September 30, 2015

Resep Nasi Kebuli

Selama ini rasanya belum pernah posting tentang resep masakan hihi. Nah, berhubung seminggu yang lalu Idul Adha dan pas banget masih ada paha domba yang belum diapa-apain di dalam freezer, kepikiran untuk mengolahnya menjadi nasi kebuli. Pingin belajar mengolah kambing atau domba soalnya wajib banget bisa buat keturunan Arab (walaupun sayanya kualitas KW 10 hahaha). Nasi kebuli ini otentik dari resepnya mama yang ngajarin via telpon, makasih ma :*

Tantangan pertama adalah memotong-motong daging paha domba yang masih beku. Paha domba dikeluarkan dari freezer dimasukkan dalam plastik lalu diletakkan dalam wadah berisi air supaya suhunya naik dan tidak terkontaminasi bakteri. Setelah daging melunak dan dalam keadaan setengah beku, iris daging berlawanan dengan seratnya. Ribet banget rasanya buat saya karena biasanya di tukang daging langsung dipotongin gitu kan dan tangan jadi berbau domba, syukurlah saya udah nggak mual lagi bersinggungan dengan bau-bauan. Nah, tulang paha yang tersisa saya simpan untuk diolah menjadi kaldu dan sup.

Tantangan kedua adalah menghilangkan aroma domba. Bukan rahasia lagi kalau domba atau kambing jika salah mengolahnya bisa mengeluarkan semacam bau prengus gitu. Nah, untuk membuat kaldu yang bening, daging dan tulang domba saya rebus dua kali. Karena nggak punya panci presto, jadi merebusnya harus agak lama supaya empuk. Rebus daging dan tulang dengan serai, daun salam, daun jeruk, bumbu pemasak kambing (ada di toko bumbu), dan lengkuas selama 1/2 jam. Rebusan pertama dilakukan untuk menghilangkan darah, lendir, dan buih dari dalam daging. Sisihkan daging dan tulang, buang air rebusan, dan rebus lagi daging dan tulang dengan air yang baru sampai daging empuk. Saring kaldu agar menghasilkan kaldu yang jernih dan harum. Kaldu ini selanjutnya akan digunakan untuk menanak nasi kebulinya. Sementara itu, marinate daging yang telah direbus dengan air asam dan garam.

Langkah selanjutnya adalah menyiapkan bumbu-bumbu yang dibutuhkan. Resep ini digunakan untuk 1/2 kg beras atau sekitar 5-6 porsi, yaitu:
1 buah bawang bombay, iris halus
6 butir bawang merah
3 butir bawang putih
4 butir kapulaga, digeprek
1 batang kayu manis
2 batang serai, ambil bagian putihnya, digeprek
2 cm jahe, digeprek
Susu murni (saya pakai Bear Brand ukuran sedang)
1 sdm bumbu pemasak kambing atau bumbu kari
Mentega untuk menumis dan mengoleskan nasi, secukupnya
Garam dan lada, secukupnya

Bahan pelengkap:
Acar timun
Bawang goreng dan kismis untuk topping
Emping goreng
Sambal bawang

Cara membuatnya:
1. Haluskan bawang merah dan bawang putih

2. Tumis mentega dengan bawang bombay, kapulaga, serai, kayu manis, dan jahe sampai keluar aromanya. Masukkan bawang yang tadi telah dihaluskan dan bumbu kari agar nanti nasi berwarna kecoklatan.

3. Masukkan beras yang sudah dicuci bersih ke dalam bumbu tumis. Campurkan susu sedikit-sedikit dan air kaldu. Total air yang dibutuhkan untuk memasak 1/2 kg beras adalah 500 cc. Jadi jika susu yang digunakan adalah 200 cc maka kaldu yang perlu ditambahkan adalah 300 cc. Aduk rata, biarkan sampai airnya habis. Tambahkan garam dan lada, koreksi rasa.

4. Masak nasi yang telah bercampur bumbu dalam dandang hingga matang. Masaknya memang harus pakai dandang sih agar menghasilkan nasi yang bisa terurai dan tidak lembek, kalau pakai rice cooker kurang pas gitu. Setelah nasi matang, jika nasi agak kering, oleskan mentega (atau boleh diganti minyak samin, cuma sayanya nggak suka). Oh iya, lebih enak lagi kalau beras yang digunakan adalah beras India yang bentuknya sedikit panjang itu (lupa beras apa namanya).

5. Sajikan dengan bahan pelengkap dan daging yang telah digoreng.

Dan, tadaaaa.... ini hasilnya. Alhamdulillah, puas banget berhasil di percobaan pertama. Suami doyan banget, aroma rempah-rempah dari nasinya keluar, dan dagingnya empuk, renyah, serta bebas bau!


 Selamat mencoba!

September 23, 2015

Doa Wanita yang Sedang Mengandung

"Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Wahai Tuhanku, jagalah apa yang terkandung dalam perutku, sembuhkanlah ia karena Engkaulah Dzat Penyembuh, sejahterakanlah ia karena Engkau adalah yang menyejahterakan, dan bentuklah ia dengan bentuk yang bagus dan baik, jadikanlah ia dalam keadaan yang sesehat-sehatnya, menjadi orang yang berilmu dan beramal, menjadi orang yang berakal dan cerdas, menjadi orang yang bahagia kaya lagi mengunjungi tanah haram (Makkah).

Wahai Tuhanku, jadikanlah ia anak yang saleh yang mau mendoakan kedua orang tuanya, berbakti kepada keduanya, dan taat kepada-Mu, serta utusan-Mu. Wahai Tuhanku, panjangkanlah umurnya dalam menjalankan ketaatan, sehatkanlah tubuhnya, baguskanlah kejadiannya dan budi pekertinya, fasihkanlah lisannya, merdukanlah suaranya dan iramanya (dalam membaca al-Quran dan Hadis), dan berilah ia rezeki kesejahteraan di dunia dan akhirat, dengan rahmat-Mu wahai Dzat yang paling Belas Kasih di antara semua yang belas kasih"

Doa yang sangat indah dikutip dari buku Panduan Kehamilan Muslimah halaman 59-60. Bacaan ini merupakan amalan yang sangat berguna. Jika wanita yang sedang mengandung membiasakan diri membaca doa ini setiap selesai mengerjakan sholat fardhu, ia akan dilindungi dari bahaya, baik selama mengandung maupun pada waktu melahirkan nanti.

Aamiiin :')

September 17, 2015

I Knew I Loved You Before I Met You

Sudah lama sekali saya tidak menulis blog, masih menulis sih, tapi dialihkan jadi menulis skripsi hehe. Masa perkuliahan D4 selama 2,5 tahun itu akan segera berakhir. Sangat banyak suka duka yang pantas dikenang, dan beberapa perubahan hidup saya juga terjadi di fase ini :)

Setelah 6 bulan menikah dan masih konsisten untuk berdua dulu... alhamdulillah selama fase berdua itu, saya puas sekali menjalani pacaran setelah menikah, menjalani fase adaptasi, jalan-jalan, menjadi istri, walaupun pastinya setelah punya anak fase pacaran itu akan bertambah harum. Tapi alasan lainnya semata-mata adalah saya ingin dapat cuti hamil dan melahirkan, kalau masih tugas belajar tidak akan bisa cuti. Oleh karena itu saya merencanakan kelahiran buah hati terjadi di tahun 2016, selanjutnya Allah yang memutuskan. Tidak ingin mendahului ketetapanNya :)

Alhamdulillah Allah memberikan kepercayaanNya di waktu yang paling tepat. Saya masih ingat, di beberapa hari terakhir sebelum Ramadhan berakhir, saya merasakan tanda-tanda yang tidak biasa. Setelah saya tahu saya positif, saya langsung gemetar dan nangis. Masya Allah rasanya bahagia sekali, seperti mendapatkan berkah Ramadhan.