August 13, 2012

Sebutir Biji Jagung

"Ayah, mengapa biji jagung ini harus ditanam dan ditimpa dengan tanah? Kasihan ayah, berat baginya ayah"

"Karena itu akan membuatnya tumbuh. Kau butuh ujian dan ditempa, agar bisa tumbuh"

"Ayah, setelah tumbuh, mengapa masih harus disirami setiap hari, ayah?"

"Agar tak layu, agar tegak menopang terhadap perubahan. Kau butuh disirami ilmu dan iman, agar tak goyah, agar tak kalah oleh zaman"

"Ayah, mengapa jagung ini harus dipupuk dengan pupuk kandang? Kasihan ayah, bau baginya ayah"

"Kita orang miskin, nak. Kita hanya punya pupuk kandang, bau, tapi akan menguatkanmu. Ketika kau sudah bertumbuh, akan datang orang-orang yang mungkin tidak menyukai dirimu. Memang bau, tapi itu pupuk kandangmu"

:')

- kisah Jamil Azzaini. Dikutip dari chatting with YM edisi Memuliakan Orang Tua.

2 comments:

Tanaya said...

bagus banget... daleeeem;)

@chabadres said...

hihi, icha kutip dari ceritanya Jamil Al-Azzaini ^^