October 31, 2015

Takkan Terganti

Tentu saja, tak perlu dijelaskan bagaimana aku merindukan kalian. Sangat. Di sela-sela sujud atau di sudut bantal sebelum tidur, ada air mata hangat yang terselip pelan-pelan. Berharap, air mata itu mewujud mimpi yang baik hingga bertemu pagi. Aku ingin selalu mendengar suaramu, Mama dan mendengar kabarmu yang sering merintih karena asam lambung, Abah. Aku mengerti bahwa doa Mama adalah investasi yang mengantarkan keajaiban terjadi hingga kehidupanku saat ini. Juga, perjuangan Abah membesarkan anak-anak adalah surga yang tak bisa digantikan oleh apapun.


Ketika melihat foto ini, aku bisa merasakan kebahagiaan yang sangat jelas. Saat itu di pertengahan Mei, foto pertama dan langka kita yang lengkap berempat di tahun 2015. Abah meminta berfoto di tempat favoritnya, di depan pemandangan Danau Toba yang saat itu mendung.

I can feel it, yes, I do. You always see me as your little girl, no matter what.

October 30, 2015

Keajaiban Bulan Oktober

I believe miracle does exist, and it does.
Saya selalu yakin bahwa Allah adalah Maha Tepat Waktu. Segala sesuatu yang terjadi adalah karena kuasa-Nya, dan Dia melimpahkan pertolongan yang tidak diduga-duga lewat orang-orang baik yang ada di sekitar saya. Saya menyebut itu sebagai keajaiban. Begitu pula dengan yang terjadi dalam hidup saya selama 1 bulan terakhir, ada suka dan ada duka, juga ada pengalaman baru yang terjadi.
Things may change, keep calm, because everything's gonna be alright.
Dan, ini menjadi alasan saya untuk tetap menulis. Bukan untuk show off atau sekedar berbagi, tetapi sebagai pengingat dan penjembatan syukur bagi diri sendiri, bahwa saya pernah menghadapi hal-hal sampai sejauh ini. Jadi, apa saja kejadian yang ingin saya ingat di bulan Oktober?

1. I've reached my halfway point, second trimester of pregnancy

Alhamdulillah, di akhir bulan Oktober saya mencapai separuh perjalanan kehamilan yang memasuki usia 20 minggu. Seperti banyak orang bilang, trimester kedua ini adalah masa yang paling menyenangkan. Energi saya berlimpah, mood yang happy, nafsu makan yang kembali normal,  pregnancy glow (kulit dan rambut jadi cemerlang), dan merasakan bukti kehadirannya yang lain di rahim saya melalui tendangan-tendangan cintanya. I can feel my baby moving, and it's just amazing.


Foto USG di atas diambil saat usia kehamilan saya 18 minggu, alhamdulillah dia tumbuh dengan sehat dan saat itu beratnya sudah mencapai 267 gram. Plus, berat badan saya sudah kembali ke berat sebelum hamil. The bump starts to appear, walaupun di trimester ini belum banyak yang sadar kalau sayanya sedang hamil hehe. Hasil tes darah juga menunjukkan saya bebas dari tokso dan hepatitis, hanya masalah anemia makanya sering berkunang-kunang. Penasaran dengan jenis kelaminnya eh si dedek malah tengkurap waktu diintip hehe. Doakan, semoga sehat-sehat terus ya :)

2. Grandma is coming!

Saya menyebut ini sebagai suatu prestasi karena saya belajar menjamu tamu yang menginap di rumah, yaitu nenek yang datang dari Semarang. Saya khawatir sekali sehingga mulai beberapa hari sebelumnya saya mulai membongkar kamar (yang biasanya lebih mirip gudang dan banyak barang) menjadi kamar yang layak untuk ditempati.


Selama nenek menginap, saya mengajak beliau pergi ke Pantai Tanjung Pasir, ke Bintaro Plaza, dan salon untuk pijat haha but she was super happy! Dan, akhirnya ada yang masakin dan bawelin saat saya hamil. Terharuuuu. See you again, grandma :*

3. Rezeki bayi di Hari Oeang

Pagi itu tanggal 25 Oktober 2015, saya ikut suami mengikuti Family Gathering Hari Oeang untuk Wilayah Banten di Lapangan Sun Burst, BSD. Dan, yang paling mengejutkan saat itu adalah kami mendapatkan doorprize berupa sepeda motor. Subhanallah, ini pertama kalinya buat saya bisa memenangkan hadiah utama di acara seperti ini. Spontan saya teriak waktu nomor undian dibacakan (dan suami masih belum nyadar), lalu dia lari ke depan lapangan sambil gemetar :')


Ternyata Allah punya rencana lain melalui hadiah itu. Kira-kira seminggu setelahnya, sepeda motor suami yang lama dicuri orang saat sholat subuh di mesjid dekat rumah dinas. Shock banget! Itu adalah sepeda motor pertama suami setelah dia bekerja. Sayanya masih susah ikhlas saat itu huhuhu saya benci penjahat! Padahal nggak boleh ya, karena pada akhirnya segala sesuatu yang dimiliki adalah titipan atau mungkin menjadi teguran, dan harus siap diambil kembali. Terima kasih ya Allah, Dia menggantikannya lebih dulu untuk kami.

4. Jadi ibu-ibu Dharma Wanita :p

Ini prestasi juga sih buat saya karena biasanya saya males banget ikut acara Dharma Wanita di kantor suami hehe karena... maluuuuuu. Tapi setelah diajak tetangga, akhirnya saya ikut deh. Saya jadi anggota paling junior yang datang saat itu dan kebanyakan cuma senyum-senyum sambil ngemil snack hihi. Syukurlah, ada beberapa orang juga yang saya kenal. Acara saat itu adalah demo masakan Jepang dengan mengundang seorang chef dari restoran Jepang di Jakarta.


Dan, benar saja, ini akan menjadi yang terakhir buat saya ikut acara Dharma Wanita kantor suami di Tangerang karena semua akan (p)indah pada waktunya. Suami mutasi ke Tanjung Priok.

5. Yudisium

Tanggal 30 Oktober 2015 adalah hari yang sangaaaat bersejarah karena akhirnya kami ditetapkan lulus secara resmi dan menjadi alumni pertama PKN STAN! Alhamdulillah, syukur yang teramat besar pada Allah dan orang-orang yang sudah membantu.... I did it, we did it!  Seneng banget ada yang ngasih kembang di hari itu, yakni adek-adek di Radio Blast yang masih inget aja sama founding fathers and mothers-nya. Makasih yaaa :')

   

Saya ingat banget saat berkas yudisium saya tertinggal entah dimana. Lalu saya mencari alibi dengan menyalahkan gejala "mamnesia" alias ibu hamil yang jadi pelupa karena otaknya menyusut hehe :p Saya menyusuri setiap tempat yang saya singgahi sebelum map berisi berkas itu hilang... dan, memang tidak bisa ditemukan lagi. Syukurlah, routing slip masih berada di tangan saya, dan saya mulai mengumpulkan berkas yudisium itu lagi satu persatu. Terima kasih buat para dosen yang sangat pengertian dan terutama Pak Amanudin - dosen pembimbing saya - yang luar biasa baiknya. Jika bertemu, beliau selalu menepuk bahu saya sambil berkata, "Kamu semangat ya!" :')

Yudisium juga menandakan bahwa saya sudah harus kembali ke kantor. Tanggal 9 November nanti adalah hari pertama saya akan masuk kantor lagi. Alhamdulillah, sudah dapat jemputan dari Bintaro. Semoga semua lancar-lancar ya :)

6. Siap-siap pindahan!

Suami mutasi artinya kami harus bersiap-siap untuk pindah dari rumah dinas. Pekerjaan rumah saat ini adalah mencari tempat tinggal yang dekat dengan lokasi jemputan kami berdua dan harganya juga affordable. Semoga bisa segera berjodoh dengan hunian yang dimaksud ya. Dan, sepertinya kami belum bisa move on dari Tangerang Selatan, this place is just too lovely to stay. Hehe.

October 23, 2015

Saudara yang Kupilih

I don't have a lot of close friends. But when I do, they can be thicker than blood. They are my family.
Terima kasih saudara dan saudariku, Kak Memed dan Ai. Kebersamaan kita membuat 2,5 tahun tugas belajar terasa lebih mudah, hidup kembali lucu, dan jiwa selalu muda. Dua orang ini adalah orang-orang yang luar biasa mau menerima kekurangan diri, keegoisan, keacuhan, kompleksitas - yang tidak bisa dimengerti setiap orang - dan tempat terpercaya untuk berbagi tanpa menghakimi. With them, everything seems alright.


Kak Memed selalu berhasil membangkitkan motivasi saya bahwa saya bisa, menjadi teman diskusi yang paling menyenangkan tentang apapun, contoh ayah dan suami yang menginspirasi, selalu menyodorkan saya buku-buku berkualitas untuk dibaca, dan menagih saya untuk menulis - walaupun saya tahu bahwa saya hanya ahli di tulisan beraroma depresi. Lalu, Ai pernah menjadi orang pertama yang saya peluk saat saya gundah, mendengar cerita-cerita saya, dan siap membantu saya banyak hal saat kesulitan. I can feel her big warm heart. Setelah saya menikah, mereka tak pernah berubah. Tetap khawatir jika saya sedang tak bergembira dan tetap memandang saya sebagai saudara. Status yang sangat indah untuk saya.


Selama dua bulan terakhir ini, kita tetap saling mendukung, hadir di setiap sidang masing-masing. Kalian adalah vitamin dan energi yang nyata saat diri merasa tak berdaya. Terima kasih untuk tetap ada. Saya bersyukur masih menemukan sahabat baik di usia yang tak lagi remaja. Akhirnya, kita bisa menamatkan mimpi untuk yudisium bersama. Di hari itu, saya merasa bahagia dan sedih seketika. Setelah ini, kita tak akan lagi sering bertatap muka. Dan, semoga hal itu tidak mengantarkan memori menjadi lupa. Tetap saling mendoakan seperti yang selalu kita lakukan dulu ya.

 
I'm gonna miss you, my brother and sister. Thank you, thank you so much.