November 22, 2013

Senja, dan yang Berlabuh

Seorang gadis kecil berkepang dua masih termenung menatap senja di pelabuhan. Kapal yang membawa ibunya menjelma titik, kecil semakin kecil lalu hilang. Sekejap lalu dia masih mengecup tangan sang ibu, dan menuruti pesan agar tak menangis.

"Ibu pergi hanya untuk dua minggu. Ibu pun rindu dengan Ibu"

"Ibu tidak rindu denganku?"

"Ibu merindukanmu dan mendoakanmu di setiap detak jantung dan deru napas ibu. Jadi anak yang mandiri ya. Jangan repotkan ayah selalu"

Tepat lima hari setelah ibu pergi. Gadis itu sudah rindu. Rindu seluruh yang dipunyai ibu. Rindu tangan ibu yang senantiasa menyisir rambutnya dan menepuk-nepuk pahanya saat akan tertidur.

"Ibu lihatlah aku bisa sisir rambut sendiri...", gumamnya sambil terisak pelan.

***

Seorang ibu berkerudung jingga masih termenung menatap senja di bandara. Pesawat yang membawa gadisnya menjelma titik, kecil semakin kecil lalu hilang. Sekejap lalu gadis itu masih mengecup tangannya, dan menuruti pesannya agar tak menangis.

"Baik-baik ya disana anakku"

"Doakan aku ibu"

"Ibu mendoakanmu di setiap detak jantung dan deru napas ibu. Jadi anak yang berhasil ya. Makan teratur dan jangan bersedih selalu"

Tepat lima hari setelah gadisnya pergi. Dia menatap foto-foto di dinding ruang tamu.

"Waktu cepat sekali berlalu. Aku rindu menyisir rambutmu itu...", gumamnya sambil terisak pelan.



-November 10. Happy birthday, Mama.

No comments: