tiba terpikir untuk beli N100 buat handphone cadangan. Selain memang untuk menghemat pengeluaran pulsa, tapi saya juga kangen punya radio – beneran radio yang hanya bergantung sama availabilitas frekuensi, bukan kapabilitas jaringan, internet, or whatever which is very lame these days. Sekarang, radio harganya juga ‘lumayan’, mungkin karena sudah mulai tidak lagi terjamah atau menjadi langka. Ya sudah, akhirnya beli N100 yang memang ada feature radionya saja dan harganya cukup toleran.

My smartphone is getting dummier day by day. Yeah, manusia modern pun begitu – semakin tergantung dengan charger atau colokan listrik setiap hari.

Mungkin saya termasuk salah satu orang yang old-fashioned. Menurut saya, feature-feature chat seperti gtalk, YM, atau BBM memang mempermudah koneksi dan efisiensi interpersonal untuk berkomunikasi. Tapi tidak untuk berinteraksi. In my mind, komunikasi yang setengah-setengah, kalimat per kalimat itu menyedihkan, seperti menghilangkan detail atau esensi dari apa yang seharusnya disampaikan. You know, selain broadcast message, salah satu feature bbm yang kurang saya sukai adalah PING! PING! PING! Entahlah, aksi kirim ‘ping’ saat tidak sempat membaca BBM itu seperti teror atau seakan saya melakukan sesuatu yang salah dan membuat takut lho kadang-kadang. Oh, please.

Kembali lagi, bahwa akan ada hal-hal di mana kita akan merindukan hal-hal yang biasa. Merindukan pertemuan, bukan sekedar teks digital, mention, atau display picture BBM yang berganti-ganti yang membuat kita sibuk dengan foto-foto pribadi dibanding menikmati moment itu sendiri. Atau beberapa yang akrab sekali di dunia maya tapi serasa makhluk asing di dunia nyata. Atau dua orang yang duduk berdampingan lalu masing-masing ditulikan oleh benda di tangannya – dan waktu berlalu begitu saja. Menyedihkan.

*no offense: hanya opini pribadi*

December 15, 2011

Once or Twice

“I’m about to break my heart once or twice every day.

Once – I hate to be somebody’s person while – in fact – that person is still searching someone to replace my position. And it happens.

Twice – Because I love him too much. And that what actually happens. I can’t let go.”

But like everything I've ever known
You disappear one day
So I spend my whole life hiding my heart away
(Hiding My Heart - Adele)

December 13, 2011

5 Most Annoying Things Ever and Often Happened :p

1. When you walk in a rush and someone in front of you accidentally stops and blocks your way. Oh no!

2. When you’re in hurry and almost late and realize that you can’t find your room keys.

Or maybe you can find it, the traffic is okay, then you’re already happy because it’s still 07.30 but when you want to put your finger or hand on absence machine, the clock in it turns to 07.31! Ahahaha

3. When you’ve worn your outfit perfectly but you notice that your hijab is wrinkled and must be put off and ironed again. Huff

4. When you’re talking or sitting next to your friend, but he or she only focuses to blackberry on their hand. *crying*

5. When you’re in public transportation, and some disturbing people smoke with poker face!

*Life - needs thousand laughs to keep being normal :p*

Lupa!

“Eh aksioma itu apa?” *lupa mendadak*

“Itu istilah buat sumbu X di diagram kartesius bukan sih?”

“Haaa masa sih?”


“Kok jadi lupa yaa, sumbu X itu namanya apa? Kalau sumbu Y? Aaargggh” *langsung googling*

“Yaelah sumbu X itu namanya absis! Aksioma itu postulat!”

Haha, bisa-bisanya blank! Memori yang dulu terekat sangat kuat sepertinya mulai tertimbun oleh memori-memori baru. Dan, hal-hal yang tiba-tiba ‘lupa’ seperti itu bikin kita jadi sadar buat lebih sering refresh ingatan, belajar, senam otak, atau mengerjakan soal-soal lagi.

Forgetting a lot nowadays? Maybe we should read more and write more. It works!

*Note: Oh iyaa, kalau tiba-tiba lupa, coba untuk tidak memikirkan atau mengingat-ingat hal itu selama beberapa menit. Dan biarkan sistem memori mengurai dirinya sendiri. Itulah mengapa kita sering ingat sesuatu saat sholat (jadi ga khusyuk hehe), saat lebih santai dan tidak stress, atau saat ujian jika sudah stuck di satu soal, lanjutkan saja ke soal yang lain, nanti saat kembali ke soal itu, secara ajaib kita bisa ingat lagi atau bisa lebih baik dalam menganalisa :D*

Menjadi Perempuan

Dulu waktu SMP, saya sangat feminis. Jika cowok bisa jadi juara, maka cewek juga bisa. Jika cowok bisa jadi Presiden OSIS, cewek juga bisa.

Dan prinsip itu berlangsung sampai sekian tahun – mungkin sampai kuliah. Hingga saya sadar bahwa ada hal-hal yang memang menjadi porsi antara pria dan wanita. Berjalanlah pada hal-hal yang sesuai dengan hakikat dan kemampuan.

Dua hal yang selalu saya ingat dari abah tentang menjadi perempuan adalah:

1. Perempuan harus belajar.

Saya bersyukur punya orang tua yang menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan, memberi saya kesempatan untuk mencapai cita-cita, juga kesempatan berpendapat. Karena di sisi lain, saat masih banyak orang tua dengan darah atau asal-usul yang sama tidak mengizinkan anak-anak perempuannya melanjutkan kuliah atau terlalu concern pada materi, pernikahan – atau sebut saja ya errr perjodohan. Hidup memang harus berubah bukan? Dan Islam sangat memuliakan para perempuan :)

2. Perempuan harus serba bisa.

Itulah mengapa saya lebih suka melakukan hal-hal sendirian – it seems disturbing somehow when I’ve been such a pathetic loner huksss. Because you can depend to nobody though you’ll never walk alone actually. Dari kecil saya dilatih untuk memperbaiki barang-barang, pegang obeng, kemana-mana sendiri – hingga kelihatan seperti tidak punya teman atau pacar saja huksss.

Woman is fragile but her heart is stronger than it seems :)

December 8, 2011

Mama

Penghormatan terbesar untuk beliau yang telah menjadi ibu luar biasa dan sahabat sebenar-benarnya bagi gadis dua-puluh-dua tahun yang sedang belajar merasionalisasi impian juga tumbuh dewasa.

Yang telah setia mendengar di saat-saat baik dan sulit lalu menghujani dengan doa dan cinta yang tak ada habisnya.

Yang telah percaya dan berjuang bersama dari jauh – tidak, tidak jauh. Tapi dekat, dekat sekali.

Terima kasih, Mama. Sungguh, terima kasih.

Aku rindu, rindu sekali.

Apples

You said that I’m fresh like an apple. Falling in love for the first time, staring you with blushingly bright eyes, and holding you in wide opened arms – still for the first time. I’ve been trying throughout this like little chicks crashing the eggshell. And be born.

And after more than one year, it’s still fresh like an apple. Thank you for still being here, for up-and-down feelings, and surprising happiness. And for trust against tears – when we have to apart that you’re actually somewhere or nowhere but here – so close in heart.

Please, hold on. Don’t give up. Don’t hurt each other – we still have to face the long road.

Together.

#7 Self Note

Beberapa pernah bilang bahwa blogku mulai berubah. Percayalah,blog ini tidak berubah – tepatnya dia hanya sudah menemukan warna.

Setelah sekian lama menulis, kau akan lihat bahwa tulisanmu menjurus ke satu arah. Mungkin ada yang berfokus pada dakwah, pada kisah-kisah teladan, pada pengalaman, pada kritik politik ekonomi atau budaya, atau pada kehidupan – ya sah sah saja.

Edelweiss sudah ganti kostum lagi dan melepas atribut-atribut widget yang tak perlu. Toh, blog ini bukan untuk tujuan komersial atau sarana iklan. Lebih ingin berbagi, menulis apa yang ada, apa yang dirasa – lalu kau menemukan teman-teman di laman lain dengan jalan pikiran yang sama. Blogger-blogger teladan yang tak keberatan menyapa, teman-teman kampus yang luar biasa hebat dan belum pernah bersapa tetapi bisa dipertemukan di dunia maya – berbagi kisah, mencerna kata, lalu saling tepuk pundak. Life is hard but we have to be harder.

Menulis dengan bijak adalah penghargaan atas opini dan prinsip diri sendiri. Begitu pula dengan membaca atau menghakimi.

Dan aku pun demikian – karena hati boleh berfiksi bukan?

Magnet

Bukankah kita seperti magnet? Kau dan aku adalah kutub-kutub yang berlawanan – dipertemukan dalam satu ruang oleh suatu tarik menarik yang akhirnya membuat kita berikatan.

Akan ada masa dimana medan magnet itu berkurang kekuatan karena berlekatan lama terlalu erat hingga tak ada ruang, menyegajakan jarak hingga saling kelelahan, atau tak mampu menjaga. Lalu mati rasa.

Dan jangan menyalahkan siklus. Akan ada saatnya medan magnet lain mendekat – lalu menarik satu dari yang satu. Kemudian terlambat sadar bahwa inilah yang disebut kehilangan.

“Jangan menyia-nyiakan apa yang sudah kau punya. Itu saja

Patahan #27

“When you complain a lot about something – just be careful. Sometimes it means you don’t understand at all” -. Patahan keduapuluhtujuh.

Patahan #26

“When you’re getting older – your real friends are less than number of your fingers. The rest are only partners or people you accidentally know because of time and place” - trust. Patahan keduapuluhenam.

Patahan #25

“It’s like flip-flop theory: if you want to leave me, I’ll leave you first” -. Patahan keduapuluhlima.

The Way

I miss the way we talk. Arguing about small stuffs – when I don’t agree with one thing and you attack me with unpredictable arguments.

I miss the way we’re holding hands – across the road through very cold weather, and your fingers are fit to mine. Your comforting warm body temperature lets tears and fears rain – but then it makes me safe and convinced that you’re the one.

I miss the way we’re sitting next to each other, having good talk and sharing smile – with no regret but only one. Please, time, don’t run too fast.

Because I still want to be with you. I miss the way you are. I miss us – everyday.