December 4, 2010

#6 Pulang

Pulanglah
Pulanglah ke gubukku sayang
Jika memang tak lagi layak disebut istana, tak mengapa
Pulanglah
Masih ada beberapa kuntum edelweiss kering di kebun belakang
Dan kursi malas tempat kita biasa menyeduh teh
Melamun, memandang hujan
Dari siang hingga petang

Pulanglah
Pulanglah pada hatiku yang sudah tak berpintu
Menunggumu
Masih ada setengah roti bakar yang tersisa di mejamu
Tak usah kau biarkan air matamu menetes sendirian di sana
Aku siap menangkapnya satu-satu
Lalu menjadikannya bahan bakar kebahagiaan dari relung kesedihanmu

Pulanglah
Tak perlu kau penjarakan semua pedihmu
Aku hanya berpura-pura lupa dan menghindar
Bahwa ruangan yang tersedia di gubukku ini
Adalah milikmu

***

Dan di teras ini
Dalam dentingan gerimis
Dalam sayup
Aku kembali mendengar langkah-langkah kaki…

***

‘Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away
And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today
‘Cause I love you, whether it’s wrong or right
And though I can’t be with you tonight
You know my heart is by your side
(If you’re not the one – Daniel Beddingfield)

1 comment:

Anonymous said...

I have read a scarcely any of the articles on your website now, and I really like your tastefulness of blogging. I added it to my favorites entanglement stage list and last will and testament be checking assist soon. Will repress in view my orientation as well and let me conscious what you think. Thanks.