December 22, 2013

Masih Tentangmu, Ibu

"Malam ini tidurlah bersama Ibu"

Dan kebiasaan itu berlanjut di setiap kesempatan Tuhan mengizinkanku untuk pulang. Tak pernah ada alasan yang lebih baik untuk kembali selain menemuimu, Ibu.

Dan di pelukanmu itu, waktu membeku. Aku rindu hangatmu, aku rindu aromamu, aku rindu napasmu, aku rindu cintamu. Ibu.

Dan pada setiap doa, di usiaku yang tak lagi remaja, namaku ada di setiap sujudmu yang utama. Berharap kebaikan yang bahkan tak pernah terpikirkan oleh si empunya diri untuk hidupnya. Ibu.

Dan pada setiap penantian dering telpon untukmu, Ibu, kau menunggu satu jam yang berharga itu. Lalu bertanya ini itu, makan apa hari ini dan apa saja aktivitasku. Kau mendengar dengan antusias dan penuh rindu. Berkata pula Ibu, baik-baiklah selalu. Jangan bersedih, Allah selalu menjagamu.

Dan pada setiap hari ulang tahunmu, Ibu, kau menerima hadiah itu dengan hati tersipu-sipu. Padahal Ibu, tidak ada satu pun yang kulakukan yang dapat menggantikan ketulusanmu Ibu.

"Ibu, apa yang paling engkau inginkan?"

"Tak ada yang lebih aku inginkan, selain kebahagianmu"

"Ibu, peluk aku Ibu"

"Aku memelukmu seumur hidupmu, anakku. Apakah kau merasakannya sekarang?"




- Terima kasih Ibu. Selamat hari Ibu.

No comments: