November 21, 2012

#24 Self Note: Isya :)

"Kelelahan yang mengkhawatirkanku adalah kelelahan yang menjadikanku lalai dari ibadahku"

Salah satu kebiasaan buruk saya selain tertidur setelah sholat Subuh adalah langsung terlelap di kasur dalam keadaan masih berpakaian kantor tanpa bersih-bersih atau sholat Isya terlebih dahulu. Rasa lelah yang tidak terorganisir setelah bekerja dan kuliah malam ini memang mengganggu sekali. I feel so bad. Akibatnya, saya sering terbangun di tengah malam karena tidur yang tidak tenang, mimpi buruk, dan barulah saya menyesal karena tidak sengaja belum melaksanakan sholat Isya. Lalu dalam hati saya berdoa begini, "Ya Rabb dekatkanlah aku pada imamku yang bisa mendekatkan diriku padamu huhuhu" *boleh dong :p

Ternyata memang begitu, salah satu berkah dari mengerjakan sholat Isya sebelum tidur adalah diberi kedamaian dalam beristirahat. Saya sangat merasakan perbedaan ini: tidur yang lelap dan tidak gelisah. Dan walaupun rentang waktu pelaksanaan sholat Isya sangat panjang - yakni mulai dari selepasnya batas Magrib (hilangnya awan merah di langit) hingga menjelang fajar - namun menunda sholat Isya hingga sampai tengah malam sangat tidak disarankan karena Allah mengirimkan banyak berkah dan kemuliaan di sepertiga malam terakhir, sehingga lebih baik melaksanakan Isya di awal waktu dan kemudian Tahajjud di tengah malam.

Jadi ingin memperbaiki kualitas tidur? Coba perbaiki cara sholat Isya-nya :)

November 20, 2012

Kabur dari Jakarta

Sabtu, 17 November 2012.

So, this is our first successful trip as a couple.

Uhyeah! Dengan rencana yang impulsif untuk mengisi long weekend dan pertimbangan transportasi, akomodasi, dan destinasi wisata yang oke, akhirnya dipilihlah kota Bandung.

Perjalanan dimulai dengan kereta dari Gambir ke stasiun Bandung. Saya sangat menyukai perjalanan dengan kereta Argo Parahyangan di pagi hari karena pemandangannya sangat menakjubkan dengan nuansa hijau, pepohonan, pematang sawah, dan sesekali sang kereta melaju lebih lambat saat melewati jurang dan lembah di kiri kanan. Aaah, senang sekali. Sudah lama tidak menikmati atmosfer hijau dan menenangkan seperti ini. Dan yang pasti bebas macet!

Pada awalnya, saya sangat ingin mampir ke Ciwidey. Sayangnya, hujan deras mengharuskan rencana tersebut dibatalkan. Alhamdulillah ada skenario yang lebih baik dan Allah melindungi kami. Hujan tersebut ternyata menyebabkan longsor di jalan arah Bandung menuju Ciwidey :(

Tapi saya tetap ingin menghabiskan liburan dengan petualangan dan menghiruuup udara segar, akhirnya dipilihlah lokasi Taman Hutan Raya Bandung Ir H. Djuanda di lokasi Dago Pakar sebagai destinasi berikutnya. Thanks to Raisha karena gadis ini rajin sekali mendokumentasikan kisah-kisah perjalanannya di blog secara detail. Setelah mampir ke blognya, jadi tahu deh bahwa ada lokasi sebagus itu di Bandung :D

Perjalanan menuju Tahura ditempuh dari angkot ke angkot (dengan mengandalkan tanya sana-sini dan bantuan Apple Map), kemudian dilanjutkan dengan ojek - iyeeeiii jalanan mendaki dan udara dingin menyentuh kulit pun mulai terasa. Aaah, menyenangkan sekali! Banyak pula yang bersepeda menempuh jalur ini.

Tiket yang harus dibayar di gerbang utama Tahura adalah Rp 8000,- per orang dengan rincian Rp 7500,- harga tiket masuk dan Rp 500,- untuk asuransi. Harga yang sangat murah untuk menikmati suasana sangat indah seperti itu. I'm so excited. I can't stop to walk, run, and say "subhanallah". Kondisi hutan sangat dijaga kebersihannya, dan di beberapa titik ada warga yang menawarkan jasa berkuda, jasa ojek menuju air terjun Curug Lalay, dan juga pedagang jagung bakar dan minuman hangat. Nikmat sekali!


Di lokasi ini, ada dua buah gua yang terkenal yakni Gua Belanda dan Gua Jepang. Kedua gua ini dulu berfungsi sebagai tempat penyimpanan senjata, alat komunikasi seperti transmisi radio, dan penjara warga pribumi. Dua gua ini dibangun dengan tangan oleh para pekerja rodi dan romusha saat itu. Masya Allah.

Saya pun ingin masuk ke Gua Belanda, dan di depan gua sudah ada orang-orang yang menawarkan jasa penyewaan senter seharga Rp 3000,- dan juga guide selama di gua dengan bayaran sukarela. Hufff, Gua Belanda sangat gelap dan jalanan yang berputar-putar seperti labirin menjadikan gua ini menyeramkan. Maka kami memilih ditemani guide dan saya berpesan, "Pak, jangan cerita yang serem-serem yaa". Ahaha, payah!

Di Gua Jepang saya sempat berfoto-foto saja, hoho (kabarnya gua ini jauh lebih seram dari Gua Belanda sebelumnya wakakak). Dan masih banyak sekali tempat-tempat menarik lainnya yang cantik untuk diabadikan. Ah, suatu saat saya harus mengajak adek kesini. He must love this place!


Kami memilih pulang mendahului arus balik dengan menggunakan bis Primajasa selama 2,5 jam. Jalanan masih lancar tapi eh tapi ternyata perjalanan dari terminal Lebak Bulus menuju Wahidin Raya menyaingi perjalanan pulang dari Bandung, yakni 2 jam! Hedeeeh.

Selanjutnya, secara impulsif lagi, kami memutuskan untuk nonton Breaking Dawn Part II saat itu juga. Setelah sholat magrib di mesjid kantor dan masih dalam keadaan kucel, kami langsung menuju Metropole. Luarrr biasa, film tersebut diputar di tiga studio daaan tetap saja kehabisan tiket ahaha kami lupa kalau itu Sabtu malam, pengunjung rameee luarrr biasa.

Namun syukurlah, dua orang kelaparan ini langsung berbahagia setelah menyantap Nasi Langgi dan Nasi Pecel dengan es puding dan es shanghai di Pondok Es Cendol Metropole sebagai ganti tidak sempat menikmati nasi timbel di Bandung. Subhanallah, makan dalam keadaan sangat lapar itu luar biasa nikmatnya. Tapi sudah tidak romantis sama sekali ahaha. Lapar!

Alhamdulillah, so much fun. My mood and my energy are full-tanked. This is one of the best weeks ever in 2012. And I love him for a thousand moooreee ~

 Hey, it's been two years. One step closer :)

November 8, 2012

Officially 23! :)

Alhamdulillah, 7 November 2012.

Bebek yang satu udah pergi, and i'm officially 23.

Terima kasih buat Mbak Nur yang mengetuk pintu kamar beberapa menit setelah pukul dua belas malam - membawakan sebungkus kado dan sepotong kue yang harus dihabiskan saat itu juga hihi. Allah loves you mbak. Please, be strong and erase your tears! :)

Juga pesan singkat dari mama dan abah yang tampak tulus dan kangen sekali. Insya Allah, anandamu baik-baik selalu.

And what a wonderful surprise! Triple-chocolate cake dari Osel dan Deasy menyejukkan suasana hati yang sendu sore itu. I was crying silently. I was so grateful with their love from distance. Juga rekan-rekan kerja yang sudah seperti keluarga, termasuk Mbak Tifa yang repot-repot mengirim paket tanpa nama. Thank God I knew your signature, mbak hehe.


They really made my day. Smoga dibalas Allah dengan kebaikan yang berlipat-lipat :)

And for you, thanks to be the first who gave me prayer. I hope I can see you soon. I know the workload is quite heavy these days. Please, take care of yourself.

Terima kasih atas limpahan doanya yang indah teman-teman. Indah sekali. Smoga diijabah Allah, barakah, juga bisa bertambah baik, rajin, sabar, kuat, dan bijak seterusnya. Doanya untuk kalian juga. Aamiin :)

November 5, 2012

Sisterhood #3

I miss having girl friends :)

Minggu, 4 November 2012.

Jadi, sebelum kedua teman saya Dias Esantika Ningtias dan Dian Nur Fajriah ini melepas masa lajang, kami memutuskan untuk jalan-jalan bersama. Makan junk food dan mengobrol yang panjang - sungguh quality time yang sangat berharga setelah hari-hari yang melelahkan dan hampir sebagian besar dihabiskan dengan orang-orang yang rentang usianya lebih jauh dari kami. Sudah lama juga tidak bertemu dua perempuan hebat ini. Ah kangen, sebentar lagi saya akan ditinggal sahabat saya lagi hoho. Bagi saya, mereka berdua ini adalah inspirasi - sama-sama berhati kuat, sama-sama cerdas, pendengar yang sangat baik, dan sama-sama berhasil dalam menjalani LDR. Alhamdulillah, may Allah take care you both always :')

Setelah itu, saya dan Dian diajak menemani Dias untuk mampir ke Kelas Kepompong. Kelas ini adalah semacam kelas alternatif berupa kelompok belajar anak-anak yang diprakarsai oleh beberapa sukarelawan - salah satunya adalah orang asing bernama Mike. Kelas ini bertempat di daerah stasiun Karet, namun belum lama ini lokasi belajar mereka pindah ke halaman SMP Negeri 70 Jakarta. Waktu masih kuliah di Universitas Indonesia, Dias setiap akhir pekan rutin mengajar di sini. Ah senang sekali, saya berkesempatan untuk ikut mengajar beberapa anak di kelas 6 SD. Mereka lucu-lucu dan pintar-pintar. Kami duduk di tikar lalu mulai belajar tentang akar dan pangkat, bangun datar, Phytagoras, dan diakhiri dengan games tebak-tebakan Bahasa Inggris. Masya Allah, senang sekali :') Mungkin memang harus sering-sering ikut acara seperti ini atau melakukan hal-hal di luar rutinitas supaya batin tidak kosong karena ego dan kesibukan.

Thank you for this great time. See you again soon. Promise to be healthy and to be happy, dear friends :')

*Note: sayang sekali nggak ada dokumentasinya. Matanya pada bengkak sih, hayooo. Hehe.

Bungong Jeumpa ~

Dalam rangka memeriahkan Hari Oeang Republik Indonesia yang ke-66, salah satu lomba yang diselenggarakan adalah lomba paduan suara antar Eselon I di Kementerian Keuangan. Nah, kebetulan eselon 1 saya adalah salah satu dari yang memang belum memiliki kelompok paduan sura. Dengan pertimbangan terbatasnya jumlah pegawai dan waktu untuk persiapan, maka dipilihlah 30 orang anggota melalui penunjukan langsung hehe. Para anggota yang sebagian besar masih newbee ini -termasuk saya yang masuk kelompok sopran- dilatih habis-habisan oleh seminggu penuh oleh Bang Kenar, pelatih paduan suara dari Universitas Padjajaran. Benarlah memang, practice makes perfect. Suara yang tadinya masih pecah pada akhirnya bisa nyatuuu and it was quite good for us :')

me - dengan kostum Aceh

the girls :)

PKDers :D

on stage, bang Andre as conductor :)

Lagu yang kami bawakan adalah lagu nasional Bangun Pemudi Pemuda dan lagu daerah Bungong Jeumpa. Dengan kostum Aceh dan gerakan-gerakan tarian yang baru dilatih beberapa jam sebelum tampil - memanglah ide yang kreatif dan nekat itu selalu muncul di detik-detik terakhir, hoho - kami bisa tampil dengan cukup melegakan dan diantar oleh Pak Dirjen langsung ke aula Dhanapala juga ditonton oleh teman-teman dan atasan-atasan, nervous sih tapi aaah langsung muncul semangat. Nothing to lose because it was the first experience for us. Hoho, at least we had a lot of fun! Puas!

Dan, selamat untuk DJP, DJBC, dan DJPB untuk kemenangannya. No doubt!  :)