August 13, 2012

#7 Mei untuk Maret: Ini Cukup, Lebih Dari Cukup

"Maret, apa kau tak pernah iri pada mereka?"

"Mengapa harus iri? Bagiku, ini cukup, dan punya kamu - ini sudah lebih dari cukup"

"Maret, kau tahu? Bahwa selalu merindukanmu seperti ini membuatku bersyukur"

"Aku pun demikian. Kalau begitu, belajarlah meredam rasa rindumu, agar tak lebih dari rasa syukurmu. Percayalah, kita sedang memperjuangkan akhirnya bukan? Bukankah itu yang paling penting?"

Dan air mata Mei tumpah begitu saja. Kali ini matanya berbinar, mata penuh kesabaran, senyum penuh kesyukuran.


And I can feel you so close in heart - and it's beautiful.



image taken from here

No comments: